JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
REKAYASA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Ini rekayasa orang biar Garo dan Alesha putus," jawab Fajar tenang.



"Enggak mungkin. Emang Garo aja enggak setia!" Protes Alesha.



"Menurutmu, kalau Garo mau selingkuh apa dia akan manggil kamu buat lihat? Itu yang Mas bilang Mommy dan kamu tak pakai logika. Hanya mengedepankan perasaan dan emosi." Jelas Fajar. 



Putra langsung sadar hal itu. 



"Kalau Garo mau selingkuh, dia pasti melarang kamu untuk melihat. Kamu bodoh kalau kamu nangis tak henti." Fajar malah mengejek Alesha.



"Mas enggak ngertiin aku, Mas enggak lihat sendiri kejadiannya. Lihat itu foto-foto yang aku buat di kamar mas Garo!" Alesha masih saja ngeyel.



"Mas tahu, sekarang buang emosi kamu dulu. Kita bicara pakai logika. Mas benci perselingkuhan. Mas enggak akan bela siapa pun yang selingkuh. Terlebih kamu yang di selingkuhi!"



"Sekarang kita bicara logika. Sekarang gini deh, mungkin kamu enggak nangkap karena Garo yang jadi tokoh."



"Mommy dan Lesha pikir ini baik-baik. Kalau daddy selingkuh, apa daddy mau panggil mommy lewat pesan suruh datang ke kamar tempat daddy lagi ama selingkuhan?"



"Kalau suruh datang kenapa lewat pesan enggak langsung telepon wong kalian sama-sama orang bebas, bukan seperti saat kamu bekerja di kantor yang mungkin takut ganggu bila sedang meeting dengan klien?" Tanya Fajar.



"Ya nggak bakal lah, pasti Daddy bakal ngumpet," kata Ririen cepat.

__ADS_1



"Nah logikanya di situ! Sekarang kalau Garo selingkuh, ngapain dia ngelakuin di rumahnya? Garo punya banyak rumah kontrakan,  dia punya banyak rumah kost kok."



"Masa dia bikin hal itu depan ibunya? Kamu bilang ibunya kamu bangunin juga nggak bisa."



"Itu sebabnya Mas bilang kamu bodoh kalau kamu nangis nggak selesai-selesai," jelas Fajar lagi.



Fajar memang orang yang berpikir penuh logika. Bukan dengan emosi semata.



"Mbak juga merasa aneh, Mas Garo manggil aku HONEY, Padahal hari-hari dia panggil aku YANK," Alesha mulai melunak. 



Alesha mulai menyebut tunangannya dengan sebutan Mas, padahal dari tadi kata Mas sudah dia masukin kantong. Dia hanya menyebut Garo tanpa embel-embel apa pun.



Alesha memperlihatkan pesan yang Garo kirim untuknya.




"Aku nggak bisa setegar itu Mas. Itu memang kelemahanku. Tapi ngelihat mas Garo tidur dengan perempuan lain aku enggak bisa nerusin hubungan ini terlepas itu rekayasa atau apa pun."



DHUAAAAAAR!!!!!!



Bom meledak di pikiran Ririen, Fajar dan Putra.



Alesha tak sanggup menerima Garo lagi karena melihat dengan mata kepala sendiri Garo sedang bersama perempuan lain.



Tak ada yang bisa memaksa. Trauma itu belum hilang, dan sekarang kembali hadir dengan melihat secara langsung "perselingkuhan" yang Garo lakukan.

__ADS_1



"Kesalahanmu memenangkan emosi tanpa berpikir logika itu kesalahan fatal!"



"Mas tahu kamu marah. Mas tahu kamu terpuruk. Mas tahu kamu sedih. Tapi Mas ingin kamu bisa berpikir logis aja. Karena ini bukan kemauan Garo."



"Sekarang Mas kasih kamu waktu satu hari ini aja buat berpikir dan menenangkan diri habis itu kita hadapi semuanya."



"Sekarang gini aja," kalian nginep di rumah Bude Kasih aja. Mommy enggak tenang kalau kalian di hotel. Mommy juga enggak mau kamu menginap di rumah mas Fajar atau rumah adik-adikmu karena nanti mereka akan ikut terbebani sedih padahal mereka sedang hamil."



"Mommy akan cerita ke bude Kasih. Satu malam ini kita disana," usul Ririen.



"Enggak Mom. Jangan cerita ke siapa pun. Walau bude Kasih. Lebih baik Lesha dan Jingga kembali ke home stay yang punya teman Lesha."



"Garo enggak akan mencari kesana karena dia pikir Alesha dibawah perlindungan Mommy dan Daddy. Garo akan mikir Lesha ke Jakarta." Fajar tak setuju keributan ini diketahui siapa pun. Terlebih dua adik kembarnya.


**FLASHBACK OFF**



Siang menjelang sore itu juga Fajar mengantar Lesha dan Jingga ke homestay. Putra dan Ririen mengawal mereka dengan mobil Putra. Mobil Ririen ditinggal di kantor Putra.



Ririen mampir warung nasi Padang. Membeli makan siang buat mereka semua termasuk buat Jingga yang dalam keadaan darurat dibelikan lauk seadanya.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.

__ADS_1



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1679544558588.jpg)


__ADS_2