JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
BERTAMU PERTAMA KALI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Alesha sengaja menidurkan Jingga dikamarnya sendiri, bukan di kamar Alesha, agar kalau ada yang ingin menengok Jingga  tak perlu masuk kamar Alesha. 



Jingga hanya akan dibawa masuk ke kamar Alesha dimalam hari saja. Sehabis menidurkan Jingga, Alesha kembali ke kamarnya untuk membereskan lemari bajunya yang belum beres,  sebelumnya dia menyelesaikan mengeringkan  baju Jingga yang sudah dia cuci sejak pagi tadi. 



To … tok … tok.



“Mbak, ada tamu,” mbak Dwi memberitahu Alesha, kamar Alesha memang tidak ditutup rapat,  tetap saja mbak Dwi mengetuk sebagai tanda pemberitahuan.



“Oh iya Mbak, sebentar saya ganti baju, karena bajuku bau pipis Jingga. Tolong bikinkan teh yo, sama keluarin kue yang diatas meja, tadi aku beli kue basah di pasar padahal enggak tau bakal ada tamu” jawab Alesha.



“Assalamu'alaykum,” Alesha menyapa tamunya yang sedang duduk di sofa ruang tamunya.



“Wa'alaykum salam,” jawab Garo cepat. Dia lihat wajah ayu ibu muda yang selalu mengganggu jam tidurnya.



“Pa khabar Mas?” Alesha mengulurkan tangannya untuk memberi salam.



“Alhamdulillah baik, Jingga bobok?” tanya Garo menerima uluran tangan Alesha.



“Iyalah, anak sebulan apa sih kerjanya selain bobo. Kalau mau liat ayok kesini,” Alesha membukakan kamar Jingga, disana ada box bayi yang berkelambu.

__ADS_1



“Enggak apa apa Mas masuk?” tanya Garo ragu. Tentu tak enak seorang lelaki masuk kamar perempun, itu pikiran Garo.



“Enggak apa apa, ini memang kamar Jingga koq,” jawab Alesha.



Garo masuk kamar yang pintunya dibukakan Alesha, dilihatnya kamar itu memang bernuansa baby, dinding dihiasi gambar aneka lukisan hewan cantik juga peri dan bunga-bunga serta balon. Selain itu ada lemari baju, meja ganti pakaian, box bayi dan aneka kado yang belum dibuka, mungkin karena terlalu banyak kado yang Alesha terima saat melahirkan Jingga.



Alesha menyibak kelambu box saat Garo mendekati tempat tidur Jingga. Box Jingga cukup besar, orang dewasa pun tetap bisa tidur disana, misal Alesha ingin tiduran menyusui, dia tetap bisa berbaring di box Jingga ini. Alesha menurunkan pagar box sehingga ia bisa duduk dipinggir ranjang.



“Katanya ada yang kangen ama putri tembemnya Bunda lho,” sapa Alesha sambil menoel pipi Jingga yang makin chubby.



“Jangan digoda gitu Bun” Garo memegang tangan Alesha agar tidak terus menoel pipi Jingga.




“Kan belum tiga bulan cutimu, kamu bahkan enggak cuti sebelum melahirkan. Harusnya kan masih dua bulan lagi kamu nemani dia di rumah?” tanya Garo.



“He he heee, aku enggak cuti karena kan itu usaha sendiri. Malah kalau enggak di cegah daddy, sudah sejak minggu lalu aku nge cek kantor koq,” jawab Alesha tak merasa bersalah.



“Banyak ibu lain mengeluh kepaksa harus masuk kerja padahal dia sudah tiga bulan cuti, kamu koq kebalikan dari mereka. Kenapa?” tanya Garo penasaran.



'*Apa Alesha tak peduli terhadap anaknya sendiri*?' pikir Garo.



“Karena mereka bekerja di perusahaan orang lain atau di pemerintahan Mas. Mereka mengikuti jam kerja baku, paling ada sedikit toleransi dari atasannya tapi tidak bisa atur jadwal semaunya” jelas Alesha.

__ADS_1



“Kalau aku kan bisa atur waktu, misal aku datang jam sepuluh lalu kerja dua jam, selanjutnya aku pulang. Atau aku datang jam dua siang lalu jam empat sore pulang. Waktuku fleksible dan enggak full day kerja,"” jelas Alesha, dia tau mungkin Garo mengira dia akan langsung full kerja seharian seperti saat dia belum punya Jingga.



Garo memahami, dan dia tidak protes lagi. “Kabari tiap hari jadwal keluarmu ya,” tanpa sadar Garo mulai memperlihatkan ke posesive an nya terhadap Alesha



“*Why should*?” pancing Alesha.



Garo gelagepan mendapat pertanyaan itu. “Aku enggak bisa ngejelasin secara rinci, tapi akan tenang beraktivitas bila aku tau semua tentangmu,” jawab Garo sambil mencium kening Jingga.



“Minum dulu yok,” ajak Alesha.



“Mas masih pengen dekat Jingga,” jawab Garo.



“Ya wis, aku tinggal ya, mau jemur baju Jingga yang tadi aku keringin, belum aku keluarin dari mesin cuci,” Alesha lalu langsung keluar tanpa menunggu jawaban Garo.


\*\*\* 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1676345724718.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.


__ADS_2