JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
AWAL PERKENALAN DENGAN REZKY


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Alesha mengingat satu minggu ini dia sering secara tiba-tiba mengingat Rezky. 



Entah mengapa itu bisa terjadi. Apa yang Garo lakukan dia compare dengan Rezky. Melihat seseorang, dia ingat Rezky. Ada iklan mobil, dia ingat Rezky.



Alesha kembali mengingat awal perkenalannya dengan Rezky. Saat dia harus mendapat tanda tangan anggota senat.



"Eh awas, itu buku teman kalian jatuh. Jangan diinjak-injak seperti itu. Baris yang rapi. Nanti semua akan dapat tanda tangan anggota senat," Rezky menyibak kerumunan anak-anak baru yang sedang rebutan tanda tangan.



"Ini bukumu," Rezky memberikan buku sudah kotor dan yang banyak cap sepatunya itu.



"Terima kasih Kak," hanya itu yang Alesha ingat awal perkenalan dengan Rezky.



Rezky membantunya saat bukunya jatuh dan terinjak-injak maba ( mahasiswa baru lainnya ). Setelah itu sampai semester dua dia tak pernah "bertemu" dengan Rezky karena Alesha bukan mahasiswi famous.



Alesha mulai terkenal saat dia menghajar preman kampus dengan tangan kosong. Mungkin sejak itu Rezky memperhatikan dirinya yang mulai jadi omongan orang di kampus.



Dan dia mulai "kenal" Rezky saat Rama "selingkuh" yang ternyata itu adalah skenario Rezky.



Alesha ingat bagaimana liciknya Rezky memisahkannya dengan Rama. Sedih bila memikirkan kalau dia adalah korban ambisi Rezky semata. 


__ADS_1


Rezky tak pernah cinta padanya. Alesha bersyukur dia selalu bisa menolak bila Rezky mengajaknya bercumbu. Bahkan saat pacaran bisa dihitung jari berapa kali mereka berciuman.



Tak seperti dengan Garo saat ini.



Alesha ingat masa pacarannya dengan Rezky yang tak begitu istimewa karena memang tak pernah ada debar yang sangat membekas.



Alesha ingat bagaimana sakit yang dia rasakan ketika kak Icha menjadi saksi kebusukan Rezky. 



Garo selalu menggenggam jemari kanan Alesha, kadang dikecupnya sekedar memberi attensi kalau Garo mengerti apa yang saat ini dirasakan Alesha saat ini. 



Tapi Garo tak mau bicara. Dia biarkan kekasih hatinya tenggelam dalam pikirannya sendiri sejak tadi.



"*Abi mau minta tolong, bisa kamu datang ke rumah sakit Petamburan? Satu kali, untuk terakhir kali*,” Alesha ingat kata-kata mantan mertuanya tadi.




“*Rezky, dia ingin minta maaf padamu sebelum dia berpulang*,” Alesha ingat kata-kata abinya Rezky.



'*SEBELUM DIA BERPULANG, sakit apa sih? Sejak dulu aku sudah memaafkannya. Bahkan terakhir kami bertemu di pameran tanan aku sudah bisa bicara padanya tanpa beban berat, walau tetap masih ada beban. Karena tak mungkin bisa membuang beban secepat kilat*.'



'*Jujur aku masih sangat kesal. Saat bertemu denganku dia tak pernah satu kali pun bertanya kondisi Jingga. Apa dia tak merasa Jingga anaknya*?'



'*Apa rasa untuk Jingga juga rasa yang sama untuk semua anak yang dia miliki tanpa pernikahan itu? Tak ada keistimewaan Jingga sama sekali walau anak itu lahir resmi dalam sebuah pernikahan*?'



"Yank, sudah sampai," Garo menegur Alesha yang masih menatap kedepan dengan tatapan kosong.

__ADS_1



"Eh," Alesha tersadar sejak tadi dia melamun. Mereka telah sampai di parkiran rumah sakit Petamburan.



"Ayok kita turun dan cari ruang rawat Rezky," ajak Garo. Tadi Garo mengajak Alesha membeli bawaan, tapi Alesha bilang tak perlu karena kondisi Rezky tak mungkin makan apa pun lagi kalau mengacu pada kalimat abinya, yaitu kata *sebelum dia berpulang*.



Garo dan Alesha mendatangi ruang yang ditunjuk oleh seorang perawat.



“Kamu masuk sendiri ya, mungkin Rezky ingin bicara berdua denganmu aja,” Garo dengan bijak menyatakan pendapatnya. 



Namun Alesha menolak dengan tegas.



“Aku tak akan masuk bila mas tidak ada bersamaku.” tolak Alesha.



"Tadi daddy tanya aku mau ditemani daddy atau abang. Tapi dengan jelas aku milih ditemani Mas. Itu karena aku ingin kita sama-sama tahu apa yang akan kita temui di dalam sana. Bukan aku masuk sendiri lalu nanti Mas dengar ceritanya dari aku," protes Alesha sengit.



"Iya Yank, maaf. Mas akan temani kamu. Mas hanya berpikir mungkin Rezky ingin bicara denganmu empat mata. Itu aja alasan Mas bicara tadi. Maafin Mas ya?" Garo mendekap Alesha didepan ruang rawat Rezky.



Dikecupnya kening perempuan yang dia kasihi itu. Dia beri kekuatan untuk masuk ke ruang rawat. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.

__ADS_1



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1678874072739.jpg)


__ADS_2