
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Sementara itu di showroom, Endra segera keluar dan memberitahu kawannya pak Rezky sedang menuju ke kantor dan meminta tamu yang merusak tadi untuk menunggu.
“Pak Rezky sudah selesai meeting Pak, dan beliau sudah menuju kesini. Bapak tunggu saja, karena kami tidak bohong beliau memang belum datang, bukan sembunyi di ruangannya,” seorang pegawai showroom memberi tahu tamu yang dijaga dua satpam sesudah dia merusak kaca mobil sementara Endra langsung membuat dokumentasi kerusakan serta secara candid mengambil photo sosok perusak tersebut.
Rezky turun dari mobilnya dan masuk ke lobby showroom dengan sedikit tergesa, dia ingin tahu siapa sosok perusak yang datang ke kantornya.
Begitu dia masuk dia disambut dengan bogem mentah yang membuatnya sedikit terhuyung. Kedua satpam langsung kembali memegang oknum tersebut agar tidak kembali bertindak anarkis pada Rezky.
Rezky mengusap rahang kirinya yang kena hajar pria tersebut. Dia tidak tau maksud laki-laki tersebut, tapi dia tidak ingin keributan ini dilihat semua pegawainya atau juga dilihat calon konsumen yang ada di showroom.
“Bawa ke ruangan saya aja Pak,” pinta Rezky pada kedua satpam sambil berjalan lebih dulu masuk ruangannya,sambil berjalan Rezky mengirim pesan pada Endra.
__ADS_1
Rezky duduk di kursinya dan melihat dua satpam mendudukkan oknum tersebut pada kursi di depan meja kerjanya.
“Kalian tunggu depan pintu saja,” perintah Rezky, karena dia memperkirakan laki-laki ini tidak akan bisa menghajarnya karena dihalangi meja kerja yang cukup besar.
“Saya akan tekan bell bila membutuhkan kalian.”
“Maaf, Bapak ini siapa dan apa maksud Bapak melakukan semua ini?” Tanya Rezky.
"Tidak usah banyak ngomong, kamu harus bertanggung jawab karena sudah meniduri keponakan saya yang saya angkat menjadi anak saya karena orang tuanya sudah tidak ada sejak kecil,” pria paruh baya itu langsung mengancam Rezky.
Saat Rezky sedang berpikir bapak itu melanjutkan “Kemarin setelah anak saya mengabarkan adiknya yaitu Shinta kamu putuskan, saya langsung ke Jakarta. Namun kamu kemarin menghindar tidak masuk kerja.”
“Kemarin jadwal libur saya Pak, saya tidak menghindar dan pagi ini saya memang meeting,” jawab Rezky, sekarang dia sudah tau siapa perempuan yang ingin meminta pertanggung jawabannya kali ini.
“Bapak silakan laporkan saya ke polisi, tapi saya beritahu, saya dan anak Bapak melakukannya dengan dasar sama-sama sadar, sama-sama mau. Saya tidak membiusnya, saya tidak memperkosanya. Soal janji ingin menikahi kan tidak ada hitam atas putih. Silakan aja Bapak perkarakan."
__ADS_1
"Yang pasti saat ini Bapak harus mempertanggung jawabkan perbuatan Bapak merusak karena saat ini polisi sedang menuju kemari dan semua bukti pengrusakan ada pada kami karena tadi anak buah saya sudah membuat photo selain ada rekaman cctv saat Bapak merusak,” papar Rezky tenang.
Dia tidak bohong memang sebelum masuk ruangan dan duduk di ruangan dia kirim pesan pada Endra untuk melaporkan ke polsek terdekat dan meminta polisi hadir karena pelaku pengrusakan masih berada di TKP.
Tok..tok..tok..
“Masuk,” Rezky mempersilakan pengetuk pintu untuk masuk.
“Maaf Pak, polisinya sudah hadir,” Endra memberi tahu kehadiran polisi pada Rezky.
Tentu saja paman Shinta yang juga orang tua angkat Shinta lemas, dia tidak sadar emosinya membuat dia harus berurusan dengan pihak hukum.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
__ADS_1