
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Jam sebelas dokter datang visit dia memperhatikan data rekam medis pasien kecil yang baru masuk.
"Mulai kapan dia panas Bu?" dokter perempuan muda yang manis bertanya ada Alesha yang saat itu sendirian.
"Mulai kemarin siang Dok. Tadi malam saya bawa ke sini," jawab Alesha.
"Saya sudah memberi obat penurun panas dan untuk meringankan bengkak di tenggorokannya. Semoga obat bekerja cepat sehingga putrinya bisa segera pulih ya Bu," jelas Dokter.
Saat itu Garo kembali dari supermarket di depan rumah sakit. Dia membeli diapers tissue basah dan tissue kering juga air mineral buat para penunggu.
"Mas Garo," panggil sang dokter dengan wajah sangat gembira melihat Garo. Wajah pria idolanya sejak Garo dikabarkan pacaran dengan kakaknya.
"Siapa ya?" kata Garo karena dia tak kenal sama sekali wajah itu.
"Aku adiknya MURNI ( pacar garo saat SMA ) Mas. Masa enggak kenal?" Sapa dokter bername tag Puji Astuti itu.
"Oh," jawab Garo datar.
"Ini putrinya Mas?" Tanya sang dokter ramah.
"Iya ini anak saya!" Puji langsung melihat ke wajah Alesha seakan memastikan kebenaran info yang dia dengar dari mulut Garo.
"Ini Bun," Garo menyerahkan tissue basah dan tissue kering pada Alesha.
Garo menekankan kata BUN seakan menekankan pada dokter itu bahwa mereka adalah pasangan orang tua dari Jingga.
"Ayah gantiin diapersnya dulu ya. Kasihan Dedek," Garo langsung membuka diapersnya dengan trampil tanpa keraguan karena memang dia biasa melakukan hal itu.
"Saya permisi ya Bu, mas Garo," pamit sang dokter.
"Terima kasih Dokter," Kata Garo lalu melanjutkan lagi pengganti diapersnya Jingga.
\*\*\*
"Ro ini Mommy beli kopi buat kamu itu Alesha dari tadi malam belum makan loh belum tidur juga," lapor Ririen pada Garo.
"Habiskan su5u dan makan telur setengah matangnya dulu, kalau roti belum bisa masuk," bisik Garo. Tanpa banyak cakap Alesha makan telur setengah matang dan menghabiskan susunya.
__ADS_1
"Ya Allah Sha ini roti udah dingin loh," tegur Ririen.
"Sebentar Momm," jawab Alesha.
Garo membuka plastik roti, dia langsung menyuapi Alesha tanpa berkata-kata. Hanya tatapannya saja yang memerintah.
Tak berani membantah, Alesha membuka mulutnya. Putra bersyukur atas hikmah sakitnya Jingga. Kasus yang sudah *deadlock* langsung terbuka.
Garo mengambil air mineral. "Wah lupa beli sedotan," tadi Garo membeli satu kardus air mineral botol kecil mak di dalam kardus tak ada sedotannya.
"Sedotannya yang bisa ditekuk ya Mas, biar Jingga gampang minumnya. Jingga kan harus banyak minum biar dia cepat turun suhunya," ucap Alesha.
"Yah Yah," panggil Jingga yang terbangun.
Gadis kecil itu langsung minta digendong. Garo langsung menggendong sambil menggeser tiang infusnya. Jingga risih dengan selang infus ditangannya.
Selangnya ditarik-tarik.
"Jangan ditarik ya sayank, itu nggak apa apa ya biar sembuh ya. Jangan ditarik sayank,"
"Yayah," Jingga memandang wajah Garo dengan saksama seakan memastikan ayahnya beneran ada dihadapannya.
"Nais," Jingga memegang mata Garo.
"Enggak, Ayah enggak nangis sayank, gumam Garo dengan air mata makin deras. Dia dekap Jingga dipelukannya agar tak melihat air matanya. Alesha mengusap air mata itu.
\*\*\*
"Gimana kondisi Jingga?" Tanya Icha saat Alesha menghubunginya.
Alesha memang segera menelepon saat membaca pesan yang Icha kirim.
Alesha lalu menerangkan kondisi Jingga sekarang.
"Kok kamu bisa telepon?"
"Dia kan nggak mau sama aku. Dia maunya digendong ayahnya aja," lapor Alesha.
Icha sudah tahu dari Ririen kedatangan Garo dan Jingga yang gak mau turun dari gendongan ayahnya sama sekali.
__ADS_1
\*\*\*
"Daddy pulang ya," pamit Putra.
"Daddy mau ke kantor. Tadi belum sampai kantor mommy telepon suruh balik jadi Daddy balik dulu."
"Maaf ya Dadd udah ganggu waktu Daddy kerja," kata Alesha.
"Enggak perlu seperti itu. Apa pun akan Daddy lakukan buat kalian."
"Yankkung kerja dulu ya, cepat sehat," Putra mengecup kening Jingga yang sembunyi di bahu ayahnya.
\*\*\*
"Lho kamu kok ke sini Dwi?" tanya Ririen yang baru mau keluar dari rumah sakit ini.
"Saya bawa bajunya Dedek sama yang semua tadi dipesan sama Mbak Alesha."
"Oh ya wis mau pulang bareng saya nggak?" Tanya Ririen.
"Ibu mau pulang sekarang?" Tanya Dwi.
"Iya."
"Ya udah saya taruh barang dulu baru saya kembali Bu."
"ya wis Ibu tunggu di bawah," jawab Ririen.
"Mbak, ini pesanannya semua. Kalau enggak ada yang diperlukan lagi saya mau langsung pulang bareng ibu sepuh," Dwi meletakan tas bepergian milik Alesha.
"Iya Mbak, belum ada lagi yang harus dikerjain. Enggak apa apa pulang bareng mommy," jawab Alesha.
Dwi langsung keluar ruangan dia ditunggu oleh Ririen. Karena Ririen juga pulang naik taksi sebab Putra ada janji dengan klien siang ini.
"Kamu duduk aja Yah. Biar nggak capek." Alesha kasihan pada Garo.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED ya.
__ADS_1
