JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
CALON SUAMI BUAT RATMI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Assalamu'alaykum," sapa bu Ratna dan seorang tamunya.



"Wa'alaykumsalam," jawab Garo sambil memberi salim pada dua orang tamunya itu. 



Alesha yang baru selesai memberi ASI pada Jingga dan masih berada di brankar bangkit pelan-pelan agar putrinya tidak bangun.



Alesha memberi salim pada bu Ratna calon mertuanya.



"Yank kenalin Ini Bude Parman ibunya Ratmi," Garo memperkenalkan tamu yang datang bersama dengan Ratna.



Alesha pun memberi salim pada budenya Garo itu, yang waktu lamaran tak hadir sehingga dia belum kenal.



"Maaf ya Nduk gara-gara anakku kamu jadi terluka," perempuan itu langsung mengucap maaf pada Alesha.  



"Enggak Bude saya yang salah, saya yang emosi sehingga marah pada mas Garo. Seharusnya saya mengerti dulu kondisi dia yang tidak sadar. Bukan langsung ngamuk dan berkata membatalkan pernikahan kami. Saya yang salah," ucap Alesha dengan penuh sesal.



"Sudah Yank, jangan bikin sedih lagi, permasalahan itu. Lupain ya," bisik Garo yang memang berada dibelakang calon istrinya itu.



"Sekarang bagaimana kondisi Ratmi Bude?" Tanya Alesha.



"Ratmi baik. Dia sangat terpukul ketika mengetahui bagaimana jahatnya Ismunanto. Walau pun dia bisa menikah di kantor polisi. Tapi Bude melarang dia menikah dengan pria tidak baik seperti itu."



"Pria yang mau melempar tanggung jawab pada orang lain. Lelaki seperti itu memang seharusnya dibuang saja."



"Benar Bude. Saya yakin Ratmi akan menemui jodoh terbaiknya. Seperti saya sudah menikah lalu bercerai buktinya saya masih ada Mas Garo yang menerima saya apa adanya dengan penuh cinta."



"Enggak perlu ragu Bude Insya Allah Ratmi ada jodohnya." 



"Nah ini yang Bude mau katakan pada Garo maka Bude ikut kesini. Selain ingin minta maaf padamu langsung, Bude juga butuh sharing pada Garo."



"Mas adikmu ( walau kalau menurut silsilah Ratmi adalah mbaknya Garo, tapi karena Ratmi lima tahun lebih muda dari Garo, sejak kecil Garo memanggil Dek pada Ratmi ) ada yang melamar."

__ADS_1



"Ibumu menyarankan bicara padamu. Apakah dia baik atau tidak." Bude Parman memberikan data nya pada Garo, baik tulisan mau pun foto lelaki bernama Husni tersebut.



"Dia bilang mencintai Ratmi sejak SMP,"  kata bude Parman.



"Nuwun sewu Bude, Ibu. Nuwun sewu apabila kata-kata saya ini menyinggung perasaan Bude. Saya hanya mencoba memberikan fakta saja."



"Begini ya Bude, oke lelaki itu mencintai Ratmi sejak SMP, tetapi dibalik dia ada keluarga besarnya Bude."



"Mohon maaf sekali lagi saya tidak ingin mengejek siapa pun sekali lagi mohon maaf bila tersinggung."



"Lelaki tersebut mencintai Ratmi apa adanya, mohon maaf tapi Ratmi itu, sekali lagi mohon maaf, Ratmi itu hamil karena perbuatan zina Bude."



"Husni tetap menerima Ratmi apa adanya tapi saya tidak rela bila nanti dalam rumah tangga dia akan dibully oleh keluarga besarnya Husni! Ratmi akan direndahkan oleh keluarga besarnya Husni karena dia bukan perempuan baik-baik."



"Itu nanti berdampak pada keharmonisan rumah tangga. Ratmi akan tertekan dan Husni mungkin tak kuat mental mendapat tekanan keluarganya lalu dia menyesal di kemudian hari."



"Saya janda tapi hamil bukan karena zina.  Mungkin ini untuk bahan pemikiran saja Bude. Jangan sampai Ratmi terluka kedua kali. Saya nggak rela kalau Ratmi nanti di cibir oleh keluarga lelaki itu Bude."




