
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Garo melihat takjub saat Alesha sedang salim padanya sehabis salat Subuh. Dulu sebelum menikah mereka sering salat berjamaah, tapi kan Alesha belum salim padanya. Hanya bersalaman biasa.
"Koq mandangin aku salim sampai gitu Mas?"
"Mas enggak nyangka bisa sampai titik ini. Dimana kamu salim ke Mas. Dulu saat kita sering salat bareng, Mas sering ngebayangin kamu salim seperti ini," jujur Garo mengakui mengapa memandangi Alesha saat salim barusan.
"Itu berawal dari chat seorang laki-laki yang bilang kangen ama Jingga Mas," ujar Alesha.
"Maksudmu?"
"Waktu itu aku lagi mimik'i Jingga. Masih pagi Mas. Ada chat masuk isinya '*Ayah kangen Jingga, boleh ketemu ga*?'
"Ha ha ha, itu hari jadian kita ya Yank?"
"Aku enggak tahu kapan kita jadian. Yang aku tahu, hari ini ada orang nakal yang langsung nyuri kecupan bibirku," jawab Alesha sambil membuka mukenanya.
"Awal berani ngecup tu gimana Yank?" Tanya Garo.
"Alaaah, pura-pura lupa."
"Seriusan lupa Yank."
"Awalnya aku bilang mau masuk kerja, trus Mas bilang '*Kabari tiap hari jadwal keluarmu ya*.' Dari situ aku tahu ada yang mulai possessive."
"Waktu aku tanya kenapa aku wajib lapor eh ada yang gelagepan Mas." Garo ingat dia memang tak bisa menjabarkan mengapa harus tahu semua apa yang dilakukan Alesha. Padahal mereka tak terikat apa pun.
__ADS_1
“*Aku engga bisa ngejelasin secara rinci, tapi akan tenang beraktivitas bila aku tau semua tentangmu*. Itu jawaban yang aku dengar," kata Alesha.
"Saat itu Mas mau hunting ke Solo. Mas pamit pulang. Aku tawarin maem Mas nolak. Aku yang masih dalam fase sehabis melahirkan tentu masih labil emosiku. Aku marah karena saat itu aku pikir Mas enggak suka sayur bening kelor dan tempe goreng aja."
"Padahal Mas nolak karena enggak enak. Dateng pertama kali koq langsung numpang maem."
"Karena kesalah pahaman itu Mas langsung peluk aku, lalu nyuri start dech."
"Ha ha ha, so sweet kan Yank?"
"Tukang nyosor!"
"Yeee. Mas cuma mau nyosor ke kamu aja koq."
"Ay yaaaah," suara Jingga menyela obrolan mereka.
"Siap ibu ratu," jawab Garo sambil menghampiri Jingga. Putri kecilnya sudah berdiri memegang pagar ranjangnya.
"Assalamu'alaykum anak Ayah. Sudah bangun?"
"Tum ayam. Ndon," jawab Jingga. Gadis kecil itu menjawab salam Garo lalu minta gendong. Tangannya dia sorongkan keatas minta digendong.
"Dedek mundur dulu, Ayah buka pagarnya." Garo menyuruh putrinya mundur. Garo membiasakan bicara agar putrinya mengerti.
Garo mengecek diapers Jingga. Ternyata belum perlu ganti. Nanti saja sekalian mandi pagi.
"Ayok kita turun." Garo membiarkan Jingga mengikuti dirinya ke dapur.
__ADS_1
"*Oniiiin*," Jingga teriak lebih dulu menyapa Alesha.
"Good morning too little girl," jawab Alesha. Ternyata teriakan Jingga barusan adalah sapaan good morning untuk Alesha.
Alesha memberikan satu keping kue khusus bayi untuk Jingga makan sambil dia menyiapkan sarapan.
"Wah maem apa tuh?" Tanya Garo.
" Ay yah mau tuweh?" Jingga selalu menjeda kata ayah menjadi ay yah.
Jingga menyodorkan kue miliknya di mulut Garo.
"Woow, enak. Terima kasih ya sayangnya Ayah." Garo pura-pura menggigit dan mengunyah kue yang disodorkan Jingga.
"Ini kopinya Mas," Alesha membawakan satu cangkir kopi untuk suaminya.
"Yank, rumah tinggal finishing. Kita mau pindah sesudah semua selesai, atau habis akad, jadi finishing bisa kita kontrol langsung."
"Habis akad? Habis resepsi kali Yah." Alesha meralat kalimat Garo.
"Ha ha ha, iya habis resepsi maksud Mas." Garo menyadari kesalahannya.
"Aku terserah Mas aja. Nanti kalau kita pindah rumah, Jingga ikut aku kerja kan Mas?"
"Iya, dia siang disini sama mbak Dwi. Pulang kerja baru dia sama kita dirumah."
"Kalau begitu kita pindah habis resepsi aja."
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
__ADS_1