
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Alesha melihat pintu rumahnya terkunci, artinya Dwi dan Jingga ada di rumah Putra.
"Kok nggak dibawa pulang mbak Dwi?" Tanya Alesha.
"Habis di rumah sendirian, di sini juga sepi ya udah biar aja digabung jadi satu," Dwi memberi alasan mengapa dia membawa Jingga ke rumah belakang saja.
"Dede Tama rewel nggak?" Sesuai pesan Fajar, Alesha menanyakan apakah keponakannya rewel.
"Mas Tama nggak rewel, Adik Jingga yang rewel cariin ayah nya aja." Sahut Dwi.
"Dedek Jingga sih enggak perlu ditanya he he, enggak niat pergi lama malah jadi seharian. Ya sudah nanti aku laporkan ke papanya Tama. Tadi dia bilang suruh lihatin Tama," Alesha membereskan kamarnya dulu sebelum pulang.
"Dede mau pulang ndak?"
Jingga sudah dalam pelukan Garo.
"Mau uyang," sahut Jingga.
"Ayo kita pulang. Mbak Dwi enggak kedepan juga enggak apa apa, ini sudah mau malam koq."
"Saya antar baju aja," jawab Dwi.
__ADS_1
"Biar aku yang bawa, enggak repot koq," Alesha tak mau merepotkan orang lain walau itu pegawainya sekali pun.
"Unda uyang," ajak Jingga.
"Iya sayank, ayo kita pulang," Alesha mengerti Jingga sudah mengajaknya pulang.
"Dedek sudah mandi belum?" Tanya Garo sambil mereka jalan pulang.
"Udah," Jingga mengeratkan pelukan di leher Garo. Posisi yang paling dia suka.
"Nanti sampai rumah Ayah mandi dulu Dedek enggak boleh rewel ya."
"Iya," jawab Jingga. Gadis kecil itu mengerti ayahnya mau mandi.
"Twinkle twinkle little star Yah," kata Alesha.
"Nah coba kita nyanyi. Twinkle twinkle little star," Garo menuntun Jingga bernyanyi.
"Ingkel ingkel titel sal," dengan pedenya Jingga nyanyi. Garo terus saja mengajak Jingga bernyanyi hingga tiba di rumah.
Alesha langsung memasukkan makanan ke dalam microwave agar makan malam lauknya panas begitu pun makan malam Jingga.
__ADS_1
"Mas mau salat ya?"
"Kenapa?" Tanya Garo.
"Aku sudah risih Mas. Gatal. Aku mandi duluan ya?" Pinta Alesha.
Garo mengerti karena istrinya memang sedang kedatangan tamu, pasti nggak enak seharian nggak ganti baju. Tadi di rumah sakit memang sudah ganti pembalut tapi kan tetap istrinya merasa risih.
"Ya udah Bunda mandi duluan aku biar kasih maem adek dulu," Garo tahu Jingga juga masih ingin bersamanya.
"Ayo Dedek kita maem dulu sebelum Ayah mandi," Garo menyuapi Jingga lebih dulu.
\*\*\*
Garo mengecek ponselnya saat Jingga sedang menonton lagu anak-anak yang dia setel sambil menunggu istrinya selesai mandi dan membersihkan kamar mereka. Urusan kamar tidur pribadi memang sejak gadis Alesha tak membolehkan pembantu mengerjakannya.
Sekarang ranjang Jingga sudah ada di kamar Alesha. Bersisian dengan ranjang kedua orang tuanya. Yang penting saat ayah bundanya berperang Jingga tak terganggu goncangan gempa buminya.
Garo melihat laporan pompa bensin miliknya. Tiga pompa bensin itu dia rasa cukup untuk tabungan sekolah anak-anak hingga kuliah. Untuk dapur Garo alokasikan dari nursery miliknya dan dari rumah kost serta rumah kontrakan dia alokasikan untuk tabungan ibadah dan kesehatan.
"Sudah Yah, baju ganti di ranjang ya," Alesha membawa teh panas untuk suaminya.
"Terima kasih ya Yank. Dedek Ayah mandi dulu ya." Jingga yang dipamiti tak peduli karena sedang asyik menonton lagu anak-anak.
Garo mencuri ciuman di bibir istrinya sebelum berlalu.
__ADS_1
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN