JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
BUKA PUASA SETELAH ENAM BULAN TIDUR BARENG


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Alesha kaget masuk ke rumahnya sudah penuh rangkaian bunga sejak ruang tamu. Kejutan dia dapat di kamarnya. Kamar pengantin!



Kamar dan kasur benar-benar layaknya kamar pengantin baru dengan dekorasi sangat mewah.



Alesha langsung membuat video dan beberapa foto kondisi kamarnya saat ini. 



"Wooow," Garo juga kaget. Tadi masuk rumah dia langsung meletakkan Jingga di kamarnya lebih dulu karena dia pikir kamar mereka masih berantakan, jadi Jingga ditaruh di kasurnya agar dia tak terganggu saat Garo beberes rumah.



"Mas aku boleh bicara dulu nggak?" setelah mereka ganti pakaian buat tidur Alesha minta waktu bicara.



"Kenapa? Apa selama ini Mas larang kamu bicara?" tanya Garo.



"Kalau kita tunda momongan gimana Mas?" Tanya Alesha ragu.



"Enggak apa-apa. Tapi Mas boleh tahu apa alasannya?"



"Biar gimana pun aku tahu Mas juga pasti pengen punya anak sendiri." Alesha belum melanjutkan kalimatnya Garo langsung memutus.



"Satu kali lagi kamu ngomong gitu aku marah loh. Momongan sendiri maksudmu apa? Jingga itu anak kita!" Garo berkata pelan dan lambat agar Alesha mengerti apa yang dia katakan.



"Jangan pernah bilang kalau Jingga bukan anakku."



"Soal penundaan momongan Mas setuju, tapi kata-katamu yang mengatakan Jingga bukan anak Mas itu Mas sangat nggak setuju."



"Iya maaf, maaf, aku minta maaf soal kata-kata tadi," kata Alesha. Di hari pertama pernikahan aja dia sudah membuat kesalahan fatal.

__ADS_1



Garo tak menjawab permintaan maaf Alesha, dia hanya memeluk istrinya lembut.



"Tapi gimana mau menunda kalau kita belum persiapan sama sekali?" Ujar Garo.



"Enggak apa apa kok. Aku sudah masuk masa tidak subur. Tiga atau empat hari lagi kemungkinan aku sudah kedatangan tamu bulanan.  Jadi nggak perlu takut."



"Habis itu baru kita ke dokter kandungan untuk program pencegahan."



"Boleh ya Mas?"



"Boleh sangat boleh. Mau nunda berapa lama?" tanya Garo.



"Lima bulan." kata Alesha.




"Makasih ya Mas. Aku mau tuntasin kasih ASI Jingga dua tahun. Lima bulan lagi kan pas dia dua tahun." Alesha berpikir takut kandungan terganggu bila dia masih memberi ASI. Kasihan Jingga juga belum dua tahun harus putus ASI.


\*\*\*



"Terima kasih Yank." Ucap Garo setelah mereka selesai melakukan ibadah penyatuan.



"I love you Mas," masih tersengal Alesha memeluk tubuh naked suaminya.



"I love you too," kata Garo. Itu adalah malam pertama mereka walau selama ini tidur bersama.



"Jadi Mas cuma dapat jatah tiga hari? Habis itu libur?"



"Ih apaan sih." kata Alesha sambil memeluk tubuh suaminya lebih erat.

__ADS_1



Mendapat perlakuan seperti itu tentu adik kecil Garo kembali bereaksi.



"Stop dulu ah capek,"  tolak Alesha.



"Ih baru sekali udah capek," tak menanggapi penolakan istrinya, Garo terus melanjutkan serangan ulang.



"Jangan sekali lah nggak kasihan apa baru dapat sekali mau libur lagi hari ke-4."



"Sudah nggak usah dipikirin liburnya dulu," kata Alesha.



"Habis kamu sih udah kasih pengumuman tadi di awal."



"Ya kan memang kenyataan, katanya mau ngomongin semuanya secara detail.  Daripada harus pakai sarung."



"Pakai sarung nggak enak ya Yank?" Tanya Garo.



"Mana aku tahu?" Koq nanya begituan sama aku. Bukannya Mas pengalaman?"



"Ih pengalaman apa. Enggak pernah Yank. Kamu pelepasan pertamaku secara real. Biasa pelepasan hanya lewat mimpi," ujar Garo jujur.



"Ya udah nggak usah diomongin, saru," kata Alesha.



"Tapi sekali lagi ya Yank," pinta Garo.



"Enggak," walau ditolak tetap aja Garo kembali bergerilya entah serangan keberapa. Enam bulan tidur bersama tanpa perang. Sekali bisa perang ya pol-polan.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY


__ADS_1


__ADS_2