
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Bismillahirohmanirrohim," ucap Garo saat taksi yang mereka tumpangi berhenti di bandara.
Alesha langsung mengambil trolly sambil menunggu Garo membayar taksi lalu menurunkan koper-koper mereka.
"Terima kasih ya Mas. Kamu sudah memberikan yang terbaik untuk bulan madu kita," kata Alesha.
"Yang terbaik adalah kamu Yank. 8 tahun penantian dan pencaharianku akhirnya berujung bahagia."
"Lama banget ya Mas, kamu nungguin aku."
"Itulah yang Mas rasakan. Mas nggