JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
TITAH MAS FAJAR


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Hari ini acara bebakaran rutin sekaligus ulang tahunnya Jingga.



Alesha mengundang semua menginap di homestay milik temannya. Dia bilang pada Garo, dia yang bayar biaya penginapan. Garo boleh bayar semua konsumsi.



'*Kamu emang special Yank. Perempuan lain pasti ambil kesempatan buat dibayarin semuanya*,' 



"Keren ya tempatnya padahal masih di Jogja loh ini," kata Liany.



"Iya makanya aku suka di sini itu dan aku pernah satu minggu di sini," ujar Alesha santai.



"Iya lagi ngambek tuh," Ririen menggodaya.



"Gimana nggak ngambek kalau lagi makan bareng tiba-tiba ada orang gesek-gesek tabung gas ke lengannya mas Garo," kata Alesha kesal.



"Udah nggak usah diungkit nanti tambah kesal," Garo melarang membahas hal itu lagi.



"Gimana ceritanya?" Icha masih penasaran.



"Iya Kak aku cuma tinggal ke toilet karena kan ASI ku penuh.  Aku mau buang dikit lah biar enggak bengkak."



"Pas aku balik, ada orang gesek-gesekin pabrik ASI di lengannya mas Garo. Ya aku marah lah Kak. Langsung aku pulang aku telepon Mbak Dwi kabur aku ke sini."


__ADS_1


"Aku bilang aja aku nginep di Klaten padahal cuma di sini wong aku juga tetap kerja."



"Waktu itu kamu tetap kerja?" Tanya Putra.



"Iya Dadd, aku tetap kerja dua hari kok."



"Ya ampun," kata Ririen tak percaya.



"Enggak ada yang tahu kan? Aku bertanggung jawab sama kerjaanku kok Dadd, manalah aku mau bolos lama-lama."



"Nah mumpung lagi kumpul semua, udah selesai kan makannya?" Ririen berkata ada semua anak, menantu dan calon menantunya.



"Mumpung udah kumpul semua, Mommy mau kasih pengumuman mulai hari ini Mommy pensiun," kata Ririen.




"Lho kok aku semua? Aku de facto ajalah ada de jurenya jangan," kata Alesha.



"Nggak. Semuanya harus kamu. Mommy jadi pengawas aja."



"Terima nggak ya?" Alesha berkata pelan pada Garo.



"Terimalah! Kamu mampu kok," kata Garo.



"Aku terima amanat ini. Bismillah semoga aku bisa tapi ada calon kandidat asisten yang sudah tahu kemampuannya." 



"Siapa?" Tanya Fajri. Dia sudah menduga, hanya perlu kepastian.

__ADS_1



"Dia adalah mbak Liany. Aku tahu dia sama dengan aku. Dia bisa di perusahaan tapi dia juga bisa masuk ke kebun."



Liany tersenyum aja. Karena di rumahnya pun kebunnya super luas. Ayahnya penyuka tanaman selain musik tentunya.



Rumah Jawa kuno dengan kebun super luas. Dia yang membantu romonya memelihara tanaman sejak kecil.



"Liany akan aku tarik ke kebun aja. Karena nantikan perusahaan akan dibantu oleh Gerry dan George."



"Aku manut," kata Liany.



"Katanya kamu mau disekolah?" Protes Fajri. Maksudnya sekolah adalah tempat kursus musik yang Fajri miliki.



"Dia kan bisa double seperti aku dulu Bang. Mbak Liany bisa kok di sekolah kayak waktu dulu aku tapi nyambi di kebun juga."



"Aku pengennya Liany fokus  di sekolah aja. Abang biar di perusahaan daddy. Mas ingin daddy bisa pensiun jadi bisa menikmati kemana pun yang mereka mau berdua. Percuma mommy pensiun kalau daddy enggak. Walau keduanya kerja bisa atur waktu fleksibel. Tapi kalau satu masih kerja ya sama juga bo'ong," kata Fajar.



Fajri diam. Kalau Fajar sebagai kakak tertua sudah bicara, walau hanya sekedar wacana, tetap saja itu  adalah **titah** buat Fajri.


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON MARRIAGE TO HIS DADDY ya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1679229262865.jpg)


__ADS_2