
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Alesha membawa es jeruk dan pisang goreng kedepan.
“Minum Ram,” Alesha menawarkan es jeruk yang dibikinnya.
“Iya makasih,” balas Rama “Kamu enggak ada rencana keluar rumah?” tanya Rama.
“Aku ibu yang bekerja. Kalau aku butuh sesuatu, biasanya aku cari sekalian saat aku keluar kerja. Jadi Hari Sabtu dan Minggu emang aku sengaja enggak kemana-mana khusus buat keluarga."
"Itu aturan baku dari daddy sejak aku bayi. Maka tadi aku berkebun pun anakku aku bawa, agar aku tetap bisa berinteraksi dengannya,” jawab Alesha.
“Wah keren prinsipnya, benar-benar mengutamakan keluarga,” komen Rama.
“Ya begitulah, sejak aku bayi kan mommy dan daddy masih sama-sama sibuk. Jadi mereka menggantikan waktu untuk kami anak-anaknya hari Sabtu dan Minggu."
"Lalu waktu untuk mereka berdua mereka pakai jam makan siang di hari kerja,” Alesha sangat nyaman cerita apa pun dengan Rama.
“Kalau khabar Rezky gimana Sha?” tanya Rama tiba-tiba.
__ADS_1
“Aku enggak tau, aku sudah bercerai secara agama saat usia kandunganku enam bulan, dan pisah secara negara dua bulan lalu,” jawab Alesha santai, dia merasa tak ada yang perlu ditutup-tutupi akan statusnya.
“Gimana kalau kita balikan? Aku ingin jadi ayah anakmu,” Rama spontan mengucapkan itu tanpa beban.
'*Ayah? Ayahnya Jingga? Alesha langsung teringat sosok itu. Sosok yang sejak hari pertama Jingga lahir sudah menyebut dirinya sendiri sebagai ayahnya Jingga. Jingga sudah punya ayah, Jingga tak butuh sosok lain untuk menjadi ayahnya*.'
'*Dan apa lelaki ini bisa jadi ayah buat Jingga? Sejak dia datang aja dia tidak tertarik sama sekali menyapa Jingga*!'
'*Artinya dia hanya akan menjadi ayah diatas kertas! Tidak dihatinya. Di hatinya hanya ada cinta untuk bundanya Jingga saja. Dia bukan lelaki terbaik untuk menjadi seorang ayah bagi Jingga*.'
“Koq diem, kamu marah?” tanya Rama.
“Eh engga, aku enggak marah. Tapi aku masih nyaman dengan kesendirianku saat ini. Aku nyaman berteman denganmu seperti sekarang."
“Kamu harus tau Sha, aku tak pernah khianati kamu, aku tak pernah selingkuh dari kamu. Dan sejak kamu menjauh saat itu, sampai saat ini, aku tak pernah sekali pun dekat dengan perempuan lain,” jelas Rama.
“Aku tau, sebelum kamu dan teman-teman menjabarkan kelakuan Rezky di kampus dulu, aku pernah tak sengaja mendengar Rezky sengaja bikin skenario kalau kamu sedang bermesraan di kelas saat aku melihatmu dulu."
"Sayang saat itu aku sedang mempersiapkan pernikahanku dengan Rezky."
"Saat aku marah pada Rezky, dia beralasan melakukan itu karena dia teramat mencintaiku."
__ADS_1
"Itulah sebabnya aku diam, tak kembali padamu walau sudah tau kamu tak salah."
"Namun kalau saat ini aku harus kembali menjalin hubungan denganmu aku tak sanggup. Karena rasa untukmu sudah hilang menguap bersama bergantinya waktu."
"Maaf beribu maaf, aku nyaman berteman saja denganmu,” balas Alesha cepat. Saat dia bercerita dia tersadar akan kesalahannya dulu.
Astagaaaaaaaaaaaaa, saat dulu dijebak Rezky dia sangat bersalah tak mau mendengar penjelasan Rama, dia malah selalu menghindarinya.
Bukankah sekarang dia kembali berbuat bodoh dengan tidak mau mendengar cerita Garo? Mengapa dia tak belajar dari kesalahan masa lalu? Alesha merasa sangat galau. Dia bingung mau segera menghubungi Garo saat ini juga tak mungkin, karena masih ada Rama didepannya
“Aku minta maaf padamu Sha, aku terima keputusanmu. Namun yang kuminta, kau mau tetap berteman denganku dan jangan menjauh. Bisa kan kita tetap bersahabat?”
“Siyaaaaap, best friend forever,” senyum Alesha mengembang begitu mendengar Rama menerima keputusannya.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang BARU dengan judul ENGAGED TO HIS SON
MARRIAGE TO HIS DADDY ya.
__ADS_1
