JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
AKU MEMANG BUKAN UNTUKMU


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Lima minggu lagi Alesha dan Garo akan menikah. Untuk persiapan pernikahannya, Alesha tak boleh ikut campur. Semua minta dia diam. Biar gantian mereka yang urus karena selama ini Alesha lah penanggung jawab semua event pertunangan atau pernikahan mereka.



Alesha hanya diminta memberi tahu jenis souvenir yang akan dipilih, jenis undangan dan hal lain yang memang harus selera mempelai.



Hanya cincin nikah yang Alesha dan Garo siapkan sendiri.



"Lama juga ya kita dapat tanah untuk kita bangun rumah. Padahal selama ini Mas beli tanah buat apa pun bisa dapat cepat," ujar Garo yang baru selesai transaksi di notaris membeli lahan yang akan mereka bangun sebagai tempat tinggal mereka nanti.



Sebelum rumah rampung, Garo dan Alesha akan tetap tinggal di paviliun yang sekarang ditempati Alesha.



"Karena untuk beli lahan yang kita inginkan buat rumah banyak pertimbangannya Mas. Enggak seperti waktu Mas beli lahan buat rumah kontrakan atau kamar kost," jawab Alesha yang baru selesai tanda tangan.



Tanah itu memang Garo beli atas nama Alesha.


\*\*\*



'*Honey, bisa kerumah? Enggak usah bawa mobil, nanti biar Mas antar sekalian kita ambil undangan*,' Alesha membaca pesan yang Garo kirim. Harusnya siang ini Garo akan ambil undangan pernikahan mereka lalu akan mereka hitung dan bagi sesuai jumlah pesanan. Jadi jatah Putra dan Ririen berapa undangan yang akan mereka sebar, jatah Fajar berapa dan seterusnya.



'*Ada kejutan apa ya aku harus ke rumahnya dan kami ambil undangan bersama*?' pikir Alesha.



'*Sejak kapan ya Mas Garo nyebut aku* ***Honey***? *Bukannya biasa dia panggil aku* ***Yank***? *Beda dengan Rezky yang panggil aku* ***Babe***,'  Alesha tak pikir lebih dalam.



'*Ya Mas*,' Alesha menjawab singkat.


__ADS_1


Alesha ke rumah Garo, sesuai permintaan Garo di pesannya. Dia naik taksi karena akan pergi bersama Garo menggunakan mobil milik calon suaminya itu.



"Assalamu'laykum," Alesga mengetuk pintu berkali-kali. Tak ada jawaban padahal  pintu enggak tertutup rapat.



"Coba masuk wae Mbak,"   bulek Ginah sebelah rumah Garo yang sejak tadi melihat Alesha datang langsung memberi saran pada calon istri keponakan jauhnya itu.



Ginah adalah sepupu jauh ayah Garo. Dia masih ningrat Jawa. Bukan seperti Ratna yang berasal dari keluarga abdi dalem.



"Ayok bulek, *kancani*," pinta Alesha, dia merasa tak enak. Alesha minta bulek Ginah menemani ( kancani ).



Rumah sepi. Bulek melihat pintu kamar Ratna terbuka. Dilihatnya Ratna tertidur. Ginah membangunkan Ratna. Dipanggil pelan tak ada respon maka Ginah mengguncang lengan kakak sepupu iparnya itu. Digoncang pelan tak ada reaksi, maka Ratna menggoncang agak keras. Tapi tetap tak ada respon.



Alesha ke kamar Garo, dia melihat Garo tidur dengan perempuan. Terlihat sang perempuan tertutup selimut dengan badan bagian atas terbuka polos, dan Garo juga tanpa kaos, hanya menggunakan celana pendek.



Alesha berteriak. Bulek mendatangi kamar Garo dan menyaksikan penyebab Alesha berteriak.




Keluar dari rumah Garo Alesha langsung mencegat becak untuk sampai jalan raya karena Garo tinggal di daerah pemukiman kerabat keraton. Tak ada taksi disini. Nanti di jalan raya baru Alesha akan naik taksi.



"Daddy dimana?"



"Di kantor," jawab Putra.



"Diam disitu Mbak OTW ke kantor  Daddy.


\*\*\*



"Ada apa? Cerita ke daddy. Please jangan seperti ini. Cerita ke daddy," pinta Putra saat melihat Alesha tak ada suara apa pun selain tangis.

__ADS_1



Sejak masuk ruang kerjanya, putrinya hanya menangis.



"Satu kali ini aja. Satu kali ini Mbak minta sama daddy. Bisa penuhi permintaan Mbak?" Pinta Alesha.



"Ada apa? Daddy tak berani janji bila enggak tahu ada persoalan apa." Putra tak mau asal janji.



"Izinkan aku tenggelam dalam bumi. Kubur aja aku Dadd," pinta Alesha.



"Kamu bicara apa? Itu dosa! Jangan pernah bicara seperti itu lagi," Putra bicara agak keras.



"Aku baru saja melihat mas Garo tidur dengan perempuan lain. Please. Aku enggak ingin lagi melihat dia. Aku harus kemana?" Alesha akhirnya bicara mengapa dia terpuruk.



"Enggak mungkin. Enggak mungkin Garo berbuat seperti itu," bantah Putra.



"Aku melihat sendiri dan mereka melakukannya di rumah mas Garo sendiri Dadd," Alesha pun tak mau kalah.



Dia lalu mengambil ponselnya. Dia perlihatkan foto yang baru dia buat. Dia kirim ke nomor daddynya selain juga ke nomor Ratna.



Putra tak bisa berkata apa apa lagi



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1679450668100.jpg)


__ADS_2