JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
KANGEN AYAH


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Hari ini Alesha mulai ngantor di nursery. Tentu dia bahagia karena memang hal yang paling enak menurutnya sekarang dia akan jalani. 



Enggak bingung dengan setelan kerja, tas branded dan dandan walau hanya tipis. Sekarang dia cukup dengan sunblock dan lotion anti nyamuk. Pakaian sehari-hari yang sopan karena dia tetap akan bertemu dengan konsumen.



Alesha sudah siap ke kantor barunya. 



"Dedek mau ikut Bunda?" Alesha bertanya pada putri kecilnya yang baru selesai di ganti pakaiannya oleh mbak Dwi sehabis disuapi Alesha.



Memang sehabis menyuapi putrinya Alesha minta Dwi yang menggantikan pakaian Jingga sementara dia sendiri bersiap menggunakan sunblock dan lotion anti nyamuk.



"Tut," Jingga menjawab sambil mengangguk menggemaskan. Jingga bilang dia ikut.



"Pakai ini dulu ya," Alesha mengoles tipis lotion anti nyamuk khusus bayi. 



"Topinya enggak bolah dibuka ya?" Alesha menggeleng sambil menggerakan telunjuk sehabis memasangkan topi di kepala Jingga.



Mereka berjalan bergandengan. Sengaja Alesha menggandeng agar Jingga sedikit bergerak tidak selalu digendong.



"Mbak Dwi aku berangkat ya," pamit Alesha.



"Nggih Mbak," jawab mbak Dwi dari belakang. Dia sedang mencuci piring bekas makan Jingga.



Lalu Alesha menutup pintu. Dwi langsung beberes dan masak.



Di nursery ternyata sudah ada Ririen.



Ririen sedang memberi briefing pada semua pegawainya. "Pagi ini semua sudah ganti kepemimpinan. Itu Mbak Alesha datang. Jadi sekarang semua ada di tangan Alesha. Kalian mau minta pendapat apa pun  harus ke mbak Lesha. Saya tetap akan datang ke sini,  saya tetap akan bekerja di sini tapi sebagai hobbies, bukan sebagai pemilik lagi."



"Sebagai hobbies saya nggak bisa pisah dari tanaman dan hewan," kata Ririen lagi.


__ADS_1


Memang di sudut Nursery masih seperti dulu di Jakarta, Putra membuat kandang lebih besar dari waktu di Jakarta.



Di dalam ada kelinci, ayam kate, aneka burung berkicau dan aneka ikan dan tupai. Hanya lima jenis hewan itu yang memang sejak dulu mereka pelihara.



Akhirnya serah terima tak formal di nursery sudah terjadi. Jadi sekarang semua pegawai tahu kalau pimpinan mereka adalah Alesha. Alesha bukan sebagai ANAK PEMILIK seperti sebelumnya. Statusnya sekarang adalah PEMILIK.



"Sekarang kantornya Bunda beda ya Dek. Happy terus kita ya?" Bisik Alesha pada Jingga yang mengangguk-angguk seakan mengerti apa yang bundanya bicarakan.



Putra yang melihat cucunya, menghampiri mereka. Dia angkat cucunya tinggi-tinggi lalu dia kelitiki perut Jingga menggunakan kepala. Membuat Jingga menjambak rambut yankkungnya.



"Aauuuu," protes Jingga sambil tertawa. Dia tak mau dikelitiki eyank kakung atau yankkung nya.



"Yankkung jadi malas berangkat kerja kalau sudah gendong kamu," Putra menyudahi menggendong cucunya.


\*\*\*



Jam sepuluh Alesha pamit pada para pegawainya. Dia menyuruh ada yang standby dan memperhatikan mesin kasir. Walau dikunci tetap saja mencegah hal buruk terjadi, itu lebih baik.



"Yanktie, aku puyang enduyu," kata Alesha pada Ririen yang sedang sibuk memperhatikan anakan anggrek dan adenium miliknya.




"Yanktie kalau kerja lupa waktu. Ini jam atu mau maem buah telus bobo," jawab Alesha seakan yang bicara Jingga yang sekarang dia gendong.



"Ha haa ha, Bundamu Dek, kayak kalau dia kerja juga enggak lupa waktu. Adek sama yanktie aja kalau ayah dan bundamu kerja. Kamu bisa *kapiran* ( terlantar ) jadi anak mereka berdua!"



Alesha tertawa mendengar Ririen mengatakan hal itu. Karena Garo memang lebih parah kalau sudah kerja.



Jingga sudah selesai diberi makan buah dan dia gantikan baju yang nyaman untuk tidur. Alesha membawanya ke kamar milik gadis kecil itu. Dia menepuk-nepuk \*4\*\*\*\* gadis kecilnya.



"Yah?" Tanya Jingga.



Sudah tiga hari Garo sibuk di Klaten. Ada lomba anthurium disana.



"Ayah kerja," jawab Alesha.


__ADS_1


"Andai kamu tahu dia bukan ayahmu nak," Alesha mengusap pelan punggung Jingga agar terlelap. Dia meneteskan air mata mengingat Rezky yang tak peduli pada Jingga sama sekali.



"Yaaah?" Sekali lagi Jingga mencari Garo.



"Kamu kangen ayahmu ya? Sebentar ya, Bunda telepon ayah," Alesha mengambil ponsel di saku celana. Dia pencet nomor Garo.



"Assalamu'alaykum cintaku," sapa Garo lembut.



"Sibuk Mas?" Tanya Alesha.



"Enggak. Ada apa? Dedek sehat?" Balas Garo yang sedang super sibuk karena dia sedang jadi juri lomba.



"Maaf ganggu, ini Jingga manggilin kamu aja. Bicara ama dia sebentar biar dia bisa bobo ya, aku sudah speakerin biar dia dengar suaramu," Alesha tahu Garo pasti sibuk.



""Assalamu'alaykum little princesnya ayah," sapa Garo lembut.



"Yah," sahut Jingga sambil tengak tengok mencari sosok ayahnya.



"Ayah kerja dulu ya sayank. Besok Ayah pulang sekarang Dedek bobok," Garo lalu bersenandung shalawat agar putrinya tidur. Seorang rekan juri yang ingin bertanya pada Garo mengurungkan niatnya. Dia terharu melihat interaksi Garo dan putrinya yang dia dengar sedang dia senandungkan shalawat agar tidur.


\*\*\*



Sehabis salat dzuhur Alesha langsung keluar kamarnya.



"Mbak aku ke kebun ya," Alesha pamit pada Dwi.



"Inggih Mbak," Alesha kembali mengoles sunblock dan lotion anti nyamuk karena sehabis wudhu tadi tentu khasiat dua bahan itu luntur.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON MARRIAGE TO HIS DADDY ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1679278960920.jpg)

__ADS_1


__ADS_2