"Bener Nduk, bener Bude sangat berterima kasih kamu membuka mata Bude,karena memang kenyataannya seperti itu."



"Apa kasusnya Ratmi dengan Ismunanto tersebar luas?" tanya Alesha lagi.



"Yang tahu keluarga kita waktu itu, sama Pak RT pak dukuh tetangga waktu itu nggak ada sih ya. Tetangga kita yang masih saudara  aja." Jawab bude Parman.



"Enggak, Nggak  tersebar luas," kata Bu Ratna.



"Mungkin bisa kita manipulasi datanya.  Bude bilang sama Husni, bisa nggak dia mengakui bayi itu pada orang tuanya adalah anaknya. Nanti nggak akan ada yang tahu bahwa itu anaknya Ismunanto, itu lebih aman Bude. Resikonya Husni akan dimarahi kedua orang tuanya tapi kedepannya lebih aman."



"Kalau menurut saya daripada Ratmi nanti dibully oleh keluarga besarnya Husni."



"Kalau dia bisa seperti itu, monggo teruskan terima lamarannya tapi kalau tidak ya Bude pikir lagi aja diterima ya resikonya rumah tangga Ratmi seperti apa, nggak diterima Ratmi akan melahirkan tanpa suami. Gitu aja sih menurut saya Bude."


__ADS_1


"Wah apike kowe iki yo Nduk,  udah disakiti masih aja mikir orang yang menyakitimu." Bude Parman bersyukur dia bisa tukar pikiran dengan Alesha.



"Lho Ratmi kan nggak menyakiti saya Bude. Ratmi itu kan juga korban kayak mas Garo. Mas Garo malah terima hukuman pernikahan kami saya tunda. Masa korban lainnya saya lukai juga, kan nggak mungkin Bude," Garo memeluk Alesha dengan lembut dia bangga perempuan pilihannya memang perempuan yang sangat baik.



"Yah," kata Jingga yang terbangun.



"Iya sayang," Garo langsung menghampiri kekasih kecilnya. Bude Parman melihat bagaimana Garo sangat open pada anaknya.



"Itu kalau bangun, kalau melek cuma mau sama ayahnya Bude." Jelas Alesha karena bukan dia yang langsung menghampiri ketika putrinya bangun.



"Ya Allah, sungguh besar cintaMu pada makhluk kecil itu sehingga diberi ayah pengganti yang baik," ujar bude Parman.



"Dia sakit itu karena kami ribut dan dia nggak lihat ayahnya seminggu dan dia berteriak terus hingga radang tenggorokannya."



"Cinta itu nggak melihat usia," bu Ratna ingat dia pun jatuh cinta pada Garo sejak anak itu berusia dua minggu ketika madunya tak bisa merawat Garo selain memberi ASI.



"Kalau nyusu pun dia maunya sama mas Garo, jadi saya repot. Ditutupin nggak mau, saya nggak mungkin nyusui terbuka depan Mas Garo."



"Dia mau ditinggal mas Garo kalau dibilang ayah salat. Dia duduk di sebelahnya. Atau kalau bilang Ayah mau ke kamar mandi baru dia nurut tapi dia nunggu di depan toilet."



Bude Parman baru mengetahui betapa dalamnya cinta Garo terhadap putri kecilnya padahal dia bukan apa-apanya.



"Anak Ayah udah bangun, itu ada eyang loh kita salim yuk. Oh ganti diapers dulu ya," kata Garo.



Garo lalu menggantikan diapersnya baru mengajak putrinya memberi salim pada Ratna dan bude Parman.



"Kalau menurutku, kalau bisa calonnya Ratmi suruh datang ke sini aja ngobrol sama aku dan Alesha atau besok suruh ke rumah. Kami ada di rumah besok karena kemungkinan sore nanti Jingga sudah mulai pulang Bude." Ucap Garo. Dia sangat setuju pada usulan Alesha.



"*Ta' kon moro neng omah wae sesok esuk yo* jam 10.00 jam 11.00 lah ya," bude bilang Husni akan dia suruh datang ke rumah Alesha besok pagi jam sepuluh atau jam sebelas.



"Begitu lebih enak, lebih santai Bude."


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang baru aja terbit dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND



Atau juga judul lain yang baru terbit dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN

__ADS_1



__ADS_2