JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
EJA?


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Bagaimana kondisi Leona pagi ini?" tanya Ririen pada Gerry. Sehabis salat Subuh Ririen bersikeras datang ke rumah sakit bawa sarapan buat Leona dan Gerry.



Tadi saat salat Subuh dia memang ngabari Gerry enggak usah cari sarapan karena dia akan antar kopi untuk Gerry.



"Bagus sih sepanjang malam dia nggak apa apa Mom."



"Leona demam kemarin itu hanya karena dia stress sebelum melahirkan aja. Dan sekarang sudah mulai membaik." Gerry menerima tas makanan yang dibawakan Ririen. 



"Itu kopimu dan susuu coklat Leona langsung minum. Mommy bawakan juga roti tawar dan madu. Kalau Ona kelaparan ada roti dan madu." Ujar Ririen.



"Tadi pagi dia diantar ke ruang bayi untuk menyusui Mom. Jadi bukan bayinya dibawa ke sini Mom. Jadi ibu yang bawa ke sana."



"ASI Ona lancar Mom. Alhamdulillah.  Terus baby B juga lebih banyak minum daripada baby A,"  kata Gerry, memberi laporan kepada ibu mertuanya.



"Baguslah karena berat badan baby B kan juga lebih kurang dari berat badannya baby A."



"Tadi Kak Icha pagi-pagi sekali sebelum dia praktek dan sebelum mommy kesini datang dan memberikan banyak instruksi pada dokter di sini Mom." Ririen tahu Icha semalam berangkat karena ada baby yang anfal. 



"Oh ya?"  kata Ririen. Saat itu Leona masih tertidur karena terlalu lelah.


\*\*\*



"Ayo Mas, cepat," pinta Alesha pada suaminya yang belum beranjak dari depan televisi.

__ADS_1



"Terus gimana dengan Jingga Yank. Kan enggak bisa dibawa ke rumah sakit." Garo masih tak berani meninggalkan Jingga terlalu lama.



"Enggak apa-apa, Jingga biar main dulu sama Mbak Dwi. Dia sudah nggak terlalu rewel asal kita kasih tahu aja. Lagian kan kita enggak akan seharian seperti kemarin. Nanti Mas video call aja jadi dia nggak terlalu rewel." Saran Alesha. 



"Ayo kita berangkat," ajak Alesha. Mereka pamit lebih dulu pada Jingga. Tak ada acara mereka sembunyi-sembunyi berangkat. Mereka sejak awal selalu pamit terbuka agar Jingga terbiasa menghadapi kenyataan.



"Eja?" Tanya Jingga dengan polos saat Garo pamit.



"Iya sayang, Ayah dan Bunda kerja dulu ya," pamit Garo.



"Salim dulu sayank," Garo mengulurkan tangannya untuk dicium Jingga. Dan tanpa menampik Jingga menerima uluran tangan Garo dan tak merengek. Jingga pun langsung memeluk Garo dan mencium pipi ayahnya tanpa diminta.




"Eja?" Tanya Jingga seakan bertanya *emang bunda juga mau kerja*? 



"Iyalah, Bunda juga kerja," jawab Alesha.



Mendengar kalau sang bunda juga akan berangkat kerja, maka Jingga mencium pipi Alesha sebagai bekal kerja.


\*\*\*



Garo dan Alesha segera menjemput Bu Ratna.



"Ibu bawa apa itu?" tanya Alesha melihat bawaan sang mertuanya.


__ADS_1


"Ini lho Nduk, kemarin Ibu bikin puding pas lagi banyak buah naga. Jadi ibu bikin puding buah naga."



Ibu Ratna memang sengaja beli buah naga untuk bikin puding dia juga membawa jus buah naga banyak dalam botol-botol kecil untuk semua yang nanti ada.



Alesha memperhatikan Ibu mertuanya sangat senang bila menengok bayi. Wajarlah karena memang Bu Ratna sama sekali takkan pernah bisa punya bayi.


\*\*\*



Ririen tak menyangka pagi ini ketiga besannya datang hampir bersamaan. Ibunya Garo, ibunya Liani dan juga mamanya Icha.



Ibunya Liani berangkat sekalian mengantar Fajri dan Liani ke bandara untuk berangkat honeymoon.



"Na, ini ada puding dan juice. Banyakin makanan berserat dan yang banyak gizi ya," Icha memberitahu Leona. Dia melihat puding dan juice yang bu Ratna bawa. Yang lain bawa nya buah utuh. Kalau keburu-buru memang juice atau puding solusi utama memenuhi kebutuhan serat.



"Kalau begitu besok itu buah dibawa pulang aja Na. Biar dibawa kesini dalam bentuk juice." Ririen memberi solusi.



"Iya Mom sisakan aja satu atau dua buah. Yang lain bawa pulang buat di juice saja. Aku boro-boro makan buah. Terlebih kalau baby B minta mimik. Dia lama dan rakus. Biasa aku sambil ngunyah kalau dia mimik," sahut Ona.



"Dulu daddy mu juga suapin Mommy setiap Mommy nyusuin. Karena langsung lapar saat memberi ASI dua bayi. Terlebih bayimu lelaki" Ririen mengerti semua itu.


\*\*\*



"Kamu hari ini jemput pak Iwan ya. Kalian kan sudah saling kenal, kalau pak Aris ( sopir Putra yang lainnya ), pak Iwan yang belum tahu," Putra menyuruh sopirnya untuk menjemput kedua orang tua Gerry di bandara. Malam ini kedua besannya akan tiba di bandara.



Dari bandara kedua orang tua Gerry langsung dibawa  menuju rumah sakit tempat Leona di rawat.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED


__ADS_1


__ADS_2