JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
MENEPI "DI KLATEN"


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Sudah jam delapan malam, ponsel Alesha masih belum aktif. Garo makin bingung. Dia tak enak bicara melalui telepon.  Akhirnya dengan terpaksa Garo melajukan mobilnya ke Sedayu. 



Garo duduk di gazebo yang digunakan sebagai ruang tamu bagi keluarga Purwanagara, sementara satpam di depan masuk ke ruang utama untuk melaporkan kedatangannya.



Putra dan Ririen keluar menemui Garo, mereka bingung mengapa Garo masih mencari Alesha sedang Alesha pamit pada Ririen akan menemui Garo?



“Assalamu’alaykum Mom, Dadd,” sapa Garo sopan sambil mencium tangan kedua orang tua Alesha.



“Wa alaykum salam,” jawab Putra dan Ririen hampir berbarengan.



“Maaf saya ganggu. Apa Echa belum kembali?” tanya Garo lirih.



“Daddy bingung, Mommy tadi cerita Alesha pergi dan bilang mau ketemu kamu. Tak lama kamu datang nyari dia. Mommy mu pikir kalian sudah ketemu. Lalu mengapa sekarang kamu datang masih mencari dia? Kalian ada apa?” tanya Putra pelan. Dia tau istrinya pasti sudah super stress menghadapi persoalan ini.



“Tadi siang saya jemput kerja Echa, dia engga bawa mobil karena kami janjian mau makan siang lalu belanja keperluan rutin Jingga. Saat makan siang, bahkan belum makan siang terjadi hal yang mungkin membuat Echa salah paham sehingga dia langsung pulang tanpa bilang pada saya yang masih aja setia nunggu dia di lesehan karena dia izin ke toilet” jelas Garo.



“Kamu menyembunyikan sesuatu yang membuat Alesha marah. Tak mungkin dia pergi bila saat dia kembali dari toilet kamu ga bikin dia marah,” cecar Ririen. Ririen takut Alesha kembali terluka.



“Awalnya Echa pesan makanan, setelah selesai pesan dia bilang mau ke toilet karena akan mengurangi cadangan ASI yang sudah penuh." 



"Saat Echa pergi datang perempuan enggak bener yang langsung duduk disebelah saya dan bergelayut manja dilengan saya. Mungkin saat itu Alesha datang dari toilet." 



"Echa enggak melihat bagaimana saya mencampakan perempuan itu."



"Saya lama menunggu Echa kembali tapi dia enggak datang juga. Baru saya tanya ke pegawai disana dan mereka bilang Echa pulang saat keluar dari toilet.



“Astagfirullaaaaaaaah, Daddy enggak bisa ngebayangin sakit yang Alesha rasa. Dia masih trauma dengan perselingkuhan dan sekarang menghadapi persoalan ini. Putra segera mendial nomor Alesha dari HP nya tapi nomor Alesha sedang tidak aktif.



“Nomor Alesha enggak aktif Mom” Putra memberitahu istrinya.



“Telepon ke rumah suruh ambil ponsel Mommy, kita hubungi ponsel Dwi,” jawab Ririen. Di ponsel Putra tentu saja tak ada nomor asisten rumah tangga.



Ririen mendial nomor ponsel Dwi begitu dia menerima ponselnya dari Leoni. 



“Mbak, nyonya telepon” Dwi memberitahu Alesha kalau Ririen menghubunginya

__ADS_1



“Ya bilang aku sudah tidur dan kita sedang di Klaten, dan kamu enggak tau alamat sini” jawab Alesha.



“Assalamu’alaykum Ndoro putri,” mbak Dwi memberi salam pada majikannya.



“Wa alaykum salam Wi, kalian dimana tho, dari tadi Ibu telepon ke Mbak koq HP ne gak aktiv?” tanya Ririen yang didengar jelas oleh Putra dan Garo karena Ririen sengaja me load speaker nya.



“Kami di rumah temane mbak Alesha, ini tadi sepertinya masuk Klaten Ndoro,” jawab Dwi tanpa terbata, sehingga tidak ketahuan bohong.



“Owalaaaah, *tekan* Klaten? Lalu kemana sekarang mbak Alesha?” tanya Ririen yang kaget karena anaknya sudah sampai Klaten ( tekan artinya sampai ).



“Mbak Alesha *sampun tilem Ndoro*” lapor Dwi, dia mengatakan mbak Alesha sudah tidur ( sampun tilem )



“Coba kamu pelan-pelan bangunkan, Ibu mau bicara,” pinta Ririen.



“Saya harus ke kamarnya dulu karena saya tidak tidur dengan mbak Alesha. Ditutup aja dulu nanti lima menit lagi nelepon lagi” jawab Dwi. Dia bingung harus jawab apa, kalau mereka berbisik-bisik tentu nyonyanya akan tau.



“Ya wis, lima menit lagi Ibu telepon” jawab Ririen lalu dia mematikan sambungan telponnya.



'*Segitu marahnya kamu Yank, sampai menghindariku seperti ini*?' keluh Garo dalam batinnya. Dia sangat sedih kalau sampai Alesha terluka.




“Kamu enggak boleh gegabah, Mommy sangat tau sakit yang Alesha rasakan karena Mommy pernah mengalaminya. Kalau kita salah langkah akan berakibat lebih fatal” nasehat Putra pada Garo. 



'*Apa dulu mama dan papa melihat wajah bingung seperti ini saat Ririen ngambeg tak mau aku temui? Aku bahkan sampai sakit*,'  Putra mengenang masa lalu saat memperjuangkan cinta Ririen.



Putra melihat ketulusan pemuda itu. Beda dengan reaksi Rezky, bahkan saat dikabari Alesha pingsan dan disuruh beli testpack aja reaksi Rezky datar saja. Bukan langsung datang melainkan menunggu hingga jam kantor selesai.


\*\*\* 



“*Piye mbak, ndoro pengen ngendiko* ama Mbak, aku ga mungkin nolak,” kata Dwi. Alesha juga mendengar semua percakapan mommy dan mbak Dwi karena tadi dia juga mengatur load speaker di ponsel mbak Dwi.



“Ya wis kalau mommy telepon lagi bilang aku lagi kasih ASI ke Jingga, nanti aku akan telepon mommy kalau sudah selesai mimiki” akhirnya Alesha terpaksa akan menyalakan ponselnya nanti walau akan menunda beberapa saat guna meredam kekalutan hatinya.



“Njih Ndoro,” jawab mbak Dwi ketika Ririen menghubunginya kembali.



“Mana mbak Alesha?” tanya Ririen. 



“Sedang menyusui Jingga, nanti nek sudah rampung mbak Alesha bakal telepon ke Ndoro katanya,” Dwi mengikuti arahan yang Alesha berikan


\*\*\* 

__ADS_1



Akhirnya Alesha batal menyalakan ponselnya karena dia yakin begitu ponselnya hidup Garo akan tahu dan akan langsung menghubunginya. Alesha menghubungi Ririen menggunakan nomor mbak Dwi.



“Assalamu’alaykum mom” sapa Alesha lirih.



“Wa alaykum salam chantiknya Mommy,” balas Ririen lembut.



“Kamu kenapa sayang?”



“Engga apa apa koq Momm, Mbak baik-baik aja” balas Alesha.



“Kalau kamu baik-baik aja, kamu enggak akan pergi dari pelukan daddymu saat ada masalah, karena Mommy tau, hanya pada daddy kamu bisa cerita semuanya. Tapi kali ini kamu enggak lari ke daddymu melainkan kamu menghindar."



"*Please* sayang, Mommy dan daddy enggak pernah berubah. Kami masih bisa kamu harapkan untuk memelukmu dengan erat,” bujuk Ririen.



“Sekali ini biarkan Mbak selesaikan semua masalah ini sendiri ya Mom. Mbak janji akan baik-baik saja disini."



"Mbak minta waktu satu minggu enggak usah ada yang hubungi Mbak. Biar Mbak sendirian disini jangan ada yang ganggu." 



"Kalau Mbak enggak kuat, baru Mbak akan lari ke daddy. *Keep my promise mom. I love you*,” Alesha langsung memutus sambungan teleponnya.



Garo yang mendengar nada duka dari suara tentu sangat sedih. Dia tak menyangka membuat luka lama Alesha yang belum sembuh kembali terkuak. 



“Saya mohon maaf kalau kejadian tadi membuat Echa kembali terluka sedemikian dalam. Saya tak pernah ingin membuatnya menangis apalagi sampai terpuruk seperti ini,” Garo memohon maaf sambil menunduk dalam, tak dapat dia tahan ada setetes air mata diujung matanya.



“Kamu dengar sendiri kan keputusannya, kamu bersabarlah. Kalau nanti HP nya menyala jangan langsung menekannya. Bujuk aja pelan-pelan. Kamu tak perlu menunggu satu minggu, karena yang berjanji tak menghubunginya kami."



" Alesha nggak tau kamu ada disini dan mendengar permintaannya itu. Kalau Alesha meminta kamu ga menghubunginya, baru kamu ikuti kemauannya. Sekarang kamu istirahat dulu,” Putra memerintah Garo agar pulang.


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1676915416092.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR itu ya.

__ADS_1


__ADS_2