
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Hari Sabtu. Hari kumpul keluarga Putra.
Pagi tadi di rumah, Alesha bikin nasi goreng yang seharusnya akan dia olah buat makan malam.
Dan buat kumpul keluarga siang ini Alesha mengeluarkan semua daging dan ayam di freezer miliknya lalu dia olah jadi rendang dan semur ayam agar kulkasnya kosong untuk diisi dengan bahan yang baru. Alesha akan membawa rendang dan semur ke rumah Ririen.
Alesha dan Garo membawa banyak oleh-oleh buat semua anggota keluarga yang hadir termasuk para pembantu rumah tangga dan pengasuh Tama serta pengasuh baby twins.
\*\*\*
"Abang dengar kamu dapat kejutan manis dari Garo?" Fajri bertanya soal foto prewedding.
"Iya Bang. Jadi mas Garo sejak disini diam-diam sudah atur team fotografer di Phuket dan di Chatuchak. Serta di Wat Arun. Aku enggak tahu sampai kami tiba di Phuket."
Alesa langsung bercerita menggebu-gebu bagaimana semua proses disana.
"Oh gitu? Jadi team Phuket dengan team Bangkok beda?"
__ADS_1
"Beda Mas. Kalau yang di Phuket memang khusus buat foto penyelaman. Iya bener-bener deh. Kami serasa sudah mahir padahal baru sekali itu. Team mereka hebat. Pengarah gaya dan kameraman juga jeli," lalu Alesha menerangkan bagaimana mereka di Phuket buat bikin foto preweddingnya.
"Dan pas di Chatuchak sih biasa lah Bang, bikin foto saat aku dan mas Garo melakukan proses kerja. Orang pikir kan kami cuma main di Bangkok. Mereka enggak tahu perjuangan kami mendapat bahan yang bagus dan murah."
"Saat di Wat Arun kita tahu kan ada penyewaan pakaian adat Thailand buat pengunjung kenakan? Team fotografernya bawakan kami baju pengantin adat Thailand De, Bang. Jadilah kami punya foto dengan baju nikah pakaian Thailand."
"Wow," kata Leona dengan suara keras.
"Hus kamu tuh kenceng banget nanti baby twins bangun loh," Ririen menegur putrinya.
"Bener-bener hebat," kata Leona.
"Mas Garo itu minta temannya di sana suruh carikan team terbaik untuk bikin foto prewedding kami."
"Karena perhitungan Mas Garo kalau bawa dari Jogja kita harus bayarin tiket pulang pergi mereka tiket hotel dan makan mereka. Minimal team kan 3 orang tapi yang bagus 5 sampai 7 kalau mau profesional itu terlalu mahal."
"Hasilnya sudah dikirim di email mas Garo dan bisa kita lihat nanti sehabis makan," ujar Alesha. Garo sudah melihat hasil yang dikirim ke emailnya pagi tadi.
\*\*\*
__ADS_1
"Ya Allah Dek, keren banget," seru Icha. Mereka sudah selesai makan siang dan Garo menyalakan laptopnya untuk memperlihatkan hasil foto dari team profesional yang dia bayar di Thailand.
"Apik lho Bang," puji Liani.
"Hebat, hebat ini hebat," Fajri yang ahli di fotografi seperti Putra memuji hasil team kreasi fotografer yang Garo bayar di Thailand.
Dia tak berhenti bicara kata **hebat**, karena memang dia lihat hasil foto-fotonya benar-benar spektakuler.
"Ini pengalaman pertama kali kami berdua, tapi kayaknya di situ terlihat kami benar-benar sudah pakar ya," kata Garo memperlihatkan saat foto snorkeling.
"Iya bener. Terus ini juga ih keren banget fotonya waktu kalian menatap Sunset. Hebat fotografernya," kata Putra dia melihat hasilnya memang sangat ciamik.
Seorang pakar seperti Putra dan Fajri bisa menilai kalau Garo tak rugi membayar mahal team yang dia sewa.
Selain foto yang dari team fotografer juga ada foto yang Garo buat di kameranya.
Semua melihat suasana makan malam romantis yang Garo adakan buat istrinya.
'*Mommy bahagia untukmu sayangku. Memang kau harus merasakan pahit dulu dengan menikah dengan Rezky dulu. Tapi sekarang kamu mendapat cinta sejatinya Garo. Sama seperti yang mommy alami dengan daddy*.' Ririen melihat mata bahagia milik Alesha dan mata penuh cinta milik Garo.
\*\*\*
__ADS_1
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU