JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
KHABAR MENGEJUTKAN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Yank, teleponmu bunyi” Garo memberikan ponsel Alesha yang memang ada di sakunya sebab baju Alesha tak ada saku.



Saat acara telah usai dan kedua orang tua George dan Gerald sudah pulang, handphone Alesha berbunyi, panggilan dari seseorang.



“Siapa yang telepon Mas?” tanya Alesha, mereka memang sudah memulai selalu terbuka. Tak ingin ada rahasia yang akan mempersulit jalan mereka untuk bersatu.



“Caller id nya ABI” jawab Garo pada Alesha.



“Mas aja angkat dulu,” pinta Alesha, dia malas berhubungan dengan keluarga mantan suaminya itu. Abi yang tertera adalan abinya Rezky.



“Assalamu'alaykum” sapa Garo lebih dulu pada sosok penelepon.



“Wa alaykum salam, ini nomor Alesha?” tanya suara diujung sana dengan lembut dan lirih..



“Benar Pak, ada yang bisa saya bantu?” tanya Garo sopan. Garo tak ingin disalahkan bila dianggap tak sopan.



“Bisa bicara langsung dengan Alesha, ada hal penting yang ingin saya sampaikan,” pinta bapak di ujung telepon. Rupanya penelepon hanya ingin bicara dengan Alesha saja. Tak ingin diwakilkan.



“Sebentar saya cari ya Pak, tadi dia ke dapur kayaknya,” Garo mencari Alesha yang ternyata sedang menemani mommy dan ibunya bicara.



“Yank, ini yang telepon ingin bicara penting denganmu,” Garo memotong pembicaraan tiga wanita di depannya.



“Siapa Garo?” tanya Ririen penasaran.



“Nama di phonebook nya ABI Mom,” Garo menjawab mommynya Alesha, dilihatnya Alesha bicara serius. Tentu dia ingin tahu, tapi tak berani intervensi. Dia biarkan kekasih hatinya bicara private dengan penelepon tanpa dia ganggu.


\*\*\*

__ADS_1



“Assalamu’alaykum Bi,” sapa Alesha sopan. Sungguh sebenarnya dia malas bicara dengan siapa pun dari keluarga Rezky, mantan suaminya.



“Wa alaykum salam Sha, maaf mengganggu aktivitasmu,,” Abinya Rezky memulai pembicaraan menjelang sore itu.



“Enggak ganggu koq Bi, ada apa ya tumben menghubungi saya,” balas Alesha. Dia ingin pembicaraan segera usai.



“Abi mau minta tolong, bisa kamu datang ke rumah sakit Petamburan? Satu kali, untuk terakhir kali,” pinta pak Abdullah Malik menghiba.



“Ada apa Bi, siapa yang sakit?” tanya Alesha. Dia mulai tak enak hati mendengar mantan mertua lelakinya itu mengatakan terakhir kali.



“Rezky, dia ingin minta maaf padamu sebelum dia berpulang,” terdengar isak pada suara mantan mertuanya itu. Sosok yang tegar diujung sana sekarang terdengar sangat lemah.



“Insya Allah malam ini Alesha akan kesana, Abi kirimkan aja nomor kamar tempat Rezky dirawat” jawab Alesha sambil memeluk Garo erat.



Garo yang mendapati Alesha memeluknya saat masih menerima telepon langsung membalas pelukan kekasihnya untuk memberi kekuatan. 




Alesha menangis dalam pelukan Garo.



“Kenapa sayang, cerita ke Mas, jangan nangis gini,” Garo membimbing Alesha untuk duduk. Dia meminta George yang kebetulan berada didekatnya untuk mengambilkan air putih hangat.



“Minum dulu ya, tenang ada Mas disini” bujuk Garo.



“Kamu kenapa sayang?” tanya Ririen yang kaget melihat Alesha menangis sehabis menerima telpon dari abinya Rezky.



Garo menyerahkan gelas bekas minum Alesha yang dia tak tau siapa yang menerima gelas itu karena dia tak melihat. 



Garo langsung memeluk kembali kekasihnya agar tenang. Papa Icha dan Putra yang sedang ngobrol langsung menghampiri Alesha karena melihat disudut tempat duduk Alesha sedikit riuh.


__ADS_1


Fajar sedang di kamarnya dengan baby Tama. Fajri sedang ngobrol dengan Icha, Leoni dan Liany.



“Barusan abinya Rezky telepon, Rezky minta ketemu terakhir kali karena dia sakit parah di rumah sakit Petamburan,” cerita Alesha dengan terputus putus disela tangisnya.



Putra yang baru masuk ke ruangan itu kaget semua kumpul mengerubungi Alesha. 



“Kenapa Mom?” bisik Putra pada istrinya.



Ririen menarik Putra agak menjauh dari Alesha lalu menceritakan mengapa Alesha sedih. 



“Sebaiknya kamu segera kesana, karena kita tidak tau kondisinya. Kamu mau ditemani siapa? Abang atau daddy?” tanya Putra. Dia barusan mendengar dari istrinya penyebab Alesha menangis.



Putra tidak menyebut Fajar karena kondisi Icha yang butuh Fajar selalu disisinya.



“Kali ini biar aku dan mas Garo aja. Boleh?” tanya Alesha. Saat ini dia lebih nyaman bila ditemani kekasih hatinya itu.



“Tentu saja boleh. Biar nanti Abang yang antar Ibumu pulang” Ririen yang menjawab permintaan Alesha.



“Kita berdua aja yang antar Ibu pulang Mom,” Putra malah bersedia mengantarkan calon besannya karena dia kasihan pada Fajri bila harus mengantarkan seorang ibu yang baru dikenalnya selintas. Walau nanti Fajri akan mengantar berdua Liany.



“Kita pulang dulu yok, kita ganti baju lalu berangkat” Garo membimbing Alesha untuk berdiri dan berjalan menuju rumahnya


\*\*\* 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1678840469935.jpg)

__ADS_1


__ADS_2