JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
CINTA SEGITIGA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kok cepet Mas," kata Alesha melihat Garo sudah kembali.



"Kantin di bawah, di situ ada sedotannya enggak muter-muter." Garo langsung cuci tangan.



Dia membuka bungkusan nasi yang dia beli tadi. Garo hanya membeli satu bungkus nasi. Dan lauk tambahan dua bungkus kecil.



Garo membeli satu bungkus nasi ayam bakar lalu dia tambah dua potong rendang dan tiga buah perkedel yang dibungkus terpisah.



Garo mendekat pada Alesha.



"Aaa," katanya minta Alesha membuka mulutnya.



Alesha pun menurut. Dia makan disuapi oleh Garo.  Mereka seperti biasa satu bungkus berdua bukan satu piring karena nggak pakai piring. Satu bungkus berdua lauknya aja yang banyak. 



"Mau tambah nggak?" 



"Kan udah abis tambah apa?" kata Alesha.



"Ya kalau masih lapar Mas beliin lagi."



"Nggak kok aku dari tadi kan juga udah berhenti nasinya," tolak Alesha.



"Kirain masih kepengen makan."

__ADS_1



"Cukup," Alesha mengambil tissue basah untuk membasuh mulutnya. Pasti bau amis kan. Alesha pun menuang jus yang baru beli ke gelas yang memang di bawain tadi ama Mbak Dwi.



Mbak Dwi juga bawain banyak kopi instan sachet, su5u kopi sachet, gula sachet juga sereal sachet dan mie gelas. Semua memang request Alesha karena dia tahu di ruangan ada dispenser air panas.



Semua itu Alesha persiapkan bila dia nunggu di rumah sakit sendirian. Dia tak tahu bakal ada Garo datang.


\*\*\*



"Kamu nggak tidur?" tanya Garo 



"Enggak bisa," jawab Alesha.



"Kita bicara please," pinta Garo.



"Mas gimana kalau kita bicaranya nanti sesudah Jingga sembuh?"




"Aku bukan nunda bicara Mas." Belum selasai kalimat Alesha, Garo sudah menyambar.



"Tetapi kamu mau nolak Mas kan? Mas udah tahu kok kamu batalkan pernikahan kita. Mas terima dan enggak  marah."



"Mas cuma mau kepastian aja, kamu BATALKAN pernikahan kita atau kamu MENUNDA pernikahan kita."



"Itu aja yang Mas pengen tanya sekarang."



Alesha diam di todong seperti itu. Alesha ingat ancaman Fajar dan Fajri padanya dan dia juga tahu konsekuensi dia pisah dengan Garo bukan hanya keluarga besarnya aja yang sakit tapi putri semata wayangnya juga hancur.


__ADS_1


Satu minggu ini Jingga hanya menjerit-jerit mencari Garo dia tak ingin Jingga terluka lagi. Tidak akan pernah!



 Alesha sudah melukai Jingga seperti ini. Alesha  ingat tadi pagi saat Jingga ditusuk untuk infus saat jarum menusuk untuk dipasang infus teriakan Jingga adalah **Yayaaaah**!



Jingga membuat dia patah hati Alesha patah hati saat Jingga di tusuk jarum untuk diinfus.



 Alesha berjanji tak akan lagi melukai Jingga. Alesha berdiri dan langsung berjalan cepat ke arah Garo.



Alesha memeluk lelaki itu "Maafin aku ya, maafin aku," pinta Alesha tulus.



"Enggak apa-apa kamu nggak salah," kata Garo.



"Siapa pun perempuan yang melihat seperti itu pasti marah. Mas ngerti, Mas ngerti."



"Mas cuma minta kamu jangan lukai diri kamu. Jangan lupain diri kamu!"



"Itu aja yang Mas minta nggak apa-apa kamu tunda, Mas nggak marah."



"Mungkin  memang kita belum seharusnya bersama tapi jangan dibatalin!"



"Kamu tahu cinta Mas dan cinta Jingga itu sama. Jingga cinta ke Mas sama dengan Mas cinta ke kamu. Kita bertiga nggak mungkin dilepas kita bertiga nggak mungkin bisa berpisah," kata Garo. Alesha mengangguk.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.

__ADS_1



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1680098207507.jpg)


__ADS_2