
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
“Enggak akan kebablasan kalau Ayah enggak nakal,” balas Alesha lebih pelan karena Jingga mulai sedikit terpejam.
“Aku takut kehilangan kamu Yank, kita halalin ya? Aku minta ibu ngelamarmu ya?” pinta Garo. Saat ini Alesha sudah terlentang karena Jingga sudah terlelap
“Aku tak akan berpaling kalau kamu enggak menoleh, kamu tau traumaku Mas."
"Hanya itu yang membuatku berpaling, karena sudah berapa kali aku katakan aku tak mau jatuh untuk kedua kalinya,” jelas Alesha sambil memandangi Garo dengan intens.
“Genggam tanganku, aku tau traumamu, dan sudah beberapa kali pula aku katakan aku tak pernah ingin menoleh untuk mencari yang lain."
"Hanya kamu focus hidupku” balas Garo sambil mengatur posisi agar Alesha tidur didadanya.
“Aku tau akan berat, aku tau akan sulit. Hanya dengan percaya, lukamu akan kering. Sulit bukan berarti tak bisa kan?” kembali Garo memberi sugesti pada Alesha.
Alesha berbalik badan dan memeluk Garo dengan diam, dia tau semua yang barusan dikatakan Garo adalah benar.
Sulit bukan berarti tak bisa. Dia akan belajar untuk mencobanya. Dia mencari kenyamanan diddada itu dan mencoba menggapai alam mimpinya.
\*\*\*
“Hari ini wajib sarapan, enggak usah berangkat kalau enggak sarapan di rumah.” perintah tegas Alesha tak bisa dibantah Garo.
“Yes Bund, Ayah makan koq. Mommy berangkat bareng daddy kan?” tanya Garo.
__ADS_1
“Pastilah, sejak aku bisa mengingat, kemana pun mommy pergi daddy pasti nemani,” balas Alesha.
“So sweet ya mereka,” desah kagum Garo pada cinta calon mertuanya, yang sangat berbeda dengan luka ibunya yang nikah hanya untuk dijadikan mesin tetas.
“Dan yang lebih hebatnya lagi, yang takut kehilangan adalah daddy, walau dia pria mapan, ganteng dan bujangan, tapi dia takut ditinggal mommy yang perempuan biasa, janda beranak tiga,” jelas Alesha.
“Aku pernah dengar selintas cerita itu dibelakang panggung saat bang Fajri konser,” jelas Garo, dia tak mau cerita kalau dia tau fakta sebenarnya langsung dari mulut pak Putra saat memanggilnya.
“Sepertinya apa yang dialami daddy itu yang aku rasakan sekarang. Walau aku tak lebih mapan darimu, walau aku tak lebih muda darimu, tapi serius aku takut kalau kamu membuangku,” Garo mengakui kenyataan kalau dia juga takut bila ditinggal janda anak satu didepannya.
“Jangan suka merendah gitu ah. Aku enggak matre, jujur Mas lebih mapan dan lebih segalanya dari Rezky yang kere. Kalau aku matre dan keluargaku memandang harta adalah tolok ukur untuk meminangku, tentu lamaran Rezky sudah ditolak mommy dan daddy,” Alesha mencoba menjelaskan kalau harta bukan segalanya bagi trah Purwanagara.
\*\*\*
Jam tujuh pagi dia harus sudah di lokasi. Para juri seperti bu Dewj wajib datang jam sembilan pagi.
“Aku kesana jam tiga an aja ya Mas. Biar enggak kelamaan ninggal Jingga,” pinta Alesha.
“Ya.” jawab Garo.
“Mas boleh pesan enggak Yank?” tanya Garo.
“Kenapa?” tanya Alesha ragu
“Kalau nanti kamu datang, lihat ada yang enggak pantas jangan langsung ambil kesimpulan sendiri ya."
__ADS_1
"Mas lemes dan enggak punya energi kalau kamu ngambek lagi seperti dulu,” request Garo serius.
Garo takut ada yang sengaja memancing untuk mengoyak hubungan mereka lagi.
“Iya Mas, maafin aku yang pernah bikin Mas kalang kabut, aku akan belajar enggak emosian lagi. Aku akan belajar enggak langsung cemburu kalau lihat sesuatu yang enggak pantas. Tapi Mas tau kan kenapa aku cepet cemburu ke Mas,” rajuk Alesha.
“Ya Mas tau, Mas juga sayang banget ke kamu, Mas juga super cemburu koq. Tapi kan kita harus menyikapinya dengan bijak. Semua kan bisa kita bahas?” jawab Garo lembut minta pengertian Alesha.
“Iya, aku tau aku kayak anak kecil,” jawab Alesha sambil ngambeg.
“Mulai kan ngambegnya?” goda Garo.
“Iya ya Mas, aku yang udah pernah nikah kenapa koq masih O’on aja ya?” tanya Alesha.
“Kamu enggak o’on sayankku, hanya emosimu yang dikedepankan,” jelas Garo.
“Udah ya, Mas berangkat dulu,” Garo mengecup bibir Alesha selintas lalu masuk ke mobilnya.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.
__ADS_1
