
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
“Mengapa secepat ini?” tanya Leoni. Dia belum siap jadi pekerja. Dia masih ingin istirahat dulu otaknya.
“Lalu kapan? Nunggu kalian siap? Sedang kalau tidak ditodong kalian tak pernah siap!” timpal Alesha santai, dia menyuapi Garo asinan rambutan bikinannya.
“Cukup Yank,” Garo menolak suapan berikutnya.
“Kenapa? Enggak suka asinannya. Atau enggak suka aku suapin?” tanya Alesha. Dia lagi PMS jadi cepat tersinggung.
“Suka banget, tapi Mas kepengen nyobain asinan salaknya,” jawab Garo. Asinan salak juga buatan Alesha. Kemarin Garo lihat sepanjang jalan Kaliurang banyak yang baru panen salak, jadi dia beli dan oleh Alesha dibuat asinan.
“Oke, sini Dede sama Bunda. Biar Ayah ambil sendiri” jawab Alesha meminta Jingga dari gendongan Garo.
“Boleh gendong?” pinta George, cowoq blasteran bule itu memang suka anak kecil.
“Kalau dia mau, boleh. Biasanya Jingga mudah kenal dengan orang baru koq,” jawab Alesha pada calon adik iparnya itu.
Ternyata Jingga menolak. Diambil Alesha saja tak mau.
"Kayaknya ngantuk dia Yah, sambil diayun aja biar bobo," bisik Alesha pada Garo.
Garo langsung berdiri, dia ubah cara menggendong Jingga. Dia bisiki shalawat dan tak lama putrinya tidur dengan lelap.ka
“Mom, Dadd, Mas, Bang dan Mbak minta izin kak Gerry minta waktu buat bicara,” akhirnya Leona meminta waktu pada semuanya.
“Oh silakan,” jawab Ririen santai.
“Maaf Tante, Om dan semua Kakak. Saya Gerald. Saya sudah kenal Leona tiga tahun, tapi kami baru dekat tiga bulan ini."
"Namun bagi saya untuk keseriusan tak perlu waktu lama. Sebab saya sudah suka Leona sejak tiga tahun lalu."
"Kalau boleh saya minta izin, minggu depan orang tua saya akan datang berkenalan dengan Tante dan Om."
"Tiga hari lagi mereka akan datang dari Aussie, karena mereka memang tinggal disana,” jelas Gerald yang biasa dipanggil Gerry oleh orang terdekatnya.
Putra ingat dirinya juga tak peduli pada lamanya waktu. Bahkan hari pertama bertemu dia sudah langsung menyatakan cinta dan kalau saat itu Ririen masih gadis tentu dia juga akan langsung minta izin pada orang tua Ririen bahwa dia ingin serius.
Sementara Alesha ingat saat dia dimarahi mommynya ketika langsung bilang orang tua Rezky mau datang melamar sedang Rezky sendiri tak pernah bilang apa pun pada mommy dan daddynya.
Jelas saat itu mommynya marah karena merasa dilangkahi oleh Rezky. Tak seperti Garo dan Gerald yang maju sendiri ke mommy menyatakan ingin serius.
Alesha ingat dia memang sangat bodoh dan menurut saja apa yang Rezky katakan. Rezky memang tidak gentle seperti Garo dan Gerald.
“Mengapa kamu dan George sangat mirip?” tanya Putra ada kedua calon menantunya yang sama-sama baru datang hari ini itu.
“Saya adik kandungnya Om” balas George, sambil menggendong Jingga yang sudah lelap tapi tetap dia minta dari Garo tadi. George penasaran pada calon keponakannya itu.
“Lalu nanti apa orang tua kalian juga akan sekalian melamar Leoni?” tanya Ririen bingung.
__ADS_1
“Tadinya yang punya niat lamaran duluan tu Ade, tapi Kakak enggak mau dilangkahin. Katanya harus Kakak duluan yang nikah,” keluh Leoni dengan wajah cemberut.
“Ha ha haaaa, kalian enggak ingin nikah bareng?” tanya Fajar
“Enggak mau.”
“Emoh”
Itu jawaban si kembar hampir bersamaan.
“Mas kan tau sejak dulu kami enggak satu selera. Mana mau aku nikah pakai konsepnya Ade,” lanjut Leona.
“Ih, Ade juga nggak suka sama konsepnya Kakak” balas Leoni.
“Lalu kita kapan kerumah calonnya Abang ya?” goda Ririen. Liani hanya tersipu. Fajri sudah berkali-kali minta hubungan mereka diresmikan. Liani hanya minta waktu hingga dia selesai wisuda tiga bulan lagi.
“Belum pasti Mom. Sekarang focus kita ama si kembar aja. Atau ama Garo sekalian,” tantang Fajri.
“Abang kan tau, saat ini pun kalau diminta aku sudah siap. Namun princess nya daddy maju mundur terus,” jawab Garo pasti sambil mengecup tangan Alesha. Dia tak perduli Alesha menarik tangannya karena malu.
“Iiiih, ngomongnya koq gitu?” bisik Alesha ditelinga Garo.
“Kenyataan kan?” balas Garo juga sambil berbisik.
“Kalau mas Garo mau berpaling dan cari ke perempuan yang siap dinikahi aku rela mundur koq,” Alesha bicara keras agar didengar semuanya.
“Jangan marah sayank. Mas enggak akan pernah ninggalin kamu. Garo langsung mendekap Alesha yang mulai terisak.
“Please jangan pernah salah paham ya. Cukup nangisnya, kasihan Dede kalau bundanya sedih,” Garo mengecup puncak kepala Alesha. Garo paling tak bisa kalau melihat Alesha menangis.
"Kakak minta kalian menikah setelah kakak melahirkan jadi kakak bisa tenang. Kalau Kakak belum melahirkan Kakak enggak bisa bantu kalian dan yang pasti kakak enggak bisa mejeng cantik," usul Icha yang sedang menanti kelahiran jagoan kecilnya sekitar dua bulan lagi.
"Pasti Kak, masa kita enggak mejeng," Leoni dan Icha paling suka berpose.
\*\*\*
Mereka telah selesai makan bebakaran sàat seorang pembantu bilang ada paket untuk mbak Alesha.
"Paket apa Mbah?" Tanya Alesha pada pembantu tua yang dia panggil mbah biar Jingga biasa. Tadinya Alesha memanggilnya mbok.
"Tingali mawon Den," jawab simbok. Dia bilang lihat aja sendiri.
Alesha diikuti Leona keluar. Dia melihat ada dua orang tamu.
"Cari siapa Pak?" Tanya Alesha.
"Kami mengantar kado ulang tahun untuk ibu Alesha Putri Purwanagara Bu," jawab si kurir.
Dia menyerahkan satu amplop plastik pada Alesha.
__ADS_1
"Mohon cek dulu lalu tanda tangani form pengantaran barangnya Bu.
Alesha menerima berkas yang dia terima. Baru kali ini ada tamu masuk ke ruang tengah, tidak di gazebo. Memang tadi Putra berpesan tamu surih masuk ke ruang tengah dan paket biar di depan saja.
"Ini pasti salah. Ini salah," Alesha menggeleng tak percaya paket yang dia terima sebagai kado ulang tahunnya.
Dia menaruh berkasnya dan berlari memeluk Putra.
"Selamat ulang tahun Princessnya Daddy," Putra tak tahu alasan Alesha menangis.
Didepan, Fajar mewakili Alesha menerima berkas. Dan sang tamu segera pamit.
"Panjang umurnya, panjang umurnya," Leoni membawa satu buah black forest cake super kecil di tangannya.
Alesha tak percaya semua membuat kejutan untuknya.
"Terima kasih Dadd." Alesha memeluk Putra.
"Selamat ya putri kecil Mommy," Ririen memeluk dan mengecup Alesha yang selalu dia anggap putri kecilnya. Dia memberikan kado satu botol bibitan anggrek.
"Selamat ulang tahun adik cantiknya Mas," Fajar dan Icha mengucapkan selamat ulang tahun pada adik atau adik ipar kalau dari Icha. Mereka memberi satu kado kecil untuk Alesha.
Selanjutnya ucapan dari Liani dan Fajri. Dilanjut dengan Gerald dan Leona dan terakhir ucapan dari George dan Leoni.
Garo sengaja ambil tempat paling belakang. Dia tahu Alesha marah diberi kado mobil double cabin. Sengaja mobil itu dia beli untuk Alesha karena dia tahu Alesha ingin serius menangani nursery mommynya.
"Selamat ulang tahun pemilik hatiku," didepan semua Garo mencium kening lalu dia kecup sekilas bibir Alesha. Tak ada yang salah dan tidak vulgar. Itu tanda kasih yang dia berikan.
"Terima kasih calon imamku. Tapi aku marah sama Mas," kata Alesha dan didengar semua.
"Cie cie calon imam nih yeee," Leona paling berani menggoda Garo dan Alesha.
"Tapi dia lagi marah ama calon imamnya Dek," Garo menimpali candaan Leoni.
"Kenapa Mas dimarahin?" Bisik Garo sambil memeluk kekasihnya.
"Nanti aja. Kita ribut di rumah," sahut Alesha.
"Kamu serius ingin berhenti kerja kan? Maka Mas dukung dengan sarananya. Apa Mas salah?"
"Koq bisa tahu sih? Aku kan enggak cerita ke siapa pun bahkan enggak ke daddy," rajuk Alesha.
"Kita sehati Yank. Mas tahu niatmu lebih dulu sebelum kamu ucapkan," jelas Garo mengapa dia bisa tahu dan membelikan mobil itu untuk operasional Alesha.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.

__ADS_1