JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
INGIN SEGERA HAMIL


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Garo dan Alesha bergandeng tangan masuk ke lokasi penjualan tanaman di pasar Chatuchak  malam yang sangat besar itu.



Mereka terus saja asyik belanja tanpa ingat waktu. 



"Mas kita belum makan loh," kata Alesha.



" Ya ampun. Iya Yank kita belum makan padahal sudah jam 11.00 malam."



"Hebatnya kita nggak akan terasa lapar, nggak akan merasa capek kalau sudah berkaitan dengan tanaman. Coba kalau kita ke mall. Coba kita ke Chatuchak biasa yang jual souvenir, pakaian dan lainnya pasti kita ngerasa capek karena memang feel kita nggak ada di sana."



"Mungkin beda sama Kak Icha atau Leona bila mereka ke Chatuchak tanaman.  Mereka nggak punya feel di situ. Pasti bosan dan capek karena bukan penyuka tanaman." 



"Leoni yang nggak suka tanaman, Liani juga gila tanaman dia seperti romonya. Leona suka tanaman. Kalau mas Fajar suka cuma dia nggak ngerawat kayak dasdy aja."



"Daddy suka tanaman sejak bersama mommy. Kalau mas Fajar kayak aku sama-sama suka tapi dia nggak ngerawat. Kalau aku suka sampai tergila-gila dari kecil."



"Kalau  Mas sendiri suka tanaman dari mana?"



"Nggak tahu, entah Ayah entah Ibu kandungku. Kalau Ibu Ratna nggak suka. Aku terobsesi itu dari kecil, dari SD kalau aku jalan ke sekolah aku lihat ada bunga-bunga liar dan aku perhatikan detailnya satu persatu. Di situ mulai aku bisa membedakan ada bunga yang berkelopak lima ada yang berkelopak enam."



"Lalu ada yang tengahnya kuning,  tengahnya putih tengahnya hitam. Makin lama aku makin tertarik mendalami itu," kata Garo.


__ADS_1


"Sehingga jadilah aku seperti sekarang."



"Sama Mas. Aku bawang merah tumbuh di dapur itu yang bikin aku tergila-gila sama tanaman. Di dapur aku lihat ada bawang yang tumbuh, lalu mommy ngajak aku, diambilnya bawang merah tadi dan diberikannya padaku, dia pandu aku menanam. Tiap jari aku amati pertumbuhannya. Mulailah semua aku tanam."



"Entah jahe entah bawang putih. Semua yang aku makan ada biji pasti aku tanam. Rasanya heboh banget. Padahal aku masih TK jadi sejak itu semua hal aku tanam. Biji apel, biji anggur, biji salak semuanya!  Walau pun banyak yang tidak tumbuh, tapi aku suka."



"Daddy membelikan aku  biji sawi, biji seledri atau biji apa pun. Oleh mommy aku dibelikan alat berkebun kecil dan diberikan pot warna warni yang saat kita kecil dulu belum umum karena pot jaman dulu hanya hitam."



"Berarti besok Jingga kita rangsang untuk menyukai tanaman ya Yank?"



"Jingga nggak perlu kita rangsang Mas. Lihat aja kalau dia kamu ajak ke nursery, dia akan anteng, dia akan tenang dan ada rona senang di wajahnya."



"Tapi kalau suruh nonton, sebentar aja dia bosen walau itu tontonan anak sekali pun. Dia akan segera mengganggu kita untuk mencari perhatian."




"Sejak usia satu bulan aku membuat dia suka buku seperti yang daddy lakukan pada kami."



"Kami harus cinta buku, sehingga tak perlu dipaksa belajar. Itu yang daddy terapkan pada kami."



"Oh gitu. Jadi Jingga kita bawa aja ya seperti kamu yang diajak mommy dalam segala hal soal tanaman."



"Seperti itu lebih baik. Kita jangan nyuruh dia tapi kita ajak secara tak langsung."



"Oke aku setuju. Aku juga setuju soal mengajak dia membaca karena dari situ dunia kita terbuka luas," kata Garo. Mereka akan menerapkan itu pada semua anak-anaknya.


__ADS_1


"Aku ingin Jingga dan adik-adiknya semua suka membaca dan berkebun."



"Adik-adiknya?" Garo tak percaya Alesha mulai membicarakan adik Jingga.



"Iya Mas aku ingin sehabis masa suntik ini aku nggak suntik lagi ya?"



"Lho, usia Jingga belum dua tahun."



"Enggak apa apa kalau di periode terakhir pemberian ASI kayaknya nggak terlalu mengganggu bila aku hamil dan menyusui bersamaan." Alesha meyakinkan dirinya semua tak akan berat untuk dia jalani.



"Kalau kamu yang mau seperti itu asal jangan paksaan dari Mas, ya Mas enggak akan larang. Kita akan hadapi semua bersama," ujar Garo senang.



"Memang kamu siap hamil?"



"Iya Mas mudah-mudahan segera dapat. Tapi kalau nggak dapet pun memang target kita adalah enam bulan kosong kan?"



"Ya sudah kalau maumu itu jadi nanti kita resepsi kamu sudah buka KB?"



"Enggak sampai resepsi sih Mas. Enggak apa-apa, kan kita udah akad nikah semuanya orang sudah tahu kok. Lagi kalau pun kita dituduh hamil duluan buat aku nggak problem."



"Mau diomong apa pun terserah orang aja. Kan kita juga sudah memperlihatkan bahwa kita sudah menikah lama," ucap Garo.



Garo sangat senang ternyata Alesha berubah pikiran soal kehamilan berikutnya.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE


__ADS_1


__ADS_2