
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Berapa lama Mas dari sini ke Bangkok?" Tanya Alesha. Dia sedang memperhatikan semua isi kamar hotel mereka di Phuket ini. Tak ingin ada satu pun barang tertinggal.
"Kalau di tiket sih 1 jam 25 menit. Setara Jakarta - Denpasar lah. Seperti itu kayaknya. Tapi Jakarta - Denpasar lebih lama kayaknya," balas Garo.
Mereka sedang bersiap untuk berangkat ke bandara Phuket menuju Bangkok.
Hari masih pagi. Makin hari Garo makin tenang karena Jingga tak rewel. Dia terus mengamati putrinya tak pernah terlihat sedih karena tiap saat dia bisa menghubungi kapan pun dia ingin. Tentu Alesha yang menghubungi Dwi. Garo tak mau menyimpan nomor Dwi.
Hari masih cukup pagi mereka baru selesai sarapan di hotel.
"Nanti di sana sebelum kita hunting masih ada sesi foto ya Yank."
"Loh kok masih Mas?"
"Mas masih ingin bikin foto saat kita belanja di Chak tu chak. Itu menunjukkan foto kerja kita. Mas ingin itu ada di foto prewedding juga."
"Begitu pun nanti kita di Wat Arun," kata Garo.
"Wow aku nggak nyangka loh foto prewedding kita akan seperti itu. Aku suka surprisemu Mas," jujur Alesha mengungkap semua yang Garo berikan.
__ADS_1
"Mas sengaja enggak bawa tim dari Jogja karena itu lebih mahal. Sebab kita akan biayain mereka tiket pulang pergi, hotel dan sebagainya. Maka Mas minta rekan-rekan di sini aja bikin foto seperti itu untuk kita."
"Budgetnya bisa sepersepuluh dari kalau kita bawa team dari Jogja, Yank."
"Terima kasih kejutannya Mas. Aku sukaaaaa."
"Bagus lah kalau kamu suka," kata Garo sambil mengecup sekilas pipi istrinya. Garo type yang tak peduli ada dimana. Dia selalu memperlihatkan cintanya.
"Suka pakai banget Mas."
"Sejak lama Mas pengen banget kita bikin foto prewed di Bangkok. Koq kamu malah ngajak liburan kesini berdua. Langsung Mas kasak kusuk teman-teman buat cariin tenaga profesional disini."
"Jadi secara enggak disangka semua berjalan sesuai keinginan Mas dan kamu Yank."
"Enggak bakal bosen lah Mas. Tapi pakaian kita gimana?"
"Casual aja seperti saat kita hunting, kan memang begitu kerja kita. Kenapa harus neko-neko. Kita memperlihatkan realnya kerja kita," kata Garo.
"Oke aku setuju." Alesha mengecup pipi suaminya. Sekarang dia mulai ketularan Garo. Dia mulai memperlihatkan rasa cintanya secara terbuka.
'*Aku sejak kecil ingin sekali berumah tangga seperti mommy dan daddy yang selalu terlihat saling mencinta. Dulu aku tak pernah mendapat semua itu dari Rezky. Sekarang mas Garo bersikap persis sama dengan daddy*.'
__ADS_1
'*Yang aku tahu mas Garo tak pernah melihat hal itu dari sosok ayahnya ke ibu. Karena sejak ada ibu kandung mas Garo cinta sang ayah bergeser. Jadi pasti semua sikap itu memang dari lubuk hati mas Garo. Aku bahagia sekarang*.'
"Mas nggak makan duren disini?" Saat ini mereka sudah dalam taksi menuju bandara.
"Mau sih, kalau pinjam istilahmu, mau pakai banget!" Jawab Garo.
"Besok kita makan ya Mas," ajak Alesha.
"Kamu nggak apa apa kalau Mas makan durian?"
"Aku enggak apa-apa kok. Aku kan enggak anti durian. Aku juga suka durian. Hanya aku enggak sekuat abang dan mommy. Tapi aku enggak selemah daddy dan Mas Fajar."
"Aku ini sebenarnya team middle Mas. Aku suka tapi nggak maniak seperti kalian yang bisa makan yang pahit. Tapi kalau makan sebenarnya kau juga enggak sedikit seperti daddy dan mas Fajar."
"Pahit itu karena kadar alkoholnya tinggi Yank."
"Pengen juga sih, tapi ya kayaknya masih belum bisa aja," ujar Alesha.
"Lama-lama juga bisa, tapi bukannya durian yang di sini kan manis-manis Mas?"
"Iya juga sih. Nanti kita makan sepuasnya ya?"
"Oke."
__ADS_1
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING