
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Kalau untuk kesehatan terlihat bu Leona semakin baik. Besok boleh pulang ya." Hari ini Gerry mendapat keputusan dokter kalau istrinya besok boleh pulang. Sekarang hari ketiga Leona ada di rumah sakit.
"Bagaimana dengan babies kami Dok?" Tanya Gerry.
"Kondisi pasti babies itu ditentukan oleh dokter anak ya Pak. Semua terpisah dari kebijakan saya sebagai dokter kandungan," jawaban bijak dokter membuat Gerry dan Leona tahu kalau Ona dan babies memang dibawah kebijakan yang berbeda.
\*\*\*
"Baby-nya belum bisa dibawa pulang Pak. Jadi ibu bisa pulang lebih dulu dan datang lagi saat memberi ASI," dokter yang didatangi Gerry menerangkan secara rinci. Gerry memang langsung mencari keterangan resmi saat akan membayar biaya administrasi Leona agar bisa segera membawa istrinya pulang.
Putra langsung mencari hotel atau penginapan terdekat dengan rumah sakit agar Leona tidak terlalu jauh bolak-balik.
"Ini ada penginapan berupa homestay bukan hotel dekat sini. Kalian mau ambil?"
"Buat apa Dadd?" Tanya Ona.
"Buat kamu stay di situ, enggak bolak-baliknya terlalu jauh ke rumahmu atau rumah Daddy. Ini nggak jauh, hanya di belakang rumah sakit. Kapan pun kamu bisa datang kesini."
"Hanya butuh lima menit kamu bisa kesini."
__ADS_1
"Iya ini jalan kaki aja kamu bisa loh, bagus juga buat kamu olahraga pagi."
"Ya udah aku ambil itu Dadd," Gerry langsung memutuskan.
\*\*\*
"Kamu jangan kurang asupan gizi ya. Kasihan baby twins," ujar Caroline.
"Iya Mi," sahut Leona.
"Nanti kalau baby sudah pulang, kalian bikin aqiqah sebelum mami dan papi kalian pulang ke Aussie." Perintah Ririen.
"Bikin di rumah Mommy aja, kalau di rumahmu kan kurang luas untuk pasang tenda. Masalah undangan temenmu nggak apa-apa yang penting tempatnya aja biar agak luas."
"Semoga aja baby A dan baby B juga bisa segera pulang seperti mamanya." Caroline berharap kedua cucunya bisa segera di bawa pulang. Besok menantunya bisa segera pulang.
\*\*\*
Leona menjalani hari-hari awal kehidupannya menjadi ibu baru. Pagi-pagi dia berjalan ke rumah sakit sambil cari sarapan berdua dengan suaminya. Sampai siang dia akan standby di rumah sakit.
Leona puas-puas memberi ASI pada kedua bayinya tanpa perlu melihat jam. Begitu keduanya lapar ya dia kasih saja.
Siang hari Leona pulang istirahat tapi tetap meninggalkan sedikit ASI untuk kedua bayinya.
__ADS_1
Leona tidur di kamar homestay setelah tidur dan beristirahat penuh, Ona akan kembali ke rumah sakit dari Ashar sampai sesudah magrib.
Leona kembali meninggalkan ASI untuk malam hingga pagi begitu seterusnya sampai lima hari kemudian baru ada perkembangan bayi boleh pulang dua hari lagi.
Jadi satu minggu setelah Leona diperbolehkan pulang.
'*Besok baby twins boleh pulang*,' itu pengumuman yang Alesha dan semua keluarga baca di group chat.
Leona mengirim chat kepada grup keluarga. Besok adalah hari ke-11 dari kelahiran baby twins.
'*Alhamdulillah. Bawa aja ke rumah yankkung. Kan Oma Opanya juga masih di sini*.' tulis Ririen.
'*Iya Mom aku juga emang mau bawa mereka kesana dulu karena ingin belajar dulu di rumah Mommy aja*,' tulis Leona.
Semua tentu bahagia dengan ada kepulangan baby A dan baby B.
Menyambut kepulangan baby twins Ririen tak berangkat ke rumah sakit. Dia mempersiapkan SDM di rumah juga ruang tengah untuk menyambut bayi-bayi Leona.
Dia mereposisi furniture di rumah. Sejak ada Tama tinggal di rumah ada satu ruang yang digunakan untuk ruang bermain Tama walau bayi kecil itu belum bisa bermain.
Secara mendadak Ririen membeli king size bed tanpa ranjang. Dia gelar disana untuk tempat baby twin saat siang. Dia juga membeli kelambu ukuran king size bed.
__ADS_1
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER