
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Alesha langsung focus pada kerjaannya, dia meletakan ponsel di meja agar bisa tau bila ada telepon karena dia was was meninggalkan Jingga untuk pertama kali di rumah. Tadi saat baru tiba kantor dia langsung telepon mbak Dwi, ternyata Jingga belum bangun sejak dia tinggal.
Diminumnya juice mangga yang dia bawa dari rumah, dia sengaja membawanya dengan botol bekas air kemasan ukuran 600ml. Didengarnya notifikasi BBM dari nomor special.
Dibaca dulu chat Garo yang menyatakan hari ini dia sudah selesai hunting dan nanti malam akan kembali ke Jogja, karena sore nanti akan kongkow dulu dengan teman-teman komunitas pecinta anthurium Solo raya.
Tanpa membalas chat tersebut Alesha kembali focus dengan kerjaannya, tapi rupanya hal itu membuat Garo penasaran mengapa chatnya sudah dibaca tapi tak dibalas kekasihnya.
Alesha memanggil manager pemasaran supermarket saat Leona datang. Tadi memang Leona sudah berjanji akan menemuinya di sini.
“Sebentar Kak, Mbak ngobrol masalah kerjaan kantor dulu baru kita ke cafe ya,” Alesha meminta waktu dulu pada adiknya untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum dia ngobrol dengan Leona.
\*\*\*
“Kenapa Kakak pengen ketemu Mbak disini? Kenapa kita enggak ngobrol dirumah aja?” tanya Alesha pada adiknya.
Jangan bingung dengan panggilan KAKAK untuk Leona sang adik ya, ada di novel sebelumnya yaitu WANT TO MARRY YOU.

“Enggak bisa ngobrol di rumah Mbak, ada mommy dan pastinya ada ade,” keluh Leona kesal.
“Emang ada masalah apa sampai kamu enggak mau mommy dan ade tau kalau kamu ceritaan ama Mbak?” Alesha memakan sosis solo yang telah terhidang.
__ADS_1
“Aku kemaren melihat Ade jalan ama Gerald Mbak,” Leona mengawali ceritanya. Dia baru dekat dengan Gerald yang dia panggil Gerry ( baca Jerry ya ) sejak minggu lalu.
“Mbak tanya, kalau benar itu Gerry, lalu kamu mau gimana? Marah ke ade atau tanya langsung ke Gerry dia milih yang mana? Apa selama ini Gerry tau kamu punya kembaran sehingga mungkin saja dia pikir ade adalah dirimu?” selidik Alesha.
“Aku belum pernah cerita tentang keluarga Mbak, kami baru dekat seminggu ini sejak aku masuk team dia di senat, dia sekretaris senat, dan selama ini aku enggak pernah liat dia dekat atau pacaran karena teman-temannya bilang Gerry emang belum pernah pacaran.
Saat mereka sedang asyik bicara, ponsel Leona tidak berhenti berisik dengan notifikasi panggilan mau pun PING.
“Kembali ke pertanyaan Mbak tadi, kamu mau marah ke ade atau tanya Gerry siapa yang dia pilih? Karena Mbak yakin ade juga enggak tau kalau yang jalan dengannya kemarin adalah laki-laki yang sedang dekat denganmu karena kamu belum pernah cerita ke ade dan kamu juga belum kasih tau tentang ade ke Gerry,” desak Alesha pada Leona.
“Saran Mbak, besok ajak Gerry untuk kenalan dengan ade, kamu liat wajah mereka, kalau memang mereka saling kenal dan saling suka, kamu tanyakan pada keduanya maunya apa, dan saran Mbak, baik kamu mau pun ade sebaiknya enggak usah melanjutkan hubungan bila memang mereka saling suka. Karena sampai kapan pun sakit yang kalian rasakan akan terus terjadi bila kalian pernah suka pada orang yang sama lalu orang tersebut jadi pasangan salah satu dari kalian,” nasehat Alesha pada adiknya. Dia tak menyangka Leona yang galak dan tomboy bisa luluh lantak saat orang yang mulai dikasihinya kemungkinan terlibat asmara juga dengan adik kembarnya.
Leona langsung menghubungi adik kembarnya, memintanya bertemu besok di cafe supermarket yang dimiliki Alesha.
“Makasih yo Mbak, dan maaf sudah ganggu waktu kerja Mbak hari ini,” Leona sedikit tenang setelah mendapat saran Alesha barusan. Baru saja Leona selesai bicara, ponsel Alesha berbunyi.
“Ya Mas Assalamu’alaykum,” sapa Alesha.
“Wa alaykum salam. Kamu masih di kantor? Ini sudah jam makan siang, katanya kamu ke kantor cuma dua jam an,” cecar Garo
“Ya kan enggak dua jam pas Mas, lagian sejak tadi aku enggak kerja, ada Leona ke kantorku jadi sekarang kami masih di cafe,” jelas Alesha.
Garo sadar, bila di cafe artinya Alesha ngemil, tidak kelaparan. Dan dia yakin Gita tak akan minum aneka kopi, tapi untuk memastikan dia bertanya karena ini adalah hari pertama Alesha keluar rumah. “Yayank bawa juice kan? Enggak minum kopi kan?” desaknya.
__ADS_1
“Ya pastilah aku enggak minum kopi, aku bawa juice super banyak koq, enggak perlu kuatir. Mas sendiri enggak makan mie rebus kan?” Alesha membalas pengawasan jarak jauh pada Garo.
“He he he, enggak lah Yank, tadi makan siangnya soto, pagi makan jenang gudeg,” lapor Garo.
“Ya wis aku putus ya, aku mau pulang,” Alesha pamit hendak pulang
“Hati-hati ya Yank, kalau sudah sampai rumah kabari Mas,” pinta Garo.
“Cie cie cieeeee … udah ada yang posesive aja nih,” goda Leona, dia memang tau kalau antara mas Garo dan mbak nya ada jalinan kasih sejak mereka pakai baju senada di akikah an Jingga walau saat itu mbak Alesha tak mengakuinya.
“Apaan sih kamu Kak,” Alesha tersipu malu saat mendengar adiknya menggodanya.
“Kamu pulang bareng Mbak atau bawa motor?”
“Aku bawa motor Mbak” jawab Leona. "Kalau Mbak mau pulang duluan aja, aku ngabisin kopi dan cemilanku."
“Ya wis mbak duluan ya, pabrik ASI udah bengkak nih. Karena ini hari pertama keluar rumah, dan Mbak mau mampir beli car seat,” Alesha segera menuju ruangannya karena dia tidak bawa tas nya ketika keluar tadi.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.