JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
KEJEBAK


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Kami sebagai keluarga barunya merasa kecolongan atas perilaku anak laki-laki Bapak dan Ibu. Dan mohon maaf kami langsung *to the poin* ke persoalan karena kami bertiga tak bisa basa basi,” jelas Putra tegas dan pasti.



“Maksud besan apa ya?” tanya pak Malik bingung. 



“Selain Alesha, apa Rezky punya istri lain?” tanya Fajar dengan penuh penekanan.



“Enggak ada Mas, kami hanya satu kali melamar perempuan sebagai istri Rezky  dan memang hanya Alesha yang pernah dia kenalkan sebagai pacarnya.” 



“Sebelum Alesha dia tak pernah membawa perempuan ke rumah untuk dikenalkan sebagai calon istrinya. Dan sesudah menikah pun dia tak pernah berbuat buruk membawa perempuan ke rumah ini” jawab pak Malik.



“Tak bawa perempuan ke rumah tapi bawa banyak perempuan ke ranjang ya Pak,” Fajri menyela dengan geram.



“Bang sabar,” pinta Putra pada Fajri.



“Maksud mas Fajri apa?” tanya bu Fatmah yang tak suka anaknya dituduh tidak benar. Intonasi suaranya terlihat dia sangat tak terima anaknya di diskredit oleh Fajri.



“Bapak dan Ibu maaf. Sekarang dimana Rezky?” tanya Fajar masih bersabar.



“Ya tentu dirumahnya, karena dia tidak bilang akan kesini” jawab bu Fatmah dengan ketus.



Fajar mengambil telepon genggamnya dan memencet nomor Rezky dan dia speaker biar semua dengar. “Mohon semua diam,” perintahnya saat menunggu Rezky menjawab panggilannya.



“Assalamu’alaykum Mas,” sapa Rezky dengan sopan.

__ADS_1



“Wa alaykum salam. Gini De, ini Alesha ada dirumah mau nginep, apa benar sudah izin kamu sebagai suaminya?” pancing Fajar.



“Iya Mas, tadi pagi aku sudah kasih izin koq” jawab Rezky dengan jujur.



“Oh ya sudah, kamu kesini kan, aku tunggu buat main PS bareng Abang,” Fajar masih mencoba bersabar.



“Wah aku sudah dirumah abi, aku akan nginep sini Mas, karena abi sedang sakit, baru aja aku antar abi ke dokter,” jawab Rezky lagi tanpa tahu dimana Fajar saat itu.



“Wah, harusnya kalau abimu sakit, Alesha juga nginep sana, bukan hanya kamu. Ya sudah salam hormat untuk abi mu ya, bilang semoga cepat sehat, sebentar daddy mau ucapin salam juga buat abimu,” Fajar mendekatkan HPnya ke Putra.



“Assalamu’alaykum *Son*, sampaikan salam Daddy dan mommy untuk abimu ya, semoga beliau cepat sembuh,” Fajar langsung menutup sambungan pembicaraan sebelum Rezky menjawab pesan Putra. Dilihatnya bu Fatmah sudah menutup mulutnya dan terisak.



“Itu kebohongan yang jelas anak anda lakukan, dia bilang baru pulang mengantar anda ke dokter. Dan ini bukti kebohongan lainnya,” Putra menyerahkan dua lembar kertas photo copy-an kartu periksa rumah sakit yang menyangkutkan nama Rezky Kurnia Malik sebagai suami dan bapak dari pasien yang tertera disana.




“Saya tak tau ada berapa puluh perempuan lagi yang data nya tak kami ketahui atau bahkan hanya sekedar teman buang \*\*\*\*\*\* dari anak anda,” sekarang suara Putra sudah bernada sinis.



“Atas nama anak saya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” akhirnya setelah lama tak ada yang berbicara, bu Fatmah Bawazir Malik memberanikan diri meminta maaf pada keluarga besannya.



“Maaf yang anda ucapkan tak akan mungkin membasuh luka hati anak perempuan saya apalagi ibunya yang sangat terluka karena anak gadis yang dia percayakan pada anak anda dibuat sebagai keset kaki oleh putra anda.” 



“Jadi saya sebagai orang tua Alesha memutuskan hubungan pernikahan Alesha dan Rezky segera diakhiri saja. Surat cerai akan diurus oleh Fajar sebagai ahli hukum satu minggu setelah Alesha melahirkan. Kami pamit,” Putra langsung berdiri diikuti oleh kedua anaknya.


\*\*\* 



“*You are so sweet*” desah Rezky saat dia selesai menembakan cairan bukti kejantanannya pada perempuan dibawahnya. Tubuh keduanya tanpa busana dan penuh peluh. Diciumi bibir tebal perempuan yang sekarang mulai bisa mengimbangi permainan panasnya walau mereka baru melakukannya dua hari ini. 


__ADS_1


Kemarin pagi Rezky baru berhasil membobol pertahanannya dikamar kost gadis itu saat Rezky menjemput untuk mengantarnya bekerja, dan sejak pagi tadi entah sudah berapa kali dia melakukannya tanpa bosan. 



Rezky tak  kerja dan malam ini mereka akan menginap di penginapan murah ini karena Alesha tidak akan pulang jadi dia bisa nginep dengan Shinta, gadis manis yang baru dikenalnya saat dia beli pulsa di *counter* dekat *showroom* tempatnya bekerja.



“Kanda beneran akan menikahiku kan bulan depan?” rengek Shinta sambil masih terengah akibat pergulatan panas mereka, saat ini bahkan jagoan kecil Rezky masih berada dalam tubuhnya.



“Iya dinda, tunggu waktu kerjaku kosong kita ke kampungmu untuk melamarmu ya,” bujuk Rezky, dia mulai merasakan si kecil miliknya kembali mengeras karena Shinta bergerak-gerak dibawah tubuhnya. 



Namun didengarnya HP nya berdering. Dilihatnya nomor HP abinya memanggil. Diperlihatkannya nama pemanggil pada Shinta dan dia meletakan telunjuknya dibibir Shinta, dan dikecupnya bibir Shinta sekilas sebelum dia menerima panggilan telepon abinya tersebut.



“Assalamu’alaykum Bi,” sapa Rezky, sambil tangan kirinya memainkan bukit kembar Shinta.



“Kamu dimana?” balas sang abi tanpa membalas salam dari Rezky.



“Dirumahku lah Bi, dimana lagi sudah semalam ini,” jawab Rezky santai dan cengar cengir karena melihat Shinta menahan desah akibat permainan jemarinya.



“Tadi waktu Fajar telepon kamu bilang habis antar abi ke dokter dan berada disini, di rumah abi. Sekarang abi telepon kamu bilang di rumah. Yang benar kamu dimana?” desak pak Malik.



Rezky langsung berdiri, otomatis bedil kecilnya tercabut dari sangkar milik Shinta. Dia kaget karena abinya mengetahui kebohongannya. “Abi kata siapa?” pelan Rezky bertanya.



“Enggak kata siapa-siapa. Fajar dan pak Putra menghubungimu didepan abi dan umi dirumah kami” pak Malik langsung mengakhiri sambungan telepon tersebut.



Rezky terduduk lesu. Dia belum tahu kalau selain kebohongan malam ini, mertuanya juga sudah membeberkan aibnya yang lain pada kedua orang tuanya. “Maaf, abi ku sakit, kanda enggak jadi nginap malam ini, kamu enggak apa-apa kan sendirian, kamar ini sudah kanda bayar, jadi kamu keluar besok aja enggak apa-apa. Bahaya untukmu pulang tengah malam kembali ke kamar kostmu.”



Rezky langsung memakai baju dan membawa ranselnya keluar kamar tanpa memberi cium perpisahan pada Shinta. Dia sangat takut kemarahan abi dan uminya. Dia tak takut kemarahan Alesha yang dia pikir bisa diatasi dengan mudah. Rezky yakin Alesha tak akan memukulnya dengan kehebatan karatenya karena saat ini perempuan itu sedang hamil. Pasti Alesha akan lebih mengutamakan keselamatan bayi mereka.


\*\*\*


***Ditunggu komen manisnya ya***.

__ADS_1


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.


__ADS_2