JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
RESMI SECARA AGAMA DAN NEGARA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Alhamdulillaaaaah,"  semua mengucap syukur mendengar Garo mengucapkan Ijab dengan lancar. Masih seperti saat menikah dengan Rezky, kali ini yang menjadi wali nikah adalah Fajar.



Alesha meneteskan air mata tak percaya sekarang dia sudah punya imam lagi.



Alesha bertekad akan berupaya jadi istri yang terbaik untuk Garo. Alesha tak ingin gagal lagi, walau kegagalan yang dulu bukan kesalahannya tapi memang karakter Rezky yang suka jajan.  Bukan jajan sih, tepatnya main perempuan.



Acara nikah dadakan itu bukan sepi. Ririen dan Putra mengundang banyak rekanannya. Rekanan bisnis Putra, teman  nursery, mau pun rekanan supermarket bahan bangunan banyak diundang oleh Putra dan Ririen.



Walau pun hanya Ijab dan undangan lisan tetap saja tamu melimpah ruah. Dari keluarga Garo pun banyak yang diundang. Jadi nikah dadakan ini super rame.



Banyak yang tak percaya ini adalah pernikahan ke dua Alesha dan dia telah memiliki seorang putri berumur satu tahun Alesha masih terlihat seperti seorang gadis yang menikah pertama kali.



Garo bahagia karena tujuannya sudah tercapai yaitu memperistri Alesha.



"Selamat ya Bro, akhirnya resmi juga," kata Ampi.



"Ya pasti resmi lah," ucap Garo. Ampi tahu kegagalan kemarin karena Garo seperti layangan putus.



Mendekati waktu salat   dzuhur acara pernikahan selesai. Semua tinggal bersiap untuk akad nikahnya Fajri besok lusa.



Para tamu mulai pamit, tinggal keluarga dekat saja.



"Terima kasih ya Eyang bisa sempat majuin jadwal berangkatnya. Nenek juga,"  Alesha mengucapkan terima kasih pada nenek dan eyang putrinya yang duduk berdampingan.



"Pastilah Nenek sama kakek akan datang," ucap mamanya Putra.



"Kita menjadi ngerepotin ya Nek."



"Enggak ngerepotin. Sekalian jalan sama pernikahannya Abang."



"Emang aku sama Mas Garo bikin supaya nenek sama kakek nggak repot-repot pulang pergi untuk akad nikah kami."



"Nanti saat resepsi kalau nenek dan kakek nggak terlalu repot boleh datang, tapi kalau repot nggak usah datang nggak apa-apa yang penting kami sudah mengantongi doa saat ijab kabul," kata Alesha.



"Insya Allah Nenek akan datang saat resepsimu kalau kami sehat."



"Aku berharap Nenek Kakek dan Eyang semua bisa datang," kata Garo.



"Ya Insya Allah kami datang." Sahut eyang putri.



"Selamat ya Nduk, kamu menemukan jodohmu lagi," mantan mertua Alesha memberi doa restu untuk perempuan yang telah disakiti putranya tapi malah membantu semua biaya rumah sakit mantan suaminya.



"Matur nuwun Abi. Doakan ini jodoh terbaik dan terakhirku," Alesha menerima doa abinya Rezky dengan senang hati.

__ADS_1



"Insya Allah ini yang terbaik."



"Selamat ya Sha," ucap Rama sedih,  tapi dia tahu banyak pertimbangan yang membuat Alesha tidak memilihnya.



"Makasih ya mau datang," kata Alesha.



"Ya datanglah, masa teman baik aku nikah, aku nggak datang?"



"Nanti salam buat Subi ya,"  pinta Alesha lagi.



"Kayaknya Subi akan lamaran tuh. Dia mau nikah sama ceweknya yang di Italia," Rama memberitahu soal adik sepupunya yang akan segera menikah.



"Orang sana?"



"Iyalah orang sana."



"Wah dia pasti akan menetap di sana."



"Iya kemungkinan seperti itu nggak betah lagi dia di Indonesia."



"Semoga dia langgeng."



" Aaaamiiin."




"Nunggu sampai calonku lahir kali ya?" Jawab Rama berseloroh.



"Ngaco kamu!"



"Ya nggak sih,  ya semoga aja aku cepat dapat jodoh," kata Rama.



"Aamiiiin," kata Garo.



Garo baru pertama kali itu mengenal dan melihat Rama secara langsung. dia tahu bahwa Rama bukan sosok yang bodoh. Rama sosok pintar dan rajin terbukti dia juga memang dapat beasiswa S2. 



Kemenangan Garo dari Rama adalah dia mencintai Jingga sedang Rama tidak.



Rama sangat mencintai Alesha tapi tidak mencintai Jingga. Itu sebabnya Alesha  tidak menjatuhkan cintanya kembali ke Rama.



"Selamat ya Mbak," ucap Ratmi yang datang bersama Husni. Mereka akan menikah dua hari lagi barengan dengan Abang Fajri sehingga Garo sudah bilang mereka tak bisa hadir begitu pun Bu Ratna tidak bisa hadir pada saat pernikahan Ratmi dan Husni karena berbarengan dengan pernikahan Fajri.



Mana mungkin Ratna tidak hadir saat akad nikah Fajri.



"Makasih ya Dek."  Alesha menerima ucapan dari Ratmi.


__ADS_1


"Husni ingat pesan aku," kata Garo.



"Insya Allah inget Mas aku udah lihat sendiri kok bagaimana ributnya Jingga di belakang cari ayahnya."



" Dari tadi dia cari Mas Garo,"  kata Ratmi.



"Nanti setelah selesai acara ini baru aku bisa gendong dia." Ujar Garo.



"Aku benar-benar baru lihat Mas." Cetus Husni.



"Kalau dia mendingan nggak dikasih mimi sama aku, daripada enggak boleh sama ayahnya. Suruh mimi aja nggak mau kalau sudah ada ayahnya kok."



"Serius Mbak?"



"Serius masa aku bohong. Tanya ibu kalau nggak percaya."



"Iya emang Jingga itu anaknya Garo kok. Mendingan nggak nempel Ibu timbang jauh dari bapaknya." Ratna yang duduk dekat kedua mempelai ikut memberi kesaksian.



"Makanya aku bilang kan kamu harus lebih baik dari aku," ucap Garo.



"Iya Mas aku manut," kata Husni.


\*\*\*



"Sudah mulai sepi Wi, antar aja Jingga ke ayahnya." Setelah semuanya selesai dan tamu sudah lumayan berkurang baru Ririen meminta Dwi melepaskan Jingga. 



"Yayaaaaaaah," pekik suara bening Jingga terdengar di ruangan itu.



Garo membalik tubuhnya. Dia lihat **Jingga** datang **dari** arah **Timur**. Garo menekuk kakinya berdiri di atas lutut dia menunggu hingga putrinya bisa dia peluk.



"Anak Ayah dari mana aja?" Tanya Garo, lelaki  itu menciumi wajah Jingga, lalu memeluknya erat. Jingga pun memeluk leher Garo.



"Yah aem?"



"Iya Ayah mau maem. Adek udah maem belum?"



"Dah aem,"



"Sama siapa?"



"Uwi."



"Wah hebat anak Ayah sudah maem sama mbak Dwi." Garo mengangkat putrinya menghampiri Alesha.



Husni dan Ratmi melihat bahwa yang dihampiri Jingga itu memang Garo bukan ibunya.



"Ayo Mas kita foto bertiga sama Jingga.  Mereka pun membuat foto bertiga dengan Jingga karena dari tadi memang belum ada foto bertiga. Takutnya kalau difoto dari tadi lalu Jingga nangis tak mau dipisah dari Garo akan membuat Garo nggak bisa bersalaman dengan  para tamu.

__ADS_1


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE



__ADS_2