JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
ANAK KAMI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Dengan mas Garo?" Tanya seorang pemuda yang datang ke rumah Alesha.



"Betul saya, mari masuk," ajak Garo yang memang masih di luar sambil menggendong Jingga yang tertidur karena lelah bermain dengan yankkung dan Fajri.



"Saya Husni," jawab lelaki itu.



"Monggo, Monggo pinarak." Ajak Garo. 



"Bun ini ada Husni sudah datang," ucap Garo. Tadi sehabis sarapan Alesha memang pulang. Dia sekarang sedang masak lauknya Jingga.



"Oh iya, sebentar,"  Alesha.



"Mbak Dwi ini nanti tinggal pisahkan buat siang dan sore. Di depan ada tamu, tolong siapkan minum. Kalau Dedek bangun tolong urus dulu ya mbak." 


\*\*\*



"Maaf ya Mas Husni jadi harus datang kesini anak kami susah ditinggal."



"Dia baru keluar rumah sakit kemarin sore." Ucap Alesha yang menemui Husni.lebih dulu karena Garo belum selesai menidurkan Jingga. Tentu habis naruh di kasur tak bisa langsung ditinggal.



"Mas Husni  tahu kan kalau anak saya itu bukan anak mas Garo?" Tanya Alesha.


__ADS_1


"Ratmi cerita mbak." Jawab Husni jujur.



"Jadi gini mas Husni. Niat baik anda untuk menikahi Ratmi ada sedikit kendala. Bukan di awal pernikahan, tapi pemikiran saya nanti diakhir akan ada guncangan."



Alesha menjelaskan semuanya. 



"Sehari dua hari, setahun dua tahun mungkin Mas bisa bertahan terhadap tekanan keluarga mas. Berikutnya  mas akan goyang, lalu mas tumbang."



"Kalau seperti itu terjadi kasihan Ratmi.  Saya sebagai perempuan tak tega bila Ratmi akan menderita, karena semua mengendap sejak awal. Jadi saya memberitahu semua kemungkinan itu lebih dulu." Ungkap Alesha.



"Wah saya malah tidak berpikir ke sana," Husni jujur tak pernah terpikir dengan kondisi Ratmi saat ini.



"Itulah makanya kami memanggil mas Husni untuk membuka wawasan," Garo yang baru keluar ikut bicara.




"Kalau memang Mas mencintai Ratmi maukah Mas berkorban buat dia?" Tanya Alesha.



"Saya akan berkorban apa pun buat Ratmi, buktinya saya mau menikahi dia saat dia hamil!" Ucap Husni.



"Tapi ini berat berkorbannya,"  kata Garo.



"Maksudnya apa ya?"



"Mas bilang ke orang tua mas bahwa bayi dalam perut Ratmi itu anak Mas. Nanti mas akan dihujat dan dimarahin tapi rumah tangga ke depannya akan aman, daripada dikatakan kalau mas berkorban buat Rarmi karena dia hamil dengan orang lain."

__ADS_1



"Pokoknya bila disebut itu anaknya Mas, beda bila Mas menikahi Ratmi yang sedang hamil anak orang lain, sehingga Ratmi akan ditindas!"



"Kalau mas enggak mau, lebih baik mas mundur aja," kata Garo.



"Mas mungkin tahu ya kemarin anak saya baru sakit itu karena kami pisah!"



"Dia nggak lihat saya aja seperti itu. Jadi kalau anak  kita cintai dengan sepenuh hati dia nggak akan tahu anak siapa terlebih anak Ratmi itu masih dalam perut." 



"Saya aja yang bertemu sesudah lahir itu bayi nggak ngerti dia anak siapa. Dia tetap merasa saya adalah ayahnya. Semua orang tahu bagaimana cinta kasih kami."



"Saya nggak pernah bilang itu anaknya Alesha, karena dia anak kami,"  kata Garo.



"Jadi saya cuma minta itu aja. Kalau mas mau berkorban monggo, kalau nggak mau berkorban lebih baik mundur, karena saya nggak rela sepanjang pernikahan Ratmi akan menghadapi tekanan."



"Apa pun halangannya, saya akan bilang bahwa Ratmi sudah hamil anak saya." Jawab Husni tanpa ragu.



"Alhamdulillah kalau Mas mau berkorban seperti itu.  Tapi kalau terpaksa ya jangan."



"Saya mencintai Alesha sejak dia SMA loh. Saya melihat dia terpuruk karena perceraian. Alhamdulillah sekarang kami bisa bersama." Garo menerangkan bagaimana perjuangannya mendapatkan Alesha.



"Mas Garo akan saya panuti. Saya akan mencintai Ratmi, saya juga akan mencintai anak kami dengan sepenuh hati." Mendengar Husni menyebut kata anak kami Garo dan Alesha senang.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY


__ADS_1


__ADS_2