JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
DIA UDARA BAGI NAPASKU


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Siap Yank?"



"Insya Allah siap Mas," Alesha menjawab Garo dengan yakin. Mereka baru selesai salat Subuh bersama.



"Ya sudah kita sarapan, lalu kamu bersiap ke rumah mommy buat dirias. Mas sama Ibu kan nanti datang dari rumah ini." Garo mengajak Alesha sarapan sebelum dia dirias oleh MUA di rumah Ririen.



"Maem dan pakaian Jingga sudah kan Yank?" Tanya Garo.



"Pagi ini Mas enggak usah fokus ke Jingga. Mas fokus ke acara kita ya? Kalau hanya setengah hari Jingga enggak akan rewel koq. Tapi hati Mas harus tenang biar Jingga enggak rewel," Alesha menasihati Garo yang terus kepikiran Jingga.



"Sampai Mas selesai dandan, dia masih bisa sama Mas koq. Nanti habis kita akad dia bisa sama kita lagi," Alesha terus mengafirmasi Garo yang takut bila putrinya kembali histeris dan sakit lagi.


\*\*\*



"Wah manglingi tenan," bisik eyang putri melihat Alesha yang sudah didandani. Walau untuk akad, Ririen tetap menggunakan MUA untuk semua anggota keluarganya. Termasuk ibunya Garo.



"Kamu cantik banget Sha," puji nenek.



"Iya, semua pangling lihat aura yang kamu pancarkan Sha," ucap mamanya kak Icha dan mamanya Gerald hampir bersamaan.



Yang belum ikut menginap adalah ibunya Liani karena dia juga sedang super sibuk dua hari menjelang pernikahan putrinya. Tapi dia tetap berjanji akan datang.

__ADS_1



Alesha sudah rapi dandan ketika mantan mertuanya hadir. 



"Monggo kalau mau ketemu dengan Lesha sebelum akad," Ririen mempersilakan uminya alm Rezky untuk menemui Alesha.



"Doa Umi dan Abi untukmu ya Nduk. Semoga kamu selalu bahagia dengan Garo. Dia pria baik."



"Matur nuwun Umi," jawab Alesha.   


\*\*\*



Ririen tetap mendatangkan MC untuk acara kali ini. Keluarga Garo tak percaya akad yang diadakan dadakan bisa digelar semewah dan sebesar ini padahal undangan hanya lisan.



"Silakan para tamu duduk ditempatnya. Kami akan mulai acara, karena bapak penghulu sudah dekat. Kita mulai lebih dulu acara kita agar bila penghulu tiba beliau tinggal menunggu terlalu lama. Disebabkan jadwal penghulu sangat padat.



\*\*\*



"Mommy berpesan padamu, *jangan bilang cinta bila kamu tak bisa menjaganya*. Karena cinta bukan hanya cukup di mulut. Tapi harus keluar dari hati dan diperlihatkan di perbuatan!" Ririen berpesan pada Garo calon menantunya.



"Alesha adalah anak perempuan pertama kami, dan buat Daddy dia adalah segalanya. Darinya Daddy bertekad menjadi ayah terbaik baginya dan bagi kakak-kakaknya."



"Kata DY adalah panggilan pertama darinya yang tak akan Daddy lupakan. Daddy yang pertama kali belajar menggendongnya penuh ketakutan merasakan suatu sensasi rasa tersendiri menjadi ayah."



"Daddy adalah pria pertama yang membuatnya tegar menerima cemo'ohan kala dia tau kalau ayah kandunganya tidak menghargai kehadirannya."

__ADS_1



"Daddy bersusah payah membangun semangatnya kala itu, sampai dia membuang hobby melukisnya yang diturunkan dari darah ayahnya."



"Daddy sangat kecewa karena kecolongan oleh kelakuan Rezky, maka saat ini Daddy tak ingin kecolongan lagi."



"Cukup sekali dia mengalami kesakitan teramat dalam. Saat dia terpuruk, sebenarnya Mommy dan Daddy berdua lebih terpuruk karena merasa bersalah dia mengalami nasib buruk seperti itu."



"Kami sangat senang saat kamu berhasil menopangnya sedikit demi sedikit."



"Tapi bila suatu waktu kamu akan berpaling darinya, tolong jangan lepas dia sendirian, kembalikan pada kami. Kembalikan dalam pelukan kami. Daddy akan membawanya pulang." Ucapan Putra menikam jantung siapa pun yang mendengar nasihatnya pada Garo calon menantunya.



"Saya tak akan berjanji sesuatu yang tak bisa saya tepati. Yang saya tau, saya akan menjadikannya udara bagi napas hidupku, tak akan ada yang lain selain dirinya. Seperti Daddy yang selalu hanya mencintai satu wanita sebagai pendamping hidup.”balas Garo pasti.



So sweet kan kalimat balasan Garo.



"Menjadi suami itu bukan hanya sekedar status di buku nikah melainkan sebagai pegangan bagi perempuan yang telah kau ambil tanggung jawab dari ayahnya, baik menafkahi mau pun membimbingnya."



"Suami yang baik bukan hanya sekedar romantis dan mengikuti apa pun kemauan istrinya namun mampu memagari keluarganya dengan cinta sehingga keluarga yang dia bina akan terus disinari kehangatan cinta."



"Aku akan serahkan adikku padamu sebagai istri sebagai teman hidupmu. Bukan untuk kau sakiti hati atau tubuhnya!"



"Lelaki sejati tak pernah mengingkari janjinya sebelum menikah." Fajar menasihati Garo yang akan dia nikahkan dengan Alesha.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

__ADS_1



__ADS_2