JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
SEJUTA KATA CINTA DARI AYAH


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Garo melajukan mobilnya keluar dari area KEBOEN MOMMY. Dia meminggirkan mobilnya lalu segera mengirim pesan pada Alesha, agar nanti saat HP nya aktiv semua pesannya dapat terlihat oleh Alesha



'*Yank, kamu dimana*?'



'*Kamu koq ninggalin ayah*?'



'*Yank, Ayah salah apa koq kamu enggak kasih khabar? Ayah berkali-kali ke Sedayu kamu belum juga pulang. Lalu AYAH harus gimana*?'



'*Sayank, jangan gini dong, kan tau sendiri kalau Mas enggak bisa tenang kalau enggak ada khabar dari kamu*,'



'*Sayank, koq tega sih ke ayah*?'



'*Bunda sayaaaaaaaaaaaaaaaaank*,'


\*\*\* 



Alesha baru saja selesai memberi ASI pada Jingga, saat ini sudah pukul 02.43 dini hari. Dia berbaring sebelah Jingga, melihat ponselnya yang sebelum dia menyusui sudah diaktivkannya. 



Entah berapa puluh ping yang masuk dari Garo. Ada 62 pesan dari nomor Garo dan 21 kali misscall dari Garo selama ponselnya mati. 



Luaaaaar biasa, bahkan Rezky tak pernah berbuat seperti itu sejak dia pacaran atau sesudah menikah.



Alesha membaca pesan-pesan dari Garo, semua nada rindu dan ketakutan yang dikeluhkan Garo dia cermati. 



Alesha tak ingin Garo terus gelisah, maka dia mengirim pesan. Pesan dini hari saat dia menyusui memang biasa dia kirimkan dan biasanya Garo akan membacanya saat lelaki itu bangun untuk salat subuh.



'*Malam Mas. Aku dan Jingga baik-baik saja. Kami di Klaten. Aku minta Mas enggak perlu gelisah mikirin kami, karena kami bukan siapa-siapa buatmu*.'

__ADS_1



'*Maaf aku pamit. Aku akan disini seminggu, aku minta kamu ga perlu hubungi aku lagi. Bahkan setelah nanti aku kembali ke Sedayu*.'



Send, begitu notifikasi yang Alesha lihat, tapi tak berapa lama dilihatnya pesan tersebut sudah bertanda R artinya sudah dibaca oleh Garo.



Tak berapa lama dilihatnya Garo meneleponnya, tapi Alesha tak mau angkat. Di biarkannya Garo menghubungi beberapa kali, akhirnya sebuah pesan cukup panjang masuk.



'*Enggak gini caranya kita menyelesaikan persoalan. Kita harus clearkan dulu agar tak ada salah paham. Kamu minta Mas tak usah hubungi kamu lagi, lalu bagaimana kita berkomunikasi*?' 



'*Kita bukan anak kecil sayankku, kita bahkan sudah punya anak kecil. Kita punya Jingga. Fine kamu enggak mau Mas menghubungi kamu selama kamu menyepi di Klaten. Mas terima, tapi Mas enggak terima enggak boleh menemui dan terlebih enggak menemui Jingga setelah kalian pulang nanti*.'



'*Mas sangat mencintaimu, Mas sudah cerita kan Mas cinta kamu dari kamu SMA. Dan sekarang cinta Mas bertambah karena kehadiran anak kita. Mas kangen Jingga karena sejak Mas pergi ke Karang Anyar kan Mas enggak lihat dia*.'



'*Ditambah sampai seminggu kedepan kamu memisahkan jarak Mas dengan my little princess*.'



'*Pesan Mas baik-baik disana ya. Jangan telat maem, jangan lupa minum vitaminnya. Big hug for Jingga dan kecup sayang buat bundanya Jingga yang sangat Mas cinta. Love you honey*.'



\*\*\*



Seminggu sudah Alesha menginap di paviliun ini, saat ini dia bersiap kembali ke rumahnya. Tak ada yang tau seminggu kemarin Alesha tetap ngantor selama dua kali. Garo tidak menghubungi untuk bicara, tapi tiap hari selalu saja mengirim pesan tanpa bosan.



'*Met pagi sayank-sayank nya Ayah, sehat selalu ya, buat Bunda jangan telat maem karena Jingga masih bergantung penuh ama bunda. Love you*,'



'*Met bobo kekasihku. Miss u so much*.'



'*Jangan telat maem ya Yank, kecup manis untukmu dan Jingga dari Ayah yang enggak pernah bosan merindukan kalian*.'



'*Miss U bund*.'



'*Ayah kangeeeeeeeeeeeeeeeen Jingga*.'

__ADS_1



'*Jingga sehat kan? Ayah kangen banget*.'



Dan masih banyak pesan yang diterima Alesha sepanjang hari. Namun dia hanya membacanya tanpa pernah mau membalasnya. Alesha berupaya memadamkan bara cinta dihatinya.



“Mbak kita mampir pasar dan supermarket ya. Nanti di pasar Mbak aja turun beli aneka sayuran, buah juga ikan, ayam dan daging buat isi kulkas. Di supermarket kita beli kebutuhan Jingga yang habis,” Alesha berkata sambil menyalakan mesin mobilnya. Mereka baru saja meninggalkan penginapan yang Alesha sewa selama satu minggu.


\*\*\*



“Mbak, aku kerumah mommy ya, Mbak bebersih rumah dulu biar Jingga masuk, rumah sudah bersih dari debu. Jangan lupa sekalian masak nasi. Jadi bisa langsung makan siang karena kan kita sudah beli lauk matang.” Alesha langsung menggendong Jingga ke rumah utama.



“Wah cucu eyank udah datang ya?” sapa Ririen penuh kerinduan.



“Iya Mom, aku sengaja kesini dulu biar mbak Dwi mbersihin rumah dari debu. Aku titip Jingga ya mom, aku mau beberes dulu,” Alesha menyerahkan Jingga dalam gendongan mommynya.



Ririen menerima Jingga dengan penuh cinta. Saat Alesha sudah kembali ke rumahnya Ririen langsung mengirim pesan pada Garo dan Putra kalau Alesha sudah di rumah.



'*Daddy upayakan makan sing dirumah*,' balas Putra antusias.



'*Makasih Mom, saya tak akan segera kesana agar Echa enggak kaget. Saya akan tunggu berita darinya kalau dia sudah dirumah*.'



'*Kalau pun dia enggak langsung kirim pesan, saya yakin dia akan mengirim isyarat kalau dia sudah dirumah*,' balas Garo.


\*\*\* 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1676916160512.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.


__ADS_2