JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
MEMULAI KETERBUKAAN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Alesha dan Garo duduk di ruang tamu dengan pintu depan terbuka lebar agar tak ada tuduhan terhadap mereka, walau rumah Alesha jauh dari rumah tetangga, karena rumahnya berada dalam pagar rumah daddy dan nursery milik mommynya.



“Gimana enggak ngambeg, kalau pas keluar dari toilet lihat Mas sedang mesra-mesra’an dengan perempuan lain? Mas enggak risih kan digeser-geserin puncak mahameru perempuan tersebut ke lengan Mas. Atau Mas emang senang disodorin begitu?” cecar Alesha sewot.



Garo menoel dagu Alesha “Nah mulai sewot lagi kan? Awas jangan ngambeg lho. Mas ceritain dulu kronologisnya,” kilah Garo.



“Pas Yayank ke toilet, datang Retno, dia teman dekat Mas waktu kuliah.  Mas enggak ngerti  gimana bisa jadi pacar dia dalam tanda petik."



"Ya dalam tanda petik, karena sesungguhnya Mas bukan pacar dia walau orang menyebut dia pacar Mas."



"Retno mendekati Mas karena Mas masih polos dan mungkin bisa dibilang bloon."



"Udah kuliah tapi enggak ngerti pacaran versi anak muda. Dia yang ngajarin bagaimana cara pacaran versi dia, dia yang memulai mencium Mas, mengajari Mas."



"Lalu dia yang menuntun tangan Mas untuk merabanya kalau kami sedang berciuman."



"Please jangan marah, itu masa lalu Mas yang terlalu naif,” jelas Garo, dia melihat mata Alesha mulai marah. Dikecupnya bibir Alesha sekilas.



“Udah terusin ceritanya” pinta Alesha kesal.



“Ya tapi Bunda jangan marah, biar semua bisa clear. Ayah enggak mau Bunda berpikir buruk tentang Ayah,” pinta Garo sambil menggenggam kedua tangan Alesha dan menciumnya.



“Ok, Bunda akan sabar mendengar cerita Ayah.” balas Alesha. Dia coba tak cemburu mendengar masa lalu Garo. 



Harusnya kan enggak perlu cemburu. Mungkin itu yang dirasa Ririen dulu. Padahal kan Ririen dan Alesha juga punya masa lalu dengan mantan suaminya.



“Maaf, kadang dia minta pemuasan lewat tangan Mas, dia menuntun tangan Mas untuk membuat dia puas, tanpa memikirkan Mas senat senut menahan hasrat."



"Akhirnya Mas komplain dan tidak mau hanya buat dia puas tapi Mas pusing sendiri,” jelas Garo.

__ADS_1



“Lalu dia mulai mengajak Mas mojok di kampus dan membantu Mas melakukan pelepasan dengan \*\*\*\* \*\*\*. Rupanya dia sengaja membimbing Mas menjadi tergantung bila Mas sudah dia pancing."



"Suatu hari dia mengajak Mas ke kamar kost nya, dan memancing Mas untuk melakukan perang yang sesungguhnya."



"Bukan melalui mulut lagi,” jelas Garo. Dia melihat Alesha memejamkan matanya.



“Enggak usah Mas terusin ya kalau cerita ini menyakitkan kamu,” putus Garo tak enak sendiri.



“Aku ingin kita tak ada rahasia, semua itu masa lalu, jadi teruskan aja agar kedepannya kita enggak ribut lagi,” pinta Alesha, sekarang dia yang mengecup jemari Garo.



“Makasih ya Cinta,” Garo memeluk Alesha dan mencium keningnya.



“Lanjutin,” rengek Alesha sambil menyandarkan kepalanya didada Garo.



“Saat itu Retno baru aja nuntun ju-nior Mas buat masuk ke lembah baliemnya, baru masuk setengah, pintu kamar digedor Ampi."




"Tapi mau gimana lagi, Ampi terus gedor pintu sampai pintu Mas buka. Tentu saja butuh waktu karena kami harus berpakaian dulu baru buka pintu,” jelas Garo sambil mengusap rambut Alesha dengan lembut.



“Diluar kamar ada Ampi dan dua teman lain, Mas kaget. Ampi bilang Mas mau dijebak Retno untuk bertanggung jawab bayi yang dia kandung."



"Ampi tau karena teman istrinya cerita, Retno mau ngejebak Mas. Tentu saja Mas marah dan sejak itu Mas putus dengan dia."



"Nah tiba-tiba dia datang pas yayank ke toilet. Tanpa malu dia minta balikan dan sengaja mancing-mancing Mas buat terangsang dengan perbuatannya."



"Mas enggak tau kamu lihat pas dia gimana. Saat sadar kamu enggak balik-balik sampai makanan datang, Mas langsung nyusul ke toilet, tapi kamu enggak ada."



"Mas bayar makanan dan petugas yang antar makanan bilang Bunda udah pergi saat dia mau antar makanan ke meja kita."



"Mas langsung ngejar, tapi ban belakang kempes, jadi Mas ganti dulu. Mas sampai ke rumahmu, kamu sudah pergi, kata mommy kamu pergi janjian ama Mas,” Garo menuntaskan ceritanya.



“Wah, ban kempes, pantas aku sempat berkemas baju untuk nginep seminggu,” Alesha bergumam sendiri tapi Garo mendengarnya jelas.

__ADS_1



“Pasti pikiranmu jelek, Mas enggak cepet nyusul kamu karena Mas sibuk bermesra’an ama Retno kan?” kata Garo sambil menjentikan jarinya ke kening Alesha.



“Sakit,” protes Alesha sambil mengusap keningnya.



“He he he, sini Ayah cium biar hilang sakitnya,” Garo pun mengecup kening yang tadi di jentiknya.



Namun kini Alesha yang memegang wajah Garo dan mencium bibir lelaki itu dengan lembut.



“Maafin aku yang enggak sabar menunggu penjelasanmu,” ucap Alesha setelah dia melepas bibirnya.



Garo kembali mencium Alesha dan sesudahnya dia berkata “Maafin Mas juga yang sering membuat kita salah paham."



"Namun Mas tegaskan cuma kamu yang bisa bikin dunia Mas jungkir balik saat kamu menjauh. Jadi tolong cintai Mas dan jangan pernah ragukan cinta Mas.”



“Aku akan belajar, tapi Mas harus tau, aku baru terjatuh, dan aku takut terjatuh lagi,” balas Alesha.



“Percayalah, kita akan belajar melangkah bersama, Mas akan selalu menggenggam tanganmu agar kamu tidak terjauh."



"Mas tau perihnya lukamu. Mas pernah merasakan sakit dikhianati karena hanya dijadikan serep, karena itulah Mas tidak akan pernah berkhianat,” janji Garo.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang BARU dengan judul LOVE FOR AMOR ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1677886319953.jpg)



Dan judul lain adalah ENGAGED TO HIS SON


MARRIAGE TO HIS DADDY



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1677886319684.jpg)

__ADS_1


__ADS_2