
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Hari Senin pagi, jam sembilan Alesha sudah bersiap untuk berangkat kerja, sejak pagi dia sudah mencuci bajunya juga baju Jingga serta masak nasi, biar nanti mbak Dwi yang akan memasak lauknya. Dia sudah membuat banyak juice yang dia persiapan untuk di bawa sebagai bekal juga disimpan di kulkas untuk dia minum sesudah pulang kerja nanti
Sebelum berangkat kerja dia meminta mbak Dwi membuatkan photo dia dengan Jingga
“Bunda kerja sebentar ya chantieqnya Bunda” pamit Alesha pada Jingga, dia ciumi pipi dan kening putri kecilnya. Saat itu ponselnya berdering, panggilan dari Garo.
“Ya Mas, Assalamu’alaykum,” sapa Alesha saat menerima panggilan telepon dari Garo.
“Wa alaykum salam. Jadi mulai kerja pagi ini?” tanya Garo lembut.
“Iya, ni lagi pamit ama Jingga, udah siap berangkat,” balas Alesha.
“Hati-hati ya sayank, jangan ngebut dan jangan ngelamun nyetirnya,” Garo mewanti-wanti kekasihnya.
Sejak hari Sabtu kemarin Alesha sudah tau perasaan Garo karena Garo menyebutnya sayank saat Alesha menangis dipelukannya, dan saat pamit sehabis makan pun mereka tau kalau mereka resmi jadi sepasang kekasih.
**FLASH BACK ON, ALESHA POV**
Aku ngerasa nyaman ada dalam pelukannya. Aku pernah punya suami dan entah berapa puluh kali dalam pelukan suamiku, tapi kenapa rasa hangat yang kurasakan dari pria bernama GARO HIMAWAN YUSUF ini sangat berbeda?
Saat Garo memelukku ketika aku menangis. Aku tau ada yang salah dalam kehangatan ini. Dia makin mengeratkan pelukannya.
“Jangan nangis sayank, Mas jadi ikutan sedih kalau kamu gini,” ucapnya lembut, lalu dia mengecup puncak kepalaku.
__ADS_1
Dia bilang sayank padaku, apa aku salah bila mempunyai sosok baru padahal secara hukum aku belum resmi bercerai dengan Rezky.
Dan rasanya terlalu cepat aku kembali membuka hatiku untuk orang baru. Bagaimana bila aku kembali disakiti, lebih-lebih saat ini statusku adalah ibu seorang anak, bukan gadis lagi. Mana mungkin ada seorang pemuda yang tulus mencintaiku.
Namun tanpa sadar aku membalas pelukan Garo yang membuatku merasa nyaman. Rasa nyaman ini pernah aku rasakan pada pelukan Rama, ketika kami di arena camping mahasiswa baru saat api unggun dulu.
Dekapan Rama juga hangat dan menenangkan, sayang aku begitu bodoh bisa dikelabuhi oleh jebakan Rezky yang aku ketahui setelah Rezky melamarku pada mommy dan daddy.
“Cukup nangisnya, kamu enggak boleh sedih karena akan membuat kualitas ASI mu enggak bagus."
"Kita enggak mau 'kan Jingga enggak dapat yang terbaik?” tanya Garo lembut, setelah dia menyibakan rambut yang menutupi wajahku serta menengadahkan wajahku sehingga kini kami saling bertatapan.
Aku hanya menjawab dengan anggukan. Aku pasrah ketika dia mencium keningku dengan lembut.
“Mas minum sedikit dulu juice nya, aku atur meja makan,” aku berupaya melepas pelukan Garo.
“Mas, lepas dulu” aku merengek karena dia tetap tak ingin melepaskan pelukannya dipinggangku.
“Janji dulu enggak ngambeg an,” goda Garo membuatku malu.
“Ih, lepas ah, nanti jadi lama kan kita makannya,” balasku. Aku tak enak walau merasa nyaman.
Dia mencium keningku lama lalu mencuri ciuman singkat di bibirku kemudian baru melepaskan pelukannya. Sebelum berlalu kucubit perutnya karena dia mencuri ciuman di bibirku.
“Sakit Bund,” dia meringis saat aku berlalu.
__ADS_1
Kami makan sambil ngobrol, dia bilang besok pagi sehabis subuh dia akan berangkat dan dia janji akan selalu mengabarkan semua aktivitasnya. Aku malah *speechless*. Lelaki yang baru menjadi kekasihku akan melaporkan semua aktivitasnya. Sedang dulu Rezky sejak awal jadian hingga kami menikah tak pernah merasa aku harus mengetahui semua kegiatannya. Malah dia selalu menyembunyikan semua aktivitasnya karena dibelakangku dia kan bermain api.
“Besok habis subuh Mas berangkat berdua Ampi, do’a in ya?” katanya dengan penuh harap.
“Ya, Mas hati-hati aja,” jawabku.
“Pastilah Mas bakal hati-hati biar bisa cepet ketemu yayank lagi,” jawabnya dengan pasti.
“Wooooow, keren dong punya yayank,” kataku tanpa berpikir yang dia maksud yayanknya adalah diriku.
“Pasti keren dong, walau yayanknya suka ngambeg,” godanya. Aku baru sadar ternyata yang dia maksud adalah diriku.
“Ih kepedean, siapa yang mau jadi yayankmu!” balasku sambil minum air putih karena aku sudah selesai makan.
“Serius aku patah hati kalau kamu bilang gitu,” katanya sambil menatap mataku dalam. Ada keseriusan dalam matanya kali itu.
“Apaan sih Mas?” kilahku, aku tak nyaman dia menatap mataku dengan tusukan tajam seperti itu.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.
__ADS_1