
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
“Kurangi kegiatanmu dan mulai atur jadwal kerjamu, jangan terlalu sibuk dan capek karena sudah mendekati HPL ( hari perkiraan lahir ),” nasehat Ririen pada anak perempuannya saat mereka sedang menunggu Putra menebus vitamin yang diberikan dokter kandungan saat mereka habis periksa kandungan.
“Lagi nanggung Mom, gudang baru sudah selesai pembangunannya, dan minggu depan akan mulai isi barang, jadi aku banyak reposisi item dari gudang satu dan gudang dua juga biar gampang kalau nentuin letak barang,” jawab Alesha, dia memang pekerja keras seperti Ririen dan Putra. Kehamilan bukan membuatnya jadi malas-malasan
Saat dimobil BBM Alesha berbunyi, chat masuk dari Garo “Hallo pa khabar? Sudah melahirkan?”
“Hallo juga Mas, khabar baik. Belum melahirkan, ini baru aja pulang dari dokter dan kemungkinan kelahirannya akhir bulan November sih,” balas Alesha.
“Wah semangat ya, jangan kecapean, semoga selalu sehat,” balas Garo.
“Matur nuwun,” jawab Alesha, hanya tertanda read, tanpa dibalas lagi oleh Garo.
\*\*\*
__ADS_1
Gudang ke tiga sudah selesai diisi juga administrasi sudah selesai, karyawan pun sudah lengkap karena sejak satu bulan lalu Alesha sudah menerima karyawan baru, karyawan baru di mix dengan karyawan lama untuk mengisi tiga gudang yang dia miliki.
Hari ini Alesha dan Putra sengaja membuat selamatan untuk gudang baru. Tentu saja Ririen datang menemani Putra dan pak Galih datang ditemani bang Hilman karena mereka berdualah cikal bakal berdirinya supermarket bangunan Purwanagara.
Alesha memotong puncak tumpeng dan menyerahkannya pada kakeknya sebagai bakti penghormatan. Kemudian dia mengambilkan untuk uwaknya sedang daddy adalah urusan mommy nya.
Semua karyawan yang hadir dipersilakan makan. Sementara karyawan gudang lain dan supermarket mendapat jatah nasi kotak di cabang masing-masing.
Jam empat sore bang Hilman dan kakek langsung pamit hendak ke bandara karena pesawat mereka jam enam sore.
Jam lima sore Alesha dan Putra bersiap pulang sementara Ririen sudah menunggunya di mobil, karena dia tau pasti suami dan anaknya masih akan memberi instruksi pada para pegawainya.
Hari ini memang Alesha tidak membawa mobil sendiri, dia ikut mobil Putra, dan sejak minggu lalu Fajri melarang Alesha keluar membawa mobil sendiri mengingat HPL semakin dekat.
__ADS_1
Alesha sedang membalas pesan BBM dari Garo yang menanyakan apakah acara selametan gudang baru sukses.
Garo dan Alesha memang sering bertukar info kegiatan mereka, walau tak ada kata-kata suka atau yang menjurus pada perasaan sayang.
Garo sangat berhati-hati, dia tak ingin Alesha malah menjauh bila dia terlihat tidak nyaman dengan chatnya. Saat ini Garo hanya ingin menciptakan rasa nyaman buat Alesha atau yang biasa dia panggil ECHA agar beda dari yang lain.
“Alhamdulillah lancar Mas, kakek dan uwak sebagai pendiri supermarket juga datang tapi barusan langsung pulang ke Jakarta enggak mampir ke rumah” balas Alesha.
“Ya wis kamu rehat, *take care*,” balas Garo.
Langit sore berwarna jingga, Alesha sangat senang akan keindahan sang pencipta yang dilihatnya diluar jendela mobil daddynya. Dia melihat ada chat masuk lagi dari Garo, pandangannya kembali beralih ke ponsel ditangannya.
“Matur nuwun, ini sedang *on the way* pulang bareng daddy,” balas Alesha, baru saja dia mengirim chat tersebut dia merasakan cairan keluar dari daerah kewanitaannya.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
__ADS_1
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.