
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Sebenarnya nggak usah lah Bu, Mom," kata Garo.
"Ini bukan anak pertama loh," tolak Garo lagi.
"Ada dua kondisi yang harus kamu pisahkan Ro. Dia memang anak ke dua kalian. Semua tak membantah itu."
"Tapi kamu juga harus ingat, nggak bisa dibantah juga kalau dia anak biologis pertamamu dengan Lesha," jelas Ririen.
"Kamu pasti bisa bedakan itu. Lagian Alesha juga nggak keberatan kok."
Garo dipanggil bu Ratna dan Ririen berkaitan dengan ritual MITONI atau nujuh bulanin yang biasanya hanya dilakukan pada anak pertama.
Garo tak ingin Jingga dan Alesha merasa terluka bila acara itu dilaksanakan.
"Dulu Jingga hanya bikin pengajian aja nggak ada acara adatnya, karena waktu itu Jingga nggak punya ayah," kata Alesha yang baru masuk ke halaman belakang rumah mommy Ririen.
"Aku enggak apa-apa Mas. Sekarang Aku ingin ngerasain bikin acara nujuh bulanin. Bukan aku membedakan mereka, tapi aku juga pengen dong ngerasain acara nujuh bulanin yang pakai adat lengkap," kata Alesha.
"Biar bagaimana pun Mas keturunan ningrat. Wajar anaknya pakai acara adat lengkap," ungkap Alesha.
__ADS_1
Kalau sudah ibu ratu yang bicara Garo bisa apa?
Akhirnya Garo mengalah. Maka disusunlah acara nujuh bulan yang akan dilakukan sesuai adat. Bukan hanya pengajian saja.
Garo dan Alesha tahu secara Islam, sebenarnya tidak ada dalil atau anjuran yang menyebutkan secara langsung anjuran untuk melakukan acara tujuh bulanan.
Karena itu dalam acara tujuh bulanan yang akan Garo lakukan akan dilengkapi dengan tasyakuran dan doa agar mereka dan bayi mendapat keselamatan.
Garo meminta malam sebelum acara nujuh bulan mereka mengadakan pengajian serta menyantuni anak yatim.
Garo tak ingin hal pokok dilakukan belakangan malah acara adat yang di dahulukan.
Ternyata dalam hitungan Jawa acara tujuh bulanan atau mitoni in tidak bisa dilakukan sewaktu-waktu.
Hal itu baru Garo ketahui saat dia ingin acara dilakukan hari Minggu.
\*\*\*
"Jam berapa dimulainya?" Tanya Iwan.
"Pengajian dewasa habis Maghrib aja."
"Sekarang hanya pengajian oleh anak yatim karena Garo ingin ada santunan bagi anak yatim piatu ini," ujar Putra.
__ADS_1
Acara mitoni memang diadakan di rumah Putra mengingat arenanya lebih luar daripada diadakan di rumah Ratna.
Sehabis salat Ashar acara pembagian souvenir dan santunan untuk anak yatim selesai. Putra langsung mengatur lokasi untuk dibereskan guna pengajian dewasa yang akan dilakukan sehabis salat Maghrib.
\*\*\*
"Bapak dan Ibu pengajian peserta pengajian malam ini, kami beritahukan bahwa pengajian kita bertujuan agar calon Ibu dan calon bayi mendapatkan keselamatan yang diharapkan sejak dalam kandungan hingga dewasa." Pengajian kita kali ini berkaitan dengan upacara mitoni yang akan dilakukan besok pagi jam 09.00."
"Tentu kita maklum Mitoni, dalam tradisi Jawa, adalah serangkaian upacara siklus hidup. Kami harap selesai pegajian malam ini Baapk dan Ibu masih nerkenan datang esok pagi." Liani yang menjadi MC bicara dengan luwesnya dalam.bahasa jawa halus.
\*\*\*
Pagi ini yang jadi MC ada tiga orang. Satu dalam bahasa jawa halus yaitu Liani, satu dalam bahasa Indonesia dan satunya dalam bahasa inggris.
Semua itu adalah ide dari Fajri. Dia ingin membuat film dokumenter.
"Pagi ini acara pertama adalah SUNGKEMAN." Demikian MC mulai memandu acara.
"Para hadirin, sungkeman dilakukan untuk memohon doa restu agar kehamilan lancar dan bayi yang dikandung sehat. Dan yang akan melakukan sungkem pertama adalah calon ibu kepada calon ayah. Maka sekarang kami persilakan mbak Lesha melakukan sungkem pada suami tercinta yaitu mas Garo."
"Baik telah kita saksikan sungkem pertama dari calon ibu pada calon ayah. Sekarang acara sungkem akan dilanjutkan."
"Kali ini calon ayah dan calon ibu akan sungkem pada kedua orang tua masing-masing dengan tujuan minta doa restu agar persalinan mbak Lesha berjalan lancar.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED
__ADS_1