JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
MENGGODA MOMMY


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Puas berkeliling pasar melihat aneka buah dan sayuran segar juga snack disana, Alesha dan Garo mulai melihat kios durian mana yang akan mereka datangi untuk makan buah durian segar.



"Wah ini nih enak Yank. Kayaknya pas karena kemasan duriannya kecil-kecil jadi kita bisa mencicipi beberapa jenis durian," kata Garo sambil mengajak istrinya ke sebuah kios yang mengemas durian dalam styrofoam hanya berisi satu juring saja.



"Ayo," Alesha langsung mengambil ponselnya dan menghubungi mommynya di Jogja. Dia melakukan video call untuk absen Jingga.



"Selamat pagi sayang,"  sapa Alesha pada putri kecilnya yang terlihat sedang di teras belakang.



"Adiiiiiii," jawab Jingga kenes. Dia membalas selamat pagi dari bundanya.



"Dedek sudah maem?" Tanya Garo.



"Dah, aem," balas Jingga.



"Maem sama siapa sayang?" Garo melihat Jingga tak rewel dan tak merengek minta dia gendong seperti biasa.



"Aem tama Ah tie," Jingga bilang maemnya sama yanktie.



"Maem sama Yanktie kata Jingga Yah," Alesha menerangkan ada Garo.



"Iya Ayah ngerti kok." kata Garo.



"Rupanya Jingga baru maem sama Yanktie ya, Ayah dan Bunda juga udah maem lihat nih," langsung Garo memperlihatkan durian chanee yang dia pegang. 

__ADS_1



"Hei kalian di mana itu?" Teriak Ririen.



"Di pasar Or Tor Kor Mom," Alesha menerangkan dimana mereka kali ini.



"Oh pasar yang dekat Chatuchak itu?"



"Bener banget Mom. Kami sudah selesai sarapan dan sekarang mau makan durian dulu sebelum hunting tanaman."



"Kalian tuh *penjahat* ya, godain mommy pagi-pagi," protes Ririen.



Kata penjahat di sini hanya kata kiasan yang menggambarkan bahwa kedua anak dan menantunya itu jahat karena menggoda dirinya.



"Keren banget, enak Mom. Kering dan legit,"  kata Garo makin membuat Ririen keqi.




"Kenapa Mom?" Tanya Putra dan Leona bersamaan.



"Ini Garo pagi-pagi bikin Mommy keqi," Ririen memperlihatkan kamera ponselnya pada Putra dan Leona. Garo langsung melambai dengan styrofoam berisi durian di tangannya.



Tentu saja Putra dan Leona terbahak melihat penyebab Ririen sewot pagi ini.



"Garo kamu memang menantu kurang ajar! Ingat lho Mommy akan hukum kamu nanti," kembali ancaman Ririen lontarkan.



"Mom ingat lo ada Jingga di sebelah. Jaga kata-katanya," bisik Putra. 


__ADS_1


"Oh iya sorry, sorry. Mommy gemes ama Garo!" Semua memang harus berkata yang baik agar Jingga tidak  menyerap kata-kata yang tidak baik.



"Ya udah Jingga maem lagi ya, Ayah kerja dulu." Pamit Garo.



"Iyaaaaa," tanpa rewelI Jingga mengizinkan ayahnya bekerja.



"I love you Jingga," ucap Garo.



"Op yu yu Yah," balas Jingga menggemaskan.



Garo dan Alesha benar-benar puas makan durian sambil menunggu tim yang hari ini kerja terakhir sebelum ke Wat Arun lusa atau besok tergantung Garo.



Hari ini mereka akan membuat foto di Chatuchak saat suasana siang, karena kemarin membuat foto Chatuchak suasana malam.



"Kayaknya kita nggak bisa jalan nih Yank," kata Garo.



"Iya kekenyangan," jawab Alesha sambil melihat foto-foto yang dia buat.



Alesha terkekeh melihat saat Garo belepotan durian. Langsung dia posting dengan caption : "*walau wajahnya belepotan durian, suamiku tetap ganteng*."  



"Makanya sabar pelan-pelan aja ya jalannya." jawab Alesha.



'*Ternyata benar yang dia bilang, dia makan durian itu dalam jumlah banyak. Hanya tak bisa makan yang pahit. Jadi dia memang middle team*,' kata Garo dalam hatinya melihat istrinya maka durian.



Porsi makan durian Alesha memang bukannya seperti Fajar atau Putra dedengkot team daddy yang hanya makan sedikit.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

__ADS_1



__ADS_2