
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Alesa tiba di rumahnya Garo. Dia ketok-ketok tak ada yang keluar."
"Akhirnya malah ada tetangga Garo yang dengar. Tetangganya yang bernama bulek Ginah menyuruh Lesha masuk aja."
"Lesha mengajak bulek Ginah menemani masuk rumah Garo."
"Pintu depan rumah Garo tidak ditutup apalagi dikunci. Mereka dorong pintu lalu dikamar ibunya Garo mereka mendapati ibu Garo pingsan."
"Kita bisa bilang pingsan enggak ya Dadd?"
"Ya begitulah," kata Putra.
"Bulek Ginah mengguncang tubuh bu Ratna tapi nggak bisa bangun. Jelas dia bukan tidur kan kalau kayak gitu? Karena sudah diguncang nggak bangun juga."
"Saat itu Lesha langsung lari ke kamar Garo. Di kamar Garo, Alesha melihat Garo sedang tidur dengan seorang perempuan."
"Perhatikan baik-baik, Alesha teriak kaget keduanya nggak bangun. Bule Ginah yang mendengar teriakan Alesha nyamperin ke kamar Garo dan dia pun ikut teriak kaget."
"Alesha dan bulek juga teriak masa nggak ada yang bangun itu dua orang yang lagi tidur."
"Alesha bikin foto-foto Garo dan perempuan itu," lalu fotonya diforward lah oleh Fajar ke nomornya Liani dan Fajri.
"Sehabis membuat foto lalu Alesha lari ke kantor daddy. Mas ,Alesha, Daddy dan mommy diskusi disana."
"Saat itu Alesha memutuskan tidak akan melanjutkan pernikahannya dengan Garo. Mas sudah katakan itu jebakan orang yang ingin mereka pisah. Tapi Alesha tetap tidak mau dengar."
"Mas bilang sama Daddy dan Mommy biarin aja dulu sampai Alesha bisa cooling down."
__ADS_1
"Masalahnya traumanya dia kan teramat sakit. Itu awal cerita kenapa kalian hari ini dipanggil Daddy."
"Untuk selanjutnya biar Daddy yang bicara," Fajar membuka awal kejadian pada Liani dan Fajri yang masih tak percaya nasib buruk masih saja menghampiri Alesha.
"Oke terima kasih ya Mas Fajar udah buka pendahuluan. Daddy katakan pada kamu Liani dan Abang. Ini bukan soal uang."
"Buat kami, kalau uang harus hilang ya hilang saja. Sekali lagi Daddy tekankan ini bukan masalah uang. Tapi masalah traumanya Mommy!"
"Abang ingat saat Lesha akan melahirkan aja mommy stress sendiri karena ingat traumanya melahirkan tanpa ada suami. Apalagi sekarang saat Lesha kembali gagal menggapai bahagia."
"Sekarang bukan hanya Lesha yang jarus kita rangkul. Tapi juga baginda ratu!"
"Dia sedih Alesha harus gagal lagi walau belum gagal tadi Mas bilang mungkin penundaan. Jadi kita harus hibur keduanya."
"Sekali lagi Daddy tekankan ini bukan soal uang. Uang yang keluar bukan uang Daddy tapi uang Garo."
"Daddy mau minta tolong pada kalian berdua bisakah kalian mempercepat pernikahan kalian sesuai jadwal yang harusnya Alesha lakukan."
"Gedung masih bisa diubah layout-nya sesuai thema yang kalian inginkan."
"Catering masih bisa diubah menunya sesuai dengan pilihan kalian."
"Kalian hanya harus ngebut bikin undangan dan souvenir saja karena baju nikah kan tinggal jahit ukuran kalian kan?"
"Jadi bisa nggak kalian satu bulan ini mempercepat pernikahan?"
"Ini untuk membuat mommy nggak terlalu Down. Kalau ada kesibukan super padat dia akan sedikit lupa dengan kasus Alesha."
"Kasus Alesha biar Daddy dan Mas urus. Kalian dan mommy fokus pada pernikahan."
"Satu bulan ini Mommy akan spanning bila tidak ada kegiatan membuat dia terus menyesalkan kegagalan Alesha. Tapi kalau ada kegiatan padat mommy sedikit aman."
__ADS_1
"Tapi kalau kalian enggak bisa ya jangan dipaksa. Soal uang Garo yang sudah keluar semua masih bisa Daddy cover."
Fajri dan Liani berpandangan. Mereka, terutama Fajri tahu betapa lemahnya jiwa ibundanya sejak disakiti terus menerus oleh almarhum papanya. Fajri tak ingin Ririen kembali sakit.
"Kalau saya manut Dadd. Tetapi repotnya kan orang tua saya. Mereka kan masih ribet dengan hitungan tanggal, hitungan hari berdasarkan weton kami. Jadi saya nggak bisa memutuskan itu."
"Kalau saya pribadi harus nerima, saya nerima kok. Enggak masalah. Nikah sekarang pun saya nggak problem."
"Masalahnya ya itu tadi, orang tua kami itu nJawani. Jadi perhitungan tanggal weton dan segala macamnya itu dihitung njilmet."
"Oke Daddy terima alasan kamu."
"Abang gimana?"
"Abang ikut Liani. Kalau dia sanggup ya oke. Daddy tahu selama ini semua jiwa raga Abang itu buat mommy. Kalau mommy kayak gini Abang nggak rela. Abang akan hajar orang yang membuat Garo menjadi seperti ini."
"Abang yakin Garo itu cinta mati sama Alesha. Enggak mungkin Garo selingkuh. Enggak mungkin. Abang yakin nggak mungkin."
"Daddy juga tahu, kemarin dia langsung ke rumah sama ibunya sama pakdenya. Kalau Garo berbuat salah terlebih-lebih dibikin di rumah sendiri, enggak mungkin kan ibu sama pakdenya ke malam itu langsung ke rumah." Ujar Putra.
"Dan lagi kalau dia mau berbuat ngapain dia manggil Alesha," kata Fajri.
"Itu yang Mas bilang ke Alesha. Tapi Alesha udah nggak bisa buka mata."
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.

__ADS_1