
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Ay yah," panggilan suara jernih Jingga menyadarkan lamunan masa lalu tentang awal kehadiran bidadari kecil ini buat mereka berdua.
"Iyaa little princess. Udah bangun?" Garo langsung menggendong dan mencium Jingga yang sekarang bisa memanggilnya Ayah bukan yayah lagi.
"Udah anun," balas Jingga.
"Mbak Dwi, nanti kamu jagain Dedek ya. Habis salat isya aku akan ke rumah sakit." Alesha sengaja akan kerumah sakit setelah semua selesai saja.
"Nanti dedek mau di boboin di mana Mbak mau di rumah sini atau di rumah belakang?"
"Di rumah belakang aja lah biar kamu ada temen nggak sendirian di sini." Jawab Alesha.
"Nanti kalau dia tidur aja sih aku berangkatnya, belum ada kabar dari rumah sakit kan?" Alesha bersiap makan siang.
"Ayok Yah, kita makan siang dulu." Alesha mengajak Garo pulang untuk makan.
"Mas Dwi, saya pulang dulu ya?" Di nursery memang ada pegawai lelaki yang bernama Dwi. Dia bekerja sejak Alesha SMA. Sekarang sudah punya anak tiga.
\*\*\*
"Mbak nanti dedek boboin sini juga enggak apa-apa," Dwi berkata sambil membereskan piring bekas makan majikannya.
"Enggak usah lah nanti malam-malam kamu harus pulang ke belakang sendirian malah bahaya," kata Alesha.
\*\*\*
"Bagaimana Dek udah mau lahiran?" tanya Alesha pada Leona sebelum dia berangkat habis salat maghrib.
Leona dan Gerry pending pulang menunggu khabar dari Leoni dulu. Mereka juga di rumah menemani mengawasi Tama dan sebentar lagi menjaga Jingga yang akan ditinggal ke rumah sakit juga.
"Belum Mbak agak lama. Sekitar satu atau dua jam lagi lah." Balas Leona.
"Ih itu mah bukan lama, ya wis Mbak titip Jingga ya. Kami meluncur ke rumah sakit sekarang."
__ADS_1
"Ya Mbak salam buat semuanya," kata Leona.
\*\*\*
"Bagaimana?" tanya Alesha setiba di rumah sakit. Saat itu di sana sudah full team.
Ada Iwan dan Caroline, Fajar dan Icha, Liani dan Fajri serta Putra dan Ririen. Yang tidak ada tentu hanya Leona karena dia dan Gerry menunggu baby twins di rumah.
Baby twins tak ada yang jagain kalau mereka ikut ke rumah sakit walau ada dua pengasuhnya tapi belum bisa dilepas begitu saja.
"Sudah masuk pembukaan 8," kata Ririen.
"Iya tadi aku tanya Ona. Kata Ona sekitar satu atau dua jam dari aku berangkat. Ya mungkin sekarang sekitar satu jam lagi lah," kata Alesha.
"Memang antara Leona dan Leoni punya keterikatan batin ya," kata Caroline.
"Iya kadang aku suka nanyain sesuatu hal yang berhubungan dengan Leoni pada Leona atau sebaliknya," jelas Ririen.
Tepat seperti perkiraan Leona baby C lahir setengah jam dari saat Alesha bicara tadi.
Cukup berat untuk ukuran bayi normal 3100 gr dan panjangnya 52 cm.
George langsung mengazani putri kecilnya.
Berada di depan ruang bersalin Garo ingat saat dia maju mundur untuk datang menjenguk Alesha yang baru melahirkan.
Bagaimana dia bingung mau kasih kado apa buat bayi kecil yang sebelum bertemu secara fisik sudah membuatnya jatuh cinta hanya karena melihat fotonya saja.
Lalu Garo ingat saat tiba di ruang rawat, dia datang berbarengan dengan ayah biologis sang bayi!
Garo ingat wajah Rezky saat itu. Rezky berwajah bulat, dan terlihat kurus dan lusuh walau Garo tau lelaki itu bukan orang kekurangan karena dia tahu harga setelan yang dikenakannya bukan barang yang berharga standar.
“Assalamu’alaykum,” sapa Garo dan Rezky berbarengan.
__ADS_1
Garo melihat semua yang di dalam ruangan terlihat terkejut. Terutama Echa saat melihat dirinya masuk bersamaan dengan Rezky.
Garo melihat Rezky minta izin pada Allesha “Boleh aku cium dia?” Dan sekarang Garo tahu itu adalah sentuhan pertama dan terakhir Rezky pada Jingga hingga akhir hayatnya.
“Silakan” jawab Alesha datar.
“Hai, selamat yaaaa,” Garo menyapa ramah dan memberikan bunga pada Alesha serta memberi salam.
“Wah jadi repot-repot Mas, tapi makasih, bunganya cantik,” balas Echa yang sudah duduk di ranjangnya.
“Dek, tolong taruh meja dong?” pinta Alesha pada Leoni, untuk meletakan bunga yang dibawakan Garo di meja makan ruang rawat itu.
“Sorry ya Mas, kemaren tu pas pulang dari acara selametan sebelum sampai rumah aku ngerasain air ketuban mulai keluar, jadi enggak sempat lagi balas chat,” Alesha lalu asyik ngobrol dengan Garo tanpa peduli pada Rezky sama sekali. Garo ingat saat itu Rezky sering memperhatikan mereka disela obrolannya dengn Ririen. Hanya Ririen dan Putra yang mau bicara pada Rezky kala itu.
Sampai datang Fajri dan temannya yang datang sehabis latihan musik
Garo ingat sesudah itu dia melihat keakraban kakak adik Echa. Sangat hangat. Kehangatan yang Garo tak pernah rasakan karena dia anak tunggal.
“Begitu itu kelakuan Alesha” jelas Ririen pada Garo yang terperangah melihat keakraban kakak beradik didepannya.
“Senang ya Bu, mereka bisa berbagi tawa dan canda, saya anak tunggal jadi enggak ada lawan berantem atau bercanda dirumah,” jelas Garo.
Garo pamit terlebih dulu. Dia menempelkan kado yang diambil dari saku celananya ketangan Alesha saat dia pamit.
“Aku pulang dulu ya, semoga cepat pulih jadi bisa cepat pulang.”
“Makasih lho mas Garo, nanti malam aku chat,” janji Alesha lirih, dia tak ingin yang lain mendengar kata-katanya. Dan dibalas anggukan oleh Garo.
Aaah Garo terbawa suasana ruang bersalin dan baru sadar ketika bahunya ditepuk istrinya.
"Ingat waktu jenguk aku pertama kali ya Mas," Alesha memang pernah diceritakan Garo saat suaminya maju mundur untuk masuk ruang rawat ketika dia baru melahirkan.
Garo bilang saat itu tak enak datang menyambangi "*istri orang*" padahal mereka "*jadian*" setelah Alesha resmi bercerai secara agama.
__ADS_1
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU