JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
JANGAN HIT AND RUN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Alesha baru tiba di nursery sehabis menidurkan Jingga. Saat itu di nursery ada seorang ibu yang sedang bertanya-tanya tentang Nepenthes atau tanaman kantong semar.



"Wah yang itu belum siap akarnya Bu karena baru aja kami split. Kalau Ibu mau,  yang sebelah sana itu yang siap." Jelas Alesha mengomentari pilihan konsumen itu.



"Oh gitu ya. Yang ini belum siap ya," konsumen itu sedikit kecewa karena jenis yang dia inginkan malah belum siap.



"Belum Bu, kalau yang itu sudah," sahut Alesha menunjuk sudut tanaman Nephy atau Nepenthes yang siap jual.



"Masalahnya yang siap bukan jenis yang saya inginkan, walau jenis itu juga saya belum punya sih."



"Memang benar jenisnya lain dengan yang tadi ibu pegang. Sayang sekali jenis tersebut belum siap,  nanti Ibu kecewa kalau misalnya saya berikan," kata Alesha jujur.



"Kalau misalnya saya tetap mau itu dan saya tanggung resikonya bila tak survive bagaimana? Saya tidak akan komplain ke Mbak."



"Mongo kalau seperti itu karena saya sudah beritahu lebih dulu bahwa itu belum siap."

__ADS_1



"Bagus nih Mbaknya jujur. Biasanya ada yang belum siap malah disodorkan yang penting jadi uang," puji konsumen itu.



"Kami dagang ini bukan sehari dua hari Bu. Sudah puluhan tahun dan tokonya juga tetap di sini. Nanti kalau kita nggak baik orang akan komplain ke sini lalu nama kami jelek. Padahal ibu saya bangun usaha ini itu dengan cucuran keringat," sahut Alesha.



"Memang, tidak baik kalau dagang HIT AND RUN" kata si Ibu dengan senang. Akhirnya dia mendapat jenis yang dia inginkan.



Konsumen itu ambil jenis yang sudah siap, dia juga mengambil 3 jenis lain yang beda yang belum dia miliki walau belum siap jual seperti yang Alesha katakan.



"Ini nomor telepon yang bisa Ibu hubungi untuk saling bertukar info kalau ibu sulit jalan jauh ke sini," Alesha memberi kartu nama miliknya.




"Ya tapi mungkin lagi ingin tanya-tanya bisa ke nomor yang ini ya," kata Alesha.



"Iya Mbak. Terima kasih banget loh jawab," si ibu dengan senang.


\*\*\*



"Nanti sesudah nikah kita akan tinggal di mana Yank?" Garo mulai ancang-ancang tentang visi misi mereka kedepannya, Garo bertanya ke Alesha saat mereka sedang di kebun Nepenthes malam ini. 


__ADS_1


Mbak Dwi belum pulang jadi mereka ke kebun berdua karena putri mereka sudah tidur.



"Aku manut imamku aja,"  kata Alesha. Ini hal pertama dia rasakan. Dulu Rezky tak pernah membicarakan hal ini.



Alesha yang minta mereka langsung pisah rumah sejak menikah, dia minta satu minggu sebelum pernikahan. Tadinya Rezky berniat mereka tetap jadi parasit di rumah keluarga Putra.



"Nanti kita cari lahan ya. Karena Mas nggak ingin kamu tinggal di rumah ibu. Mas juga enggak ingin kita tinggal bersama mommy dan daddy."



"Mas ingin kita berdiri sendiri," tegas Garo.



"Kalau bisa rumah kita nggak terlalu jauh dari sini Mas. Karena aku harus kerja kesini kan?" Usul Alesha.



"Iya nanti sepanjang hari biar Dedek di rumah ini aja, jadi barang-barang Dedek segala macam jangan dipindah semua. Tiap hari dia di sini sama Mbak Dwi kan. Mbak Dwi nggak usah ikut kita di rumah baru nanti."



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

__ADS_1



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1679392326643.jpg)


__ADS_2