
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Ternyata mertuamu segar bugar dan Rezky tak ada disana. Namun ibu mertuamu sedikit kecewa saat abang bilang Rezky tukang bohong. Maka Mas telepon Rezky didepan abi dan uminya, dispeaker agar mereka jelas. Saat itu Rezky bilang dia berada dirumah abinya dan baru pulang antar abinya ke dokter,” Ririen diam sejenak ingin mengetahui reaksi Alesha.
Icha menggenggam jemari Alesha seakan memberinya kekuatan.
“Apa Rezky biasa berbohong seperti itu?” tanya Ririen pada anak perempuannya.
“Enggak tau mom, tapi sebagai istri dan sebagai perempuan memang Mbak sering punya rasa curiga karena mas Rezky suka pulang telat. Namun dia enggak pernah BBM an atau SMS apalagi telepon bila dirumah. Di rumah dia jarang pegang ponsel.”
“Jadi enggak pernah bisa nuduh dia macem-macem, apalagi dia enggak pernah enggak pulang koq, baru semalam aja bilang mau nginep di rumah abi karena mbak izin tidur disini,” jawab Alesha.
Di keluarga Purwanagara memang lengkap panggilannya, MAS, ABANG, MBAK, KAKAK dan ADEK. ( Saat itu sudah ada BBM tapi belum ada android ya, handphone Black Berry / BB pun juga terbatas penggunanya karena termasuk HP mewah ).
“Delapan bulan lalu saat kamu baru menikah dua bulan, Icha enggak sengaja lihat Rezky mengantar perempuan hamil enam bulan untuk periksa, di data pasien tertulis suami perempuan itu Rezky Kurnia Malik. Saat itu Icha belum berani cerita ke mas mu karena dia takut merusak keluarga kamu,” Ririen mengulang cerita suaminya dengan hati-hati.
“Kalau dihitung, sekarang perempuan tersebut sudah melahirkan dan usia anaknya lima bulan. Nah dua minggu lalu kembali Icha melihat Rezky mengantarkan seorang perempuan periksa ke poli anak, membawa anak berusia tujuh belas bulan dan data di kartu pasien bapak si anak adalah Rezky Kurnia Malik, nama anak tersebut Andika Malik.”
“Tentu saja Icha tak ingin lagi menutupi kebusukan Rezky, dia mencoba cerita pada mas mu,” Ririen mencoba menarik napas dalam, karena dia tau cerita yang dia ungkap sangat menyakitkan bagi putri tertuanya itu.
“Dan mas mu butuh lima hari memikirkan jalan apa yang harus dia tempuh untuk mengatasi keruwetan ini. Akhirnya tiga hari lalu masmu meminta abang dan daddy berkumpul di cafenya membahas persoalan ini,” jelas Ririen.
“Serius Mommy pun baru diberitahu oleh daddy semalam setelah mas dan abangmu menemani daddy mendatangi rumah mertuamu,” Ririen mendekat pada Alesha dan memeluk anak perempuannya yang mulai terisak.
__ADS_1
“Kamu harus kuat, kamu tidak sendirian, dan yang pasti baby membutuhkan bundanya kuat,” bisik Ririen di telinga Alesha. Icha pun ikut memeluk Ririen serta Alesha.
Cukup lama Alesha terisak di pelukan Ririen, lalu dia melepaskan pelukan dan beranjak menghampiri Putra tanpa berdiri, dia hanya berjalan dengan lututnya karena mereka semua masih duduk di lantai ruang salat.
“Daddy!” pekik Alesha memeluk Putra dan menangis tersedu didadda pahlawannya itu. Icha yang melihatnya ikut menangis sambil memeluk Ririen sementara Fajar dan Fajri berupaya menahan air matanya agar tak jatuh.
“*Princess* Daddy kuat. Alesha dengar Daddy, kami semua mendukungmu,” bisik Putra sambil memeluk erat Alesha yang dia anggap masih seperti batitanya yang menangis saat ban sepedanya bocor.
Putra menciumi puncak kepala anak perempuannya itu. Namun akhirnya Putra sadar tubuh Alesha dipelukannya menjadi berat.
Sejak melihat Alesha pertama kali, Putra tak pernah memanggilnya dengan nama Alesha, dia selalu menyebutnya Princess. Dia akan menyebut Alesha bila kata-kata yang dia ucapkan membutuhkan perhatian penuh dari putrinya seperti saat ini. Dia ingin princessnya tau kalau semua benar-benar mendukungnya.
“Bawa ke kamar Dadd, biar aku periksa,” perintah Icha.
Kemarin Fajar memintanya membawa peralatan dan obat standar untuk antisipasi bila mommynya shock dan butuh penanganan pertama. Walau saat ini Icha sedang ambil spesialisasi untuk menjadi dokter anak, tapi dia pastinya sudah menyandang gelar dokter umum, jadi dia boleh menangani pertolongan pertama seperti saat ini.
Fajri menyiapkan kayu yang diberi paku untuk menggantung botol infus, kayu tersebut dia ikat di kaki kursi dan diletakan di sisi tempat tidur Alesha.
Alesha baru saja sadar dan tadi dokter kandungan yang dihubungi Icha sudah datang memeriksa Alesha, dia pula yang menyarankan memberi Alesha infus.
“Mohon emosi mbak Alesha dijaga agar bayinya aman,” begitu pesan dokter kandungan sebelum dia pamit.
Ririen masuk kamar Alesha membawakan nampan berisi teh hangat serta sussu ibu hamil yang Alesha bawa dari rumahnya, serta sarapan berupa serabi dengan kuah gula yang terpisah karena kadang Alesha lebih suka serabi tanpa kuah gula.
__ADS_1
“Sarapan dulu Mbak” perintahnya pada anak perempuannya yang pastinya sedang terluka.
\*\*\*
Sejak tadi Rezky menghubungi ponsel Alesha tapi nomornya tidak aktif. Lalu dia juga mengirim PING beberapa kali di kontak BBM istrinya. Rezky tersentak ketika kali ini panggilannya terhubung dengan nomor istrinya, satu-satunya istri resminya karena perempuan yang lain tak ada yang dinikahi, walau nikah siri sekali pun.
“Assalamu’alaykum habibie” sapa Rezky pada nomor istrinya yang sudah terhubung karena orang diujung telepon telah menerima panggilannya. Sayangnya istrinya tidak menjawab sapaan manisnya kali ini.
“*Honey*, koq diem aja enggak balas salamnya Mas?” tanya Rezky lembut.
“Kamu masih berharap Alesha akan menjawab teleponmu?” jawab suara garang diujung telepon yang tentu saja membuat nyali Rezky menciut.
Gimana enggak ciut bila yang menjawab teleponnya adalah karateka sabuk hitam yang menjadi wali nikah Alesha saat dia menikahi istrinya.
“Assalamu’alaykum Mas” sapa Rezky pelan karena takut.
“Saya minta malam ini kamu dan orang tuamu datang ke rumah saya untuk menyelesaikan persoalan ini. Dan ingat, tak ada kesempatan kedua. Bila malam ini kalian tak bisa hadir.” perintah Fajar lalu memutus sambungan telepon itu.
Rezky yang sejak semalam sudah berada dirumah abinya dan hari ini libur langsung menghampiri abinya serta memberitahu permintaan kakak iparnya kepada abinya.
Pak Abdullah Malik hanya diam saat mendengar berita itu, dia hanya berharap pernikahan Rezky dan Alesha bisa diselamatkan karena semalam Rezky berjanji akan melepas semua perempuan yang saat ini dekat dengannya.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
__ADS_1