
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Wah cucu Yanktie pagi-pagi udah dateng," kata Ririen menyambut anak dan cucunya yang berjalan bergandengan bertiga.
"Iya Yanktie, kami mau sarapan di sini," jawab Garo mewakili Jingga.
"Aem.." kata Jingga.
"Iya kita maem sini," kata Alesha.
"Capek ya jalan dari rumahmu aja?" Tanya Putra.
"Cape Yankkung," jawab Alesha.
"Jingga maem apa ini Sha?" Tanya Ririen.
"Roti isi keju, atau coklat atau korned aja Yanktie."
Biasanya Ririen hanya sarapan berdua dengan Putra setelah anak-anaknya pindah semua. Sekarang masih ada Fajri tapi seringnya Fajri jarang sarapan bersama. Sehabis salat Subuh dia sering tidur.
Pagi ini kebetulan Fajri sarapan bareng.
"Mom, Dadd aku mau bicara," kata Alesha, karena ini orang tua nya maka dia yang bicara lebih dulu.
"Ada apa?" tanya Putra dengan lembut.
"Aku sadar Dadd, Mom aku salah waktu itu nggak mikir panjang batalin pernikahan dengan mas Garo."
"Aku ingin menembus itu ssmua walau pasti masih ada yang tak termaafkan."
"Nebus bagaimana? Kan jadwal gedungnya udah dipakai sama Abang," kata Ririen.
"Iya kami ngerti kok, maksud aku gini lho dasar pemikiranku."
"Pertama kan kesalahanku ke Mas Garo, kesalahanku ke Daddy dan Mommy juga kesalahanku ke Abang dan Mbak Liani."
__ADS_1
"Pemikiran kedua yaitu eyang kakung, eyang putri nenek dan kakek yang sudah sepuh. Kasihan kalau mereka wira-wiri setiap bulan atau berapa bulan sekali."
"Tadi malam aku sudah rembug-an dengan mas Garo aku mau minta pendapat Mommy, Daddy juga Abang. Gimana kalau aku akad nikah dengan mas Garo saat nenek kakek eyang semua ada di sini."
"Aku mau nikah dua hari sebelum akadnya Abang atau dua hari sesudah resepsinya Abang. Jadi nenek kakek dan eyang nggak wira-wiri terus-terusan."
"Tapi semua itu pasti tergantung izin Mommy, Daddy dan Abang."
"Abang setuju banget. Memang kasihan mereka kalau harus mondar-mandir terus. Tapi dalam waktu mepet enggak sampai dua minggu ini apa kamu kekejar?" Tanya Fajri.
"Insya Allah kekejar semuanya kan udah di urus semuanya."
"Baju akad semuanya sudah. Jadwal penghulu tinggal majukan dua hari atau undur. Yang belum hanya catering sehabis akad aja." Jawab Alesha.
"Catering kalau hanya 50-100 pesan dua hari sebelumya juga bisa koq," Ririen menjelaskan soal catering.
"Ya udah Daddy juga setuju banget. Terserah Mommy," jawab Putra.
"Kapan enaknya Bang? Sebelum Abang atau sesudah Abang?" Tanya Garo.
"Sebelum lah kalian yang punya jadwal duluan. Dua hari sebelum Abang akad kalian lakukan akad. Abang setuju banget."
"Kita tinggal bilang sama eyang kakung san eyang putri dan nenek kakek buat majuin dua hari keberangkatannya karena kamu akan nikah."
"Bismillah pasti rumah tangga kalian akan berjalan baik dan harmonis," Fajri memberi support pada Alesha.
"Alhamdulillah," kata Garo sambil terus menyuapi Jingga sarapan.
"Iyaaah," kata Jingga.
"He he, Alhamdulillah kata Jingga," Garo menerangkan apa yang Jingga katakan.
"Alhamdulillah ya Dek Iya?" Tanya Alesha.
__ADS_1
"Yah," jawab Jingga sambil mengangguk.
"Ya udah sore ini berarti kita ke rumah Ibu Mas," Alesha mengingatkan Garo.
"Iya," jawab Garo.
"Mas ini?" Tanya Alesha menanyakan sarapan yang akan dimakan Garo. Garo mengangguk menu yang Alesha tawarkan.
"Kenapa nggak sekarang ke rumah ibunya?" tanya Ririen.
"Nanti jam 10-an ada tamu, calon suami Ratmi, yang waktu itu dijebak juga. Ini calonnya Ratmi kita mau kasih briefing dia. Jadi paling ke rumah ibu sore."
"Ibu dikasih tahu dulu Mas kita mau datang," Alesha mengingatkan Garo.
"Iya nanti Mas kasih tahu."
'*Alhamdulillah enggak sampai dua minggu lagi aku menikah*,' kata Garo dalam hatinya.
"Terus undangannya gimana?" Putra bertanya pada Garo dan Alesha.
"Secara lisan aja Dadd, kan hanya akad. Dan hanya keluarga aja. Seperti waktu lamaran itu yang penting akadnya dulu. Resepsi nanti kita bahas belakangan. Sekarang fokus pada urusan Abang aja."
"Kami nggak apa apa yang penting semua tamu sudah tahu kami sudah menikah."
"Aku juga akan mengundang beberapa teman sehingga akan kelihatan bahwa kami sudah sah," kata Garo.
"Iya anak buahmu undang semua. Beberapa teman nursery di Jogja sini undang juga."
"Nanti atas nama mommy aja ngundangnya."
"Oke. Dua hari sebelum Abang, mau jam berapa?"
"Jam 09.00 aja Mom, jadi nggak keburu-buru."
\*\*\*
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA
__ADS_1