
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Apa kamu sengaja agar Garo dan Ratmi dipaksa menikah sehingga kamu bisa ambil keuntungan misalnya memeras Garo gitu?" kata Pakde Jarwo.
"Apa maksud Pakde?" kang Ismu malah balik bertanya.
"Sebentar ya. Sebentar," Jarwo mengeluarkan ponselnya.
"Rumah ini memang tidak ada CCTV tapi rumahku ada." kata Pakde Jarwo.
"Kita bisa lihat siapa yang datang tadi pagi diam-diam masuk dari pintu belakang." lalu Pakde Jarwo memperlihatkan bagaimana kang Ismu diam-diam masuk ke dapurnya Ratna.
Pak Jarwo juga memperlihatkan saat Ismu masuk bersama Ratmi yang sudah terlihat lemas karena dipapah oleh Ismunanto.
Tiga puluh menit kemudian terlihat Ismu kembali keluar sendirian dengan wajah puas dan seperti kelelahan.
Pakde Yanto langsung mencekal Ismunanto dibantu Garo.
Pakde Jarwo dan bulek Ginah langsung memanggil tetangga lain, juga orang tua Ratmi untuk menyidang Ismunanto.
Saat itu datang pak Nurbuat sebagai Pak Dukuh ( setingkat RW ).
Pakde Yanto sebagai RT melaporkan semuanya pada pak Dukuh didepan orang tua Ratmi juga.
Pakde Jarwo lalu memperlihatkan bukti rekaman CCTV dari depan rumahnya. Sayang tak terlihat apa yang dilakukan Ismu didalam karena tak terlihat oleh CCTV.
__ADS_1
"Barusan saya langsung melihat CCTV, ketika menyadari Ratna dan Garo tidak sadar apa yang terjadi dan mereka bilang tak ada tamu sejak pagi. Saya tidak tahu kejadiannya dari tadi pagi." Jelas pakde Jarwo.
"Bukankah Ratmi itu pacarnya kang Ismu?" Tanya seorang warga yang datang ketika mulai ramai orang tahu Ismu ditangkap di rumah Garo.
"Benarkah?" tanya pakde Yanto.
"Kayaknya sih seperti itu."
"Berarti mungkin Ratmi hamil sehingga dia mau lempar tanggung jawab ke Garo," jelas Ginah.
"Kok bulek bisa bicara begitu?" Tanya Garo. Semua yang hadir disana kaget termasuk orang tua Ratmi.
"Aku melihat Ratmi dan Ismu kemarin keluar dari ruang praktek Bu bidan." Jelas Ginah.
\*\*\*
Garo sudah melihat foto yang Alesha kirim pada nomor ponsel Ratna.
Tadi dia sudah kerumah Alesha dan rumah itu kosong. Garo sangat takut Alesha sakit karena melihat jebakan itu. Garo takut Alesha kembali terluka.
\*\*\*
Untungnya semua berlalu walau harus melalui sakitnya Jingga. Jalan yang Allah berikan memang harus seperti itu. Selalu ada hikmah dari semua kejadian.
Semua keributan itu usai sudah. Mereka sudah menikah resmi dua bulan lalu dan juga akan resepsi. Garo berharap tak ada lagi kesalah pahaman antara dirinya dan Alesha.
__ADS_1
Semua sudah terbayarkan. Dia sudah memiliki gadis SMA itu secara utuh. Baik tubuhnya mau pun hatinya.
Gadis SMA itu telah memberinya putri kecil yang sangat dia cintai sejak dalam perut.
\*\*\*
"Lho, koq enggak bangunin aku Mas?" Alesha terbangun melihat suaminya sedang memandangi dirinya.
"Mas sejak tadi sedang memandangi hadiah Allah yang tak terhingga pada makhluk kotor seperti Mas ini. Mas harus banyak bersyukur." Ucap Garo.
"Apa semalam Mas terlalu lelah? Dedek bangun lama kita enggak dengar. Mas kan tahu dia sudah enggak mau ASI sejak kita ke Bangkok."
"Terus gimana dia bisa diam Yank?"
"Aku bujuk dan stel-in rekaman shalawat yang ada di ponsel sehabis gantiin dia diapers. Aku bilang ayahnya capek jadi bobo enggak bisa gendong dia."
"Maaf ya Yank. Mas seperti baru terbebas dari beban teramat berat. Terlebih saat kamu mau berhenti suntik sehabis jangka waktu periode ini berakhir. Trus dengar kamu bilang ada saatnya Mas akan adzani anak-anak kita, itu rasanya beda banget Yank."
"Karena sudah plong, mungkin itu membuat Mas tidur pulas. Karena sekarang tak ada beban lagi."
"Semoga kedepannya kita bisa terus tahan terhadap cobaan ya Mas. Aku takut kalau ada gangguan seperti itu saat kita sudah menikah."
"Kuncinya satu Yank. Semua langsung kita bahas dan kita selesaikan tanpa emosi. Kita pikirkan bagaimana anak-anak bila orang tuanya ribut." Balas Garo.
"Sekarang kita salat dulu yok," ajak Garo. Alesha bangkit dan menutup pagar kasur Jingga agar putri kecil mereka tidak jatuh saat mereka tinggal salat.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING
__ADS_1