JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
DISKUSI TIGA MACAN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Icha mengeluarkan copyan kartu pasien atas nama Mia Prihatini.  Disana tertulis nama Rezky sebagai status suami. Kartu ini Icha dapat saat Alesha belum hamil dan usia pernikahan Alesha baru dua bulan.



Artinya bila perempuan itu melahirkan di usia kandungan sembilan bulan maka bayi Rezky dan Mia saat ini berumur lima bulan karena kejadian itu sudah Icha ketahui delapan bulan lalu 



Dan Icha juga mengeluarkan copyan kartu pasien yang baru saja Icha dapat minggu lalu saat Rezky baru saja keluar ruang praktek dokter anak . Data pasien anak bernama Andika Malik dengan nama ayah Rezky Kurnia Malik  dan nama ibu Sukma dengan usia anak 17 bulan.



Fajar diam. Dia ingat kasus mommy nya yang berkali-kali jadi korban selingkuh papanya. Fajar memikirkan apa ini yang disebut karma? Mengapa nasib Alesha begini buruk. Bagaimana mommynya bila dia tahu nasib Alesha ini?



“Kamu jangan marah ama aku, aku kasih tau ini karena aku percaya kamu enggak akan berbuat gitu ke aku nanti sesudah kita nikah. Aku percaya kamu Mas,” bujuk Icha yang melihat tatapan geram diwajah calon suaminya. 



“Aku sangat sayang ke Alesha, kamu tau tiga adikku laki-laki semua. Dan dari tiga adik perempuanmu, Alesha yang paling dekat denganku.”



“Aku enggak marah ama kamu *honey*, aku marah karena Alesha mendapat nasib buruk seperti ini. Ayok sekarang kamu habiskan makanmu dan kita pulang buat istirahat. Mas besok ada sidang pagi,” jawab Fajar memegang lembut jemari kiri Icha.



“Tadi katanya mau bantuin makan,” rajuk Icha



“He he he, ya udah kamu suapin Mas biar kita habiskan kwetiauw goreng itu. Kamu persis mommy, sukanya kwetiauw goreng seafood,” jawab Fajar.



“Alesha sukanya apa?” tanya Icha.



“Dia sama dengan daddy, udang bakar,” jawab Fajar sambil menerima suapan dari Icha.


\*\*\*



Fajar dan Fajri sedang menunggu kedatangan daddy mereka. Siang menjelang sore memang Fajar meminta Fajar dan Fajri dan daddy menemuinya di cafe miliknya. Walau bergelut di bidang hukum tapi jiwa bisnis Fajar sangat tajam, dia membuat beberapa tempat nongkrong untuk eksecutive muda yang butuh tempat bersantai.

__ADS_1



Putra datang, lelaki paruh baya ini masih aja tetap ganteng dan mempesona dengan rambut tetap sebahu karena istrinya tak membolehkan dia cukur pendek. Dengan jeans hitam serta kaos pas badan warna cream membuat dia tak kalah gagah dengan kedua jagoan yang sudah menunggunya di kantor Fajar dalam cafe itu.



“Udah lama Bang?” tanya Putra saat anak laki-laki kecilnya menyalami serta memeluknya erat seakan mereka lama tak jumpa, padahal pagi tadi mereka baru aja pisah sehabis sarapan.



“Belum Dad, baru abis satu batang hisapan” jawab Fajri.



Sejak Putra mendekati Ririen dulu dia mengurangi membakar tembakau dan berhenti total sebulan sebelum mereka menikah. Fajar memang tak pernah ingin menentuh gulungan tembakau itu sejak remaja.



Lama mereka basa basi, tapi Fajar yang berinisiatif mengundang adik dan daddynya belum juga membuka pokok bahasan yang akan mereka bicarakan. 



“Kamu panggil Daddy dan Abang kesini ada apa Mas? Mau mempercepat acara pernikahanmu?” tanya Putra lembut karena dia melihat anak sulungnya ragu-ragu untuk mulai bercerita.



Fajri melihat intens ke kakaknya yang seperti punya beban sangat berat. “Apa kak Icha hamil Mas?” tanyanya pelan tapi serius.




