JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
LEONA DEMAM


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Akhirnya sekarang di rumah sakit tinggal Putra dan Ririen juga George dan Leoni.



"Oni,  kamu pulang aja ya, jangan terlalu capek lho Dek," bujuk Putra. Dia melihat Leoni gelisah tapi tak mau bicara ada apa.



"Nggak kok Dadd, nggak apa-apa aku nunggu disini sebentar lagi ya," tolak Leoni.



"Iya Honey, kita  pulang aja yuk," bujuk George juga.



"Enggak aku masih mau di sini sebentar lagi," Leoni bersikeras tetap di situ. Saat itulah Leona mulai merasakan demam.



"Kakak kenapa Kak?" yang lain belum tahu apa yang Leona rasakan, tapi Leoni tak bisa ditipu karena dia ikut merasakan ada yang tak beres dalam tubuh kakaknya itu.



Ririen, Putra, dan George langsung kaget. Sontak tanpa aba-aba mereka mendekati brankar Leona, meninggalkan Leoni tetap di sofa. Gerald yang sejak tadi berada disisi istrinya saja tak tahu apa yang istrinya rasakan.



"Enggak tahu kok aku rasanya demam ya."



'*Oh ini yang membuat Leoni tak mau cepat pulang. Karena dia merasakan apa yang dirasa Leona*,' batin Putra.



'*Rupanya sejak tadi dia punya feeling kakaknya akan tidak baik-baik saja*' batin George melihat istrinya.



"Sebentar ya Bu kita periksa ada apa kok Ibu jadi demam." Perawat yang datang langsung merespon adik ipar dokter Aurora itu setelah Gerald menekan bel memanggil petugas.


__ADS_1


"Kenapa Bu, apa yang dirasa?" Tanya dokter jaga yang datang setelah diberi laporan suster tadi.



"Saya kok rasanya demam," Leona memberitahu apa yang dia rasa." Dokter memeriksa dengan saksama.



"Alhamdulillah enggak apa apa Bu. Sabar ya. Tadi Ibu terlalu ketakutan saat belum kelahiran. Sekarang setelah semua terlewati ibu merasa semua beban yang menghimpit hilang. Jadi tubuh dan pikiran Ibu kaget terhadap semua perubahan. Saran saya sekarang ibu istirahat saja. Yang lain silakan tinggalkan bu Leona istirahat," saran dokter.  



"Sudah saya beri obat suntik langsung di infus. Semoga ibu bisa relaks ya." Dokter memberi obat turun demam yang mempunyai efek samping mengantuk agar Leona kembali fresh karena  bisa istirahat.



"Ya sudah Dadd, Mom, kami enggak apa apa, tinggal saja," George pun '*mengusir*' kedua mertuanya agar sang mertua dan juga pastinya istrinya bisa istirahat.



"Kalian juga pulang aja. Enggak apa apa kok nanti kalau ada apa-apa aku kabarin." Gerry juga '*mengusir*' adik dan adik iparnya.



"Iya aku pulang kok, aku udah tenang sekarang," kata Leoni. 




"Iya."



Leoni pun pamit pulang bersama George.



"Kamu nggak apa apa? Ada sesuatu yang mau diambil atau apa kamu mau titip apa? Kan tadi kalian ke sini nggak niat." Ririen menanyakan apa yang anak dan menantunya butuhkan.



"Aku udah nyuruh pembantuku, sebentar lagi datang membawa semua yang aku tuliskan di pesan Mom," jawab Leona.



"Oh ya sudah berarti bajunya Gerry dan segala kebutuhan lain semua udah?"


__ADS_1


"Sudah Mom, koper melahirkan memang telah siap. Hanya baju Gerry aja yang belum. Juga alat mandi dan lain-lain. Itu yang akan diantar maid sebentar lagi," jawab Ona.



"Baik Mommy dan Daddy pulang dulu. Nanti kalau butuh sesuatu kamu langsung kirim pesan aja biar Mommy pesankan."



"Ingat, jangan pantang apa pun. Untung mertuamu bule jadi kamu enggak dapat info yang tak benar. Jaman dulu ada pendapat ibu melahirkan jangan makan ikan karena nanti ASI nya amis atau nanti bayinya gatal alergi."



"Ada yang bilang tak boleh makan lauk yang digoreng sehingga ibu baru melahirkan hanya makan sayur dan lauk rebusan."



"Ada yang bilang tak boleh es atau sambal. Saat mommy baru melahirkan mbak Lesha, dokternya langsung kasih hadiah Mommy juice alpukat, dan lauk di rumah sakit adalah sayur lodeh ( pakai santan, suatu hal yang '*dilarang*' untuk ibu baru melahirkan ) dan balado telur." 



"Ha ha ha, aku banyak dengar dari teman-temanku gitu Mom, dan aku hanya senyumi aja. Aku lihat Mommy kasih semua yang Mommy sebut tadi saat mbak Lesha melahirkan. Kak Icha juga makan tanpa pantang padahal dia dokter. Jadi jangan khawatir aku enggak akan terpengaruh sama info seperti itu." 


\*\*\*



Gerald terpaku memandang adik kelas di kampusnya yang menjadi satu-satunya perempuan yang bisa membuat hatinya berdegub lebih kencang.



Perempuan tomboy jago karate yang membuat **ice man** julukan yang ia miliki mencair seperti gletser di kutub utara yang mencair pelan-pelan.



Perempuan tomboy itu sekarang telah membuat dirinya menjadi ayah! Suatu predikat yang tak dia sangka akan ada dipundaknya secepat ini. 



'*Alhamdulillah*.' Gerry mengecup kening istrinya. Lalu dia keluar ruang rawat. Dia mengunjungi dua buah cintanya. Dipandangi dua wajah polos dalam inkubator dari jauh karena tak bisa masuk sembarangan. Dia memandang dari balik kaca jendela saja.  



Gerry membuka ponselnya. Perlahan dia mengaji dekat jendela ruang bayi. Dia mengaji perlahan agar dua bayinya kuat bertahan. Ada titik air mata saat dia mengaji.


\*\*\*



'*Aku kagum pada adik ipar bulemu Kak. Malam-malam dia sembunyi dari siapa pun, dia keluar ruang rawat istrinya untuk mendoakan bayi-bayinya*,' video Gerry sedang mengaji di depan ruang inkubator putranya mampir ke ponsel Icha dari seorang dokter yu-nior yang dinas malam. 

__ADS_1


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED



__ADS_2