JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
RENCANA LIBURAN KELUARGA PUTRA


__ADS_3

DAri SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kita naik pesawat aja," Alesha memulai pembicaraan ketika mereka telah di mobil. Jingga sedang minum ASI dengan ditutup apron menyusui pastinya.



"Kita sewa mobil dari bandara sampai ke lokasi hingga acara liburan selesai lalu balik lagi ngantar ke bandara."



"Bagaimana?" Garo minta pendapat  calon ibu negar itu.



"Soalnya kalau kamu bilang kakek atau eyangmu kita nggak bakal boleh sewa mobil. Kita nggak akan bisa ke Bogor dengan tenang karena harus mampir ke tempat mereka."



"Mampir rumah mereka kan pasti kita juga nginep semalam. Dan kasihan Jingga karena pasti akan digendong sana sini, membuat badannya capek," Garo memberi gambaran kondisi Jingga bila mampir-mampir.



'*Yang ada di otaknya Mas Garo ni Jingga doang!  Almarhum ayahnya aja nggak pernah mikirin Jingga*,' kata Alesa dalam hatinya sambil mengancingkan bra khusus menyusui. Setelah itu baru dia buka apron menyusuinya.



"Udah fix kita ke Bogor ya maksudnya daerah-daerah Puncak situ kan ya? Oke nanti kita cari destinasi villanya. Kita juga sewa mobilnya baru cari tiket pesawat ya Yank," Garo akan cari semua kebutuhan setelah tiba di rumah nanti.



"Terus kita ngasih tahu keluarga kapan? Aku enggak mau salah bicara. Kita juga harus diam-diam packing agar enggak bocor ke mommy and daddy," Alesha serasa punya misi rahasia.



"Satu hari sebelum berangkat. Karena kalau kasih tahu jauh-jauh hari pasti ribut banyak pertimbangan dan akan membuat kamu goyah,' Garo memberi penjelasan mengapa dia minta satu hari sebelum keberangkatan baru bilang pada seluruh keluarga.



"Oke aku manut,"  kata Alesha. Garo tersenyum dan mengusap pipi kekasihnya. Kadang Garo tak percaya dia bisa dekat dengan perempuan yang sejak dia lihat pertama kali telah menjadi bunga mimpinya.


\*\*\*



"Kamu serius?" Tanya Ririen saat mendengar Alesha memberitahu hari Senin pagi akan berangkat liburan ke puncak Bogor.


__ADS_1


Saat ini mereka semua sedang kumpul karena hari Sabtu hari wajib berkumpul keluarga Putra.



"Serius Mom. Pengen napak tilas tempat Mommy memberi kesempatan ke dua buat Daddy," ujar Alesha sambil tersenyum kecil.



"Kalau enggak ingat Daddy kalian belum pernah tahu rasanya punya bayi bergerak dalam perut, Mommy belum kasih maaf ke Daddy tuh," ulas Putra. Dia tak meggubris rencana liburan Alesha. 



Putra menganggap itu hal yang wajar bagi pasangan Garo dan Alesha. Terlebih Alesha sedang banyak tertekan setelah kepergian Rezky. 



"Wah aku ketinggalan cerita itu," Liany sekarang mulai berani mengemukakan suaranya.



"Daddy emang bikin kesal, dia bikin Mommy ngambeg karena enggak percaya diri sama brondong satu ini," jelas Ririen pada Liany.



Lalu Ririen menceritakan sekilas bagaimana dia kabur dengan anak-anak untuk liburan karena suntuk dengan pekerjaan juga dengan kondisi rumah tangganya. Cerita lengkapnya cari di WANT TO MARRY YOU ya.




Garo yang juga baru mendengar part ini jadi makin mengerti mengapa Alesha sering tak percaya diri akan statusnya yang janda beranak satu.



Wong bu Ririen yang sudah nikah dan sedang hamil aja masih sering enggak pede mendampingi pria bujangan yang menikahinya.



"Wah senangnya akan liburan. Nanti kalau mas Tama sudah bisa diajak liburan, kita liburan bareng ya dedek Jingga," ucap kak Icha.



Biar Tama lahir belakangan, dia tetap dipanggil Mas karena dia anak dari Fajar. Nanti adik-adik Tama juga akan dipanggil Mas atau Mbak oleh Jingga.



Bahkan anak Fajri kelak. Juga dalam silsilah akan dipanggil Mas atau Mbak.



"Kita liburan ke villa Malang lagi yok," ajak Alesha.


__ADS_1


"Boleh tuh, habis Leona bulan madu gimana? Refreshing buat Mommy habis mikirin pesta kan? Biar nanti Mommy yang izin ke ibu dan Romonya Liany kalau kita mau ajak dia liburan," Ririen setuju.



"*Mboten* usah Mom. Ibu dan Romo percaya koq," Liany tak enak bila bu Ririen harus minta izin pada kedua orang tuanya.



"Dulu aku ikut juga belum nikah. Tapi mama papa enggak larang," jawab Icha.



"Kalau Daddy bilang, lebih baik kita apa adanya, daripada "maaf" sembunyi-sembunyi seperti Rezky. Di depan agamis tapi dimana-mana ada bayinya," jelas Alesha.



"Kalian bukan anak kecil. Daddy dan Mommy yakin kalian tahu dosa. Itu saja sih pegangannya," Ririen dulu juga bisa mengerem Putra yang selalu merengek minta 'satu kali aja'.



"Enggak semua orang tua terbuka seperti eyang dan nenek saat jaman Mommy muda. Wong zaman sekarang aja banyak yang lebih suka anaknya terlihat manis daripada yang seperti saya jelas-jelas tidur di rumah seorang janda."



"Tak ada yang tahu apa yang kami lakukan. Banyak yang berpikir negatif. Tapi ternyata anak yang dibilang manis malah hamil di luar nikah atau kena penyakit kotor."



"Jadi memang semua kembali pada pribadi masing-masing," tanpa malu Garo mengecup sekilas pipi janda anak satu yang bikin dia panas dingin bila si janda ngambeg.



Garo ini sebelas dua belas dengan Putra yang ekspresif memperlihatkan cinta pada pasangannya. Tidak seperti Fajar.



Gerald juga sama, tapi tidak dengan George. Entah Fajri. Sampai saat ini sepertinya dia sama dengan Putra karena role modelnya adalah Putra.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1679041779576.jpg)

__ADS_1


__ADS_2