Fajar tak bisa ngebayangin perempuan yang paling dia jaga akan kembali terluka. 



“*Hug me please Dad*,” pinta Fajar sambil berurai air mata. Sudah lima hari dia memikirkan tentang mommynya yang akan kembali terluka. 



Sampai semalam dia merasa sudah tak kuat dan dia ingin daddynya membantu menyelesaikan beban yang menghimpit di dadanya.



“*Hei, what’s wrong with mommy, tell Daddy now*!” balas Putra sambil mendekap anak sulungnya yang sudah menangis dipelukannya. Fajar tak pernah sesedih ini, dia tak pernah menangis sejak remaja.



Lama Fajar meredam emosinya dipelukan Putra sementara Fajri mengusap lengan kakaknya dengan penuh simpati sambil cemas menantikan kabar yang akan Fajar beritahukan. Fajar mengambil tissue dan menghapus air matanya. “*Sorry to this*,” katanya .



“Aku minta Daddy menjaga mommy dan mencegahnya kembali terluka seperti saat dia terluka oleh mantan suaminya dulu,” Fajar membuka ceritanya. 


__ADS_1


Fajar berkata ‘mantan suami’ mommy seakan tak punya hubungan apa pun dengan oknum itu, yang jelas-jelas ayah kandungnya. Juga ayah kandung Fajri dan Alesha juga. 



“Tunggu … tunggu … apa kamu pikir mommy akan kembali terluka karena dia kembali diselingkuhi?” tanya Fajri sambil melihat Putra dengan tajam.



“Kalian tahu Daddy tak pernah sekali pun ingin mendua, bahkan Daddy pernah hampir gila saat memikirkan mommy akan meninggalkan Daddy kalau mommy salah paham saat daddy akan dijebak Jane teman Daddy dulu,” bela Putra yang tak ingin dia disalahkan oleh kedua anak lelakinya. 



“Ya Mas ingat saat kasus itu Dadd. Mas sudah cukup besar saat Daddy sampai dirawat karena takut ditinggal mommy. Saat itu mungkin Abang belum mengerti,” jawab Fajar. 



“Ini bukan soal Daddy, tapi Rezky,” lanjut Fajar. 



“Lima hari lalu Icha cerita, dia melihat Rezky keluar dari ruang praktek dokter anak di rumah sakit tempat Icha kerja."



"Karena penasaran Icha lalu mencari data pasien dan meminta izin temannya untuk meng copy kartu pasien tersebut. Alasan Icha meng copy data itu karena delapan bulan lalu dia melihat Rezky mengantarkan seorang perempuan yang di kartu pasien tertulis suami pasien adalah Rezky dan perempuan tersebut sedang hamil enam bulan.”



“Lima hari Mas memikirkan solusi dari persoalan ini, Mas enggak mau salah langkah karena disini bukan hanya Alesha yang akan terluka tapi mommy."



"Dan Mas ingat mommy punya trauma perselingkuhan,” jelas Fajar sambil memperlihatkan dua lembar kertas photo copy data pasien pada Putra.



Putra dan Fajri tentu saja sangat geram atas kelakuan Rezky terhadap Alesha. “Feeling mommymu tajam, dia enggak mbolehin Daddy kasih rumah untuk Alesha, dan melarang Alesha menarik Rezky ke usaha keluarga kita sejak satu minggu sebelum Alesha menikah,” papar Putra pada kedua jagoannya.



“Urusan mommy nanti Daddy yang akan bicara pelan-pelan. Sekarang kita urus masalah Rezky dulu aja. Menurut kalian bagaimana sikap Alesha bila dia tau suaminya punya banyak perempuan lain bahkan sudah ada anak-anak ditiap perempuan itu?” pancing Putra menunggu pendapat kedua lelaki muda didepannya. 



“Abang yakin Alesha seperti mommy. Dia langsung minta cerai karena tak mau dimadu dan ji-jik diselingkuhi,” jawab Fajri sambil kembali menyalakan sebatang cigarette baru



“Ya, Mas pun berpikir begitu, dia pasti akan langsung minta cerai,” jawab Fajar dengan pasti.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.

__ADS_1


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.


__ADS_2