JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
ADA YANG LAIN !


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kayaknya memang harus dijadwalkan ya Mas liburan gini," Alesha merasa fresh, lima hari sudah dia berada di puncak. Malam ini malam terakhir liburan mereka. 



"Mommy mau ke Malang atau ke mana mungkin. Nanti dibahas lagi pas di acara bebakaran rutin aja," kata Alesha lagi.



Besok mereka siap pulang ke Jogja.



"Yank, aku boleh jujur nggak?" Sengaja Garo mengambil malam terakhir untuk bicara, karena kalau malam awal liburan, lalu Alesha marah, bisa runyam liburan mereka.



"Kenapa? Mas punya perempuan lain?" Cepat sekali respon Alesha kalau masalah seperti ini.



"Jangan pernah berpikir gitu Yank. Mas udah bilang dari dulu nggak pernah duain kamu. Dan enggak ada anak sebelum ini."



"Kamu tahu semua masalah percintaan Mas. Udah enggak ada lagi yang belum Mas ceritain ama kamu," jelas Garo. Kadang dia putus asa menghadapi hal seperti ini. 



Tapi Garo lebih banyak sadar, kalau sikap yang Alesha perlihatkan karena luka yang pernah dia rasakan.



"Trus Mas mau bilang apa?" Cecar Alesha. 



"Jangan marah Yank. Mas enggak mau kamu salah paham. Mas sudah lama ingin jujur hal ini ke kamu. Tapi selalu aja merasa enggak tepat waktunya."



"Tapi makin lama dipendam. Mas takut kamu dengar dari orang lain lalu kamu marah karena salah paham," ungkap Garo dengan ragu.



"Mas ngomong sekarang atau aku pindah ke kamar sebelah," ancam Alesha.


__ADS_1


"Lihat aja, belum-belum kamu udah mau ninggalin Mas. Gimana Mas enggak maju mundur mau ngasih tahu ke kamu?" 



"Mas bukan punya perempuan lain. Mas juga enggak nyimpen masa lalu sudah ada anak. Enggak."



"Mas cuma punya penghasilan lain!"



"Mas takut kalau kamu dengar dari orang lain, kamu akan berpikir Mas enggak cerita karena takut uangnya kamu minta."



"Padahal selama ini Mas belum cerita hanya karena timingnya belum tepat aja. Tapi makin hari Mas jadi was-was karena Mas makin kenal kamu. Kamu enggak mau ada ketidak jujuran."



"Nah kalau ada yang keceplosan soal usaha Mas itu, kan bisa berabe?" Akhirnya Garo berhasil mengungkapkan rahasia yang mengganjal hati dan pikirannya selama ini.



"Kenapa takut jujur kalau Mas punya usaha lain?" Tanya Alesha.



"Mas tahu dari dulu aku nggak pernah ngeharap harta dari orang yang mendekatiku."




"Aku pasti marah kalau dengar dari orang lain Mas sembunyikan sesuatu. Bener Mas bilang. Aku akan berpikir Mas enggak cerita karena takut aku minta uang dari usaha itu."



"Bahkan selama berumah tangga dengan Rezky, aku enggak peduli enggak dikasih uang belanja harian atau bulanan. Selama aku bisa penuhi kebutuhan, aku akan bayar sendiri."



"Rezky beli sesuatu buat rumah hanya kadang-kadang. Itu memang kesalahanku. Dia jadi bebas beli obat dan bayar kamar penginapan, tana aku tahu karena aku enggak pernah kontrol keuangannya."



"Nah bener kan. Mas takutnya kamu seperti, ngira Mas enggak cerita karena takut diminta. Enggak Yank. Mas belum sempat cerita aja."



"Mau cerita takut dikira pamer. Enggak cerita takut salah paham. Serba salah kan?" Ucap Garo.



"Mas punya beberapa rumah Mas yang dikontrakin tahunan. Tapi ada tiga rumah kost yang rutin dapat uang bulanan."

__ADS_1



"Mas punya pompa bensin mini, itu aja sih sementara ini. Selain dari nursery," jelas Garo.



'*Pantas dia gampang banget ngeluarin duit*,' Alesha ingat semua biaya rumah sakit Rezky ,Garo yang cover. Walau awalnya semua dibayar pakai uang Alesha.



"Pantes ya bisa beliin aku mobil double cabin dengan santainya," ejek Alesha.



"Enggak Yank. Double cabin itu aku tabung dari uang penjualan saat anthurium booming. Itu emang aku tabung lama buat kamu Yank."



"Uang rumah dan pomp bensin belum dipakai kecuali buat ngembangin rumah dan buat buka lahan pomp baru."



"Uang rumah dan pomp bensin buat bikin rumah dan untuk masa depan anak-anak."



"Kalau yang sekarang buat kebutuhan hidup dan tabungan harian itu yang aku dapat dari tanaman nggak ada dari yang usaha lain " kata Garo.



"Maaf, bagaimana dengan nafkah Ibu? Mas enggak boleh kurang kasih ibu lho," Alesha tak mau Garo melupakan nafkah untuk ibunya.



"Ibu masih punya pensiunan bapak dan pensiunan ibu sendiri. Mas rutin masukin uang di rekening ibu, tapi nanti malah dia kembalikan lebih banyak. Karena dia bilang uang pensiun bapak dan ibu aja *turah* banyak," jelas Garo. Turah itu bahasa Jawa yang artinya sisa.



"Uang rumah, itu sebagian juga Mas tabung buat Ibu. Mas pengen buat berangkatin ibu naik haji," ternyata semua dihitung cermat oleh Garo.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1679103575890.jpg)

__ADS_1


__ADS_2