JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
KEHADIRAN RAMA KEMBALI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Kita lanjut pembicaraan kita ya, jadi enaknya besok Daddy langsung ke kiosmu atau kita ketemu disini?” kudengar daddy kembali mengajaknya bicara.



“Maaf Dadd, bukan enggak hormat, tapi kalau saya kesini kan saya menjauh dulu. Lebih baik Daddy ke kios aja lah. Jadi kan Daddy bisa atur waktu kapan bisanya dan saya sebelum Daddy datang juga bisa sambil ngecek tanaman,” jawab mas Garo. 



Fix, dia sudah malas untuk datang kesini.



“Momm, aku ganti baju dulu ya, udang bakarnya kirim ke rumahku,” pintaku pada mommy.



“Mas ikut kamu ya, dari datang tadi belum ketemu Jingga,” pinta mas Garo.



Diminta didepan mommy dan daddy nya tentu saja aku tak bisa melarang atau menolaknya. Sehingga kubiarkan dia ikut ke rumahku.



“Mas numpang salat ya Yank,” mas Garo melangkah ke kamar mandi di kamar Jingga, dia masih memanggilku Yank.



“Mau salat  bareng?” tanya mas Garo.



“Mas mau nunggu? Aku mau ganti baju dulu,” jawabku.



“Ya Mas tunggu sambil liat Jingga,” jawab mas Garo lalu dia mendekat ke box Jingga.



Kudengar Jingga menangis saat mas Garo menyodorkan tangannya padaku  sehabis kami salat berjamaah. Aku menyambut salamnya tapi tentu saja tidak kucium tangannya karena dia bukan imam keluargaku. 



Mas Garo menarik tanganku agar jarak kami semakin dekat, lalu dia mengecup  puncak kepalaku. 


__ADS_1


Aku segera melipat mukena dan mengambil Jingga dari gendongan mbak Dwi diruang makan,  sedang mas Garo masih meneruskan dzikirnya. 



Tak lama kudengar suaranya menyapa Jingga.



“Anak Ayah udah bangun ya” Garo mendekati Jingga, dan meminta Jingga untuk digendongnya. Kuberikan Jingga, lalu aku ke dapur untuk meredakan degup jantungku yang berpacu sangat cepat. 



Mas Garo membawa Jingga ke sofa depan dan dia duduk disana sambil mendekap Jingga dalam pelukannya, mas Garo duduk memunggungi ruang makan. 



Aku tak tau apa yang dibisikan ke telinga anakku. Yang kulihat dia berkali-kali menciumi pipi dan kening Jingga. Kulihat  Jingga membalas tatapan mas Garo. Aku yang sudah selesai membuat teh jadi ragu untuk menghampiri mereka. Kulihat jemari Jingga memegang pipi mas Garo dan akhirnya masuk ke mulut mas Garo. 



Mas Garo kembali menciumi Jingga, dia juga menggusel perut Jingga dengan dagunya. Membuat Jingga tertawa karena geli.



“Cukup ketawanya, nanti kebawa mimpi,” kudengar mas Garo berkata pada Jingga, dia menghentikan menggoda Jingga, kulihat dia akan berdiri jadi kuhampiri dirinya sambil membawa secangkir teh. 



“Maaf Mas mau pamit,” kata mas Garo saat aku sudah dekat dengannya. 




Mas Garo menyerahkan Jingga padaku setelah aku meletakkan cangkir teh di meja.



“Minum dulu Mas,” Kucoba menawarkan teh yang sudah kubuat.



“Makasih, tapi Mas masih kenyang,” tolak mas Garo. 



“Ayah pulang dulu ya sayang,” pamit mas Garo pada Jingga lalu  dia kembali mengecup kening dan puncak kepala Jingga.



“Mas pamit ya,” mas Garo memegang pundakku lalu  mencium keningku, hanya keningku tanpa mengecup bibirku seperti biasanya. 



Lalu tanpa menunggu jawabanku dia keluar dari rumahku tanpa mengucapkan salam seperti biasanya.

__ADS_1


**ALESHA END POV**


\*\*\* 



Subi sudah kembali ke Jakarta, saat ini Rama sengaja datang ke rumah Alesha sendirian, karena hari Sabtu maka Alesha tak kerja. Hari Sabtu adalah saat Alesha melakukan me time, waktunya berkutat dengan hobbynya bergulat dengan tanaman. 



Sejak pagi Jingga ikut ke kebun, Alesha mengoleskan lotion anti nyamuk untuk bayi agar Jingga aman. Hari Sabtu ini mbak Dwi juga libur masak karena dia menemani Jingga yang didudukan di stroller nya.



Saat Rama datang, tentu saja Alesha terpaksa berhenti beraktifitas, karena Rama bukan pecinta tanaman seperti dirinya dan Garo. 



“Tunggu sebentar ya, aku rampungin ini dulu,” kata Gita. Setelah Alesha menyelesaikan repotting anakan anggreknya, dia meminta pegawai mommynya untuk membereskan bekas kerjanya. 



“Mas Budi, tolong media sisanya simpan lagi ya, pot deretan yang ini pindah ke shading 60% dan yang ini ke 75% ya,” katanya sambil menunjuk deretan pot yang dia maksud.



“Njih Mbak,” sahut mas Budi sopan.



“Yok kerumahku,” ajak Alesha, tadi Jingga sudah di bawa lebih dulu oleh mbak Dwi. 



“Kamu duduk dulu ya, aku bersih-bersih dulu,” Alesha pun langsung masuk ke kamarnya.



Sehabis mandi Alesha membuat es jeruk serta memanaskan pisang goreng di microwave sebentar. Dia mengerjakan semua sendiri, karena mbak Dwi memang bertugas menjaga Jingga. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang BARU dengan judul ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1677607287780.jpg)

__ADS_1


__ADS_2