
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
“Enggak marah?” tanya Alesha.
“Ya enggak tau marah atau enggak, wong kamu belum bilang apa permintaanmu,” jawab Garo diplomatis. Dia tak ingin terjebak.
“Kalau bisa besok pakai baju koko hijau lumut ya,'” pinta Alesha.
“Bunda kirim aja warna yang Bunda mau, nanti Ayah cari yang semirip mungkin dengan yang Bunda mau,” jawab Garo yakin. Dia plong permintaan Alesha tak terlalu sulit dituruti dan bukan minta menjauh.
“Aku kirim photonya habis ini ya,” jawab Alesha.
“Ya, Ayah tunggu. Kamu udah maem Bund?” tanya Garo.
“Sudah, baru aja selesai maem pas telponku bunyi. Mas sudah?” balas Alesha, dia tak pernah terpancing memanggil atau menulis AYAH untuk Garo.
“Belum, ni baru jalan keluar masjid,” jawab Garo.
“Ya wis tutup teleponnya, langsung maem ya,” pinta Alesha.
“Assalamu’alaykum,” tanpa menunggu balasan salam Alesha memutus sambungan telepon. Dia segera mengirim photo warna baju yang akan Jingga kenakan besok ke Garo.
Garo melihat warna dress baby yang Alesha kirim. Sehabis makan siang Garo langsung menuju Mirota batik yang sangat dekat dengan kios bunganya di jalan Kaliurang.
Garo langsung mencari baju koko yang warnanya sesuai dengan baju Jingga yang fotonya dikirim Alesha. Selain itu dia pun membelikan kado special untuk putri mungilnya.
\*\*\*
__ADS_1
Jam sembilan pagi Alesha sudah siap dengan gamis hijau lumut yang senada dengan dress yang dikenakan Jingga, bayi berusia sembilan hari ini sangat menggemaskan memakai rok.
Alesha sengaja membeli dua baju sewarna takut bila Jingga terpaksa ganti baju saat acara. Dia juga memakaikan Jingga sepatu rajut warna hijau lumut .
Alesha keluar kamar jam setengah sepuluh saat Garo mengirim chat dia sudah sampai di rumah Alesha. Sejak tadi Rezky dan kedua orang tuanya sudah hadir namun Alesha tetap belum keluar menemuinya.
Alesha tau sebab mommy menyuruh Leona mengabarkan kedatangan mantan suaminya yang sejak dua hari lalu sudah dia layangkan surat gugatan cerai untuknya.
“Waduuu, Bunda dan Jingga seragam ya bajunya, Yanktie koq engga dibeliin yang samaan sih,” goda Ririen saat melihat Alesha keluar kamarnya menggendong Jingga.
Ririen mengambil alih Jingga agar Alesha bisa leluasa bersalaman dengan yang hadir sebelum acara dimulai.
Alesha sengaja keluar dulu untuk menemui Garo. Garo menyerahkan satu box kecil ice cream untuk Alesha serta kado kecil untuk Jingga. “Ayo masuk Mas, mommy didalam,” ajak Alesha pada Garo, sebelum masuk dia bertemu dengan Putra.
“Assalamu’alaykum Om” sapa Garo sopan.
“Wa alaykum salam, hei masuk, tante didalam kayaknya,” jawab Putra ramah sambil menerima jabat tangan dari Garo. Diperhatikannya warna baju Alesha dan Garo serupa.
“Aku simpan ice di kulkas dulu, tuh mommy ama Jingga disana,” Alesha memberi tahu Garo dimana posisi Ririen.
Garo segera menghampiri Ririen yang sedang berbincang dengan mamanya Icha dan uminya Rezky.
“Assalamu’alaykum bu Dewi,” sapa Garo sopan.
“Wa alaykum salam Garo. Baru datang?” sapa Ririen hangat dan menerima uluran tangan Garo.
__ADS_1
“Iya Mom, mas Garo baru datang,” Alesha yang menjawab sambil mengambil Jingga untuk didekatkan pada Garo.
Mereka berdiri bersisian, siapa pun pasti akan tahu ada hubungan apa diantara keduanya karena mereka bertiga dengan Jingga memakai baju dengan warna senada.
Bu Fatmah, umi nya Rezky hanya bisa memandang pasrah, walau dia masih berharap rumah tangga anaknya bisa diperbaiki, tapi dia bisa merasakan sakit yang Alesha rasakan akibat perbuatan anaknya.
“Kalian liat sini deh, Kakak bikinkan photo,” pinta Icha pada Alesha dan Garo agar mereka berpose menghadapnya.
Tentu saja Garo dengan senang hati berpose. Photo pertama dia memegang tangan Jingga, tepatnya jemari Garo dalam genggaman Jingga. Photo kedua tangan kiri Garo merengkuh pundak Alesha, dan mereka berdua tersenyum manis menghadap kamera.
Fajar dan Fajri berpandangan melihat moment itu. Seakan mereka sepakat akan menyelidiki siapa sosok itu, apakah pantas untuk mereka beri kesempatan mengingat mereka kemarin kecolongan memberi kesempatan pada oknum menji-jikan seperti Rezky.
“Mas keluar ya, didalam sini kan area wanita dan anak-anak panti,” bisik Garo pada Alesha saat mereka selesai photo.
Garo merasa dia belum pantas duduk mendampingi Alesha karena dia belum resmi menjadi pasangan halal Alesha.
Walau keberatan tapi Alesha sadar memang tak mungkin Garo duduk disebelahnya didalam selama acara pengajian. Karena area para laki-laki diluar. Alesha hanya menjawab dengan anggukan
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.
__ADS_1