JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
TAK ADA TUNTUTAN DARI KAMI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Alhamdulillah sudah sampai rumahYank, kayaknya kita harus rubah jadwal deh atau rubah planning." Garo meletakkan putri mereka pelan dan hati-hati di kasurnya lalu dia tutup pagar ranjang. 



Mbak Dwi menurunkan barang mereka dari mobil dan Alesha langsung memasukkan makanan yang mereka beli ke kulkas dan freezer.



"Jangan kecapean Yank."



"Aku hamil bukan sakit lho Yah," Alesha mengingatkan Garo.



Tadi sepulang dari hotel mereka mampir super market untuk beli sussu ibu hamil. Dan Alesha sekalian belanja kebutuhan dapur lainnya.



"Tadi Mas bilang apa?"



"Berkaitan dengan kehamilanmu, semua harus kita tata ulang dan jadwal ulang."



"Maksud Mas gimana?"



"Misal soal mbak Dwi. Kan awalnya kita bilang dia disini aja. Enggak perlu ke rumah baru. Dia jaga Jingga aja disini kalau kita datang. Nah pas sekarang, apa kita enggak butuh buat di rumah?"



"Di rumah, pekerjaan yang  berat kerjaan apa sih?" tanya Alesha.



"Rumahnya besar lho Yank."



"Oke besar,  apalagi?"



"Aku nggak wajib masak kan?  Kita bisa bawa masakannya Mbak Dwi dari rumah buat makan malam, itu gampang sudah terselesaikan."


__ADS_1


"Nyuci baju setrika ke laundry aja."



"Ayah bisa nyuci nggak usah laundry." Ujar Garo.



"Ribet, nyuci gampang lalu siapa yang mau urus jemuran  dan nyetrikanya?  Paling kita cuma cuci pakaian dalam aja."



"Baju dedek biarin cuci di Sedayu. Apa lagi yang jadi alasan harus bawa mbak Dwi?"  tanya Alesha santai.



"Kita belum perlu nambah orang buat di sini atau di rumah. Kalau pun nambah orang nanti kalau hamil udah  agak gedean aja."



"Mungkin aku hanya sesekali ke Nursery-nya. Pokoknya kita buat happy aja deh Yah."



"Jadi gini aja, tiap pagi Ayah drop kamu nanti Ayah pulang jemput kamu. Bunda nggak boleh bawa mobil sendiri. Kalau kemarin kan kita bilang Bunda mau bawa mobil dan Ayah bawa motor seperti dulu lagi,  sekarang kita ubah."



"Biar Ayah yang bawa mobil Nanti motornya biar di Sedayu Ayah ke Kaliurang pakai motor,  pulang jemput lagi motor taruh lagi di Sedayu kita pulang bawa mobil, gimana?"




Alesha merasa kehamilan ini sangat beda. Dulu tahu istrinya hamil Rezky datar aja. Enggak heboh beli susuu dan atur jadwal. Tidak melarang bawa mobil dan segala macam larangan yang Garo mulai lancarkan.



Nyuci baju pakai mesin apa beratnya sih?



Masak seberapa berat sih?



Nyetir emang berat?



Tapi semua itu dibatasi oleh Garo.  Dia tak membolehkan istrinya melakukan semua itu dengan alasan nanti capek.


\*\*\*



Sampai saat ini Liani belum hamil sudah tujuh bulan pernikahan mereka.

__ADS_1



"Kamu nggak usah kecil hati,"  kata Ririen.



"Dulu Mommy juga seperti itu saat belum hamil si kembar. Pernikahan kami sudah masuk lima bulan dna Mommy belum juga hamil.



"Mommy tertekan. Buat Momny sebenarnya itu nggak apa apa maksudnya Mommy sudah punya anak tiga. Harusnya Mommy nggak perlu dong punya beban tapi Mommy ke beban karena takut dikira enggak mau punya anak dari daddy!"



"Daddy bilang, Mommy enggak perlu ke beban, karena dia merasa kami sudah ada tiga anak. Enggak nambah pun bukan masalah buat dia. Tapi tetap aja Mommy kepikiran omongan orang."



"Akhirnya nenek marahin  Mommy, buat dia dan keluarganya, enggak tambah anak pun enggak apa-apa karena daddy sudah ada tiga anak dari  Mommy. Dari situ baru Mommy merasa tenang. Akhirnya bisa hamil si kembar."



"Tapi kan aku beda Mom, aku sama Abang sama-sama belum punya anak," sanggah Liani.



"Ya, kamu belum punya. Tapi kamu harus ingat, kami keluarga Fajri enggak mengharuskan kamu punya anak. Jadi kamu harus tenang. Jangan kebeban."



"Dan nggak perlu takut, kalau kamu takut semakin kamu stres nggak akan pernah bisa tenang. Tenang itu berpengaruh terhadap pembuahan," kata Icha.



"Hadapi semua pertanyaan orang dengan jawaban ringan. Jangan masukin ke hati! Kalau ditanya kok belum hamil? Jawab aja masih  mau pacaran, gitu aja."



"Enggak usah kamu bawa ke pikiran, itu akan mengganggu."



"Kalau aku dulu memang aku tunda kan sampai selesai spesialis. Kalau  kamu ya udah gitu aja jawabannya. Kami memang masih mau pacaran dulu."



"Iya juga ya Kak."



"Semakin kamu tenang kamu akan semakin siap menerima benih," nasihat Icha lagi.



"Baik Kak, dan terima kasih Mom," Liani tenang karena keluarga suaminya tak mengejar punya momongan.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

__ADS_1



__ADS_2