
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Setelah semua pulang Garo membersihkan kamarnya dari bekas peperangan yang Ismu lakukan di kamar Garo agar bila diperiksa terlihat kalau Ratmi habis berperang dengan Garo dan masih ada sisa spperma.
Garo langsung mandi dan minta ibunya serta pakde Jarwo buat ke rumah Putra untuk menyelesaikan permasalahan dengan Alesha.
Tapi ternyata rumah Alesha kosong dan Putra pun tidak ada di rumah.
"Kenapa sih kok aku selalu dibikin seperti ini? Sekarang dia salah duga lagi. Bagaimana kalau dia sampai patah hati lagi? Bagaimana kalau dia makin trauma? " Desah Garo sedih ketika meninggalkan rumah Putra.
\*\*\*
"Abang tahu kenapa Daddy memanggil kita?" tanya Liany.
"Enggak tau Jeng," jawab Fajri dia memang memanggil Liani dengan sebutan JENG yang artinya adik dalam bahasa Jawa.
Kadang Fajri juga memanggil LOVE.
"Abang punya salah pada daddy?" selidik Liani.
"Enggak Jeng. Biasanya juga nggak seperti ini. Abang serius enggak tahu. Terlebih ini dipanggilnya ke cafenya Mas. Enggak biasanya kan? Kalau memang kita mau bicara serius pasti di rumah bukan di cafenya Mas."
"Mungkin ada hal lain," Fajri belum bisa menebak alasan mengapa Putra minta bicara untuk bicara dengannya dan Liany di cafenya Fajar sore ini jam 03.00.
Sejak kemarin sore sampai hari ini Ririen dan Putra belum kembali ke rumah.
Mereka masih menemani Alesha yang sedang terpuruk. Saat hanya Putra yang keluar untuk menemui Liani dan Fajri. Ririen menemani Alesha di homestay bersama Dwi.
Di cafe Putra sudah datang ketika Fajri dan Liani datang. Mereka pun salim dan mencium tangan kepada Putra.
__ADS_1
"Apa kabar kamu?" tanya Putra pada Liani.
"Alhamdulillah baik Dadd," kata Liani.
"Oh baguslah kamu pesan dulu aja mau pesan apa," kata Putra.
"Kami baru aja makan siang yang terlambat. Juice aja kayaknya," kata Liani.
"Ada snack nya juga Love, pesan aja snack buat kita. Daddy mau apa?"
"Daddy sudah pesan kopi cuma belum datang," kata Putra.
Mereka duduk di ruangannya Fajar.
Kopinya datang bersamaan dengan juice dan snack. Baru saja pintu mau ditutup masuk Fajar.
"Assalamualaikum, aku telat ya?" Tanya Fajar.
Setelah cukup berbahasa-basi lalu Putra bicara serius.
"Abang, Liani Daddy mau minta tolong kalian. Nasib Daddy ada di tangan kalian."
"Sebenarnya sih nggak apa apa …. Cuma ya apa apa juga. Jadi bingung kan Daddy," Putra terdiam cukup lama tadi.
"Ada apa Dadd?" tanya Liani dengan lembut.
"Kalau kami bisa menolong, pasti kami akan menolong. Tak perlu diminta pun kami pasti akan turun tangan," kata Liani pasti.
"Alesha dan Garo batal menikah," kata Putra.
__ADS_1
"Apa??!" Fajri langsung berteriak tak percaya.
"Kalau Mas bilang sih bukan BATAL Dadd. Sabarlah nggak batal. Daddy tenang dulu," kata Fajar.
"Lebih baik kita coba berpikir positif. Kita jangan bilang batal karena itu bisa jadi akan jadi doa. Karena itu bilang aja ditunda," ucap Fajar meneduhkan.
"Sebenarnya ada apa?" kata Liani.
"Kemarin ada yang menjebak Alesha dan Garo. Cuma Lesha masih emosi sehingga dia belum bisa mendengar semua pendapat orang."
"Mas tahu dan sangat mengerti kondisi dia. Dia pernah sangat terluka oleh Rezky, jadi wajar dia sekarang tak bisa berpikir jernih."
"Garo selingkuh?" Desak Fajri.
"Bukan, dengar dulu. Kamu jangan emosian gitu," kata Putra. Liani mengusap lengan atas Fajri agar kekasihnya bisa tenang.
"Garo nggak selingkuh. Mas yakin dan Daddy juga sudah mengerti bahwa itu bukan selingkuh. Dengar dulu semuanya hingga tuntas dan coba berpikir jernih," kata Fajar.
"Kemarin itu jadwalnya Garo harus ambil undangan pernikahan mereka."
"Harusnya Garo ambil sendiri tidak melibatkan Alesha, jam 10.00 pagi Alesha dapet pesan yang bertuliskan HONEY kamu ke rumahku ya. Nanti kita ambil undangan bareng," Fajar lalu memforward pesan dari Garo ke nomornya Liani dan Fajri. ( Kemarin siang pesan itu Fajar forward dari nomor Alesha ).
"Dari situ Alesha sudah curiga tapi dia belum berpikir logis dia bilang kok aneh Garo manggil dia honey sedang hari-hari manggilnya Yank."
"Tapi Alesha nggak curiga, mungkin dia pikir Garo sedang berimprovisasi."
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.
__ADS_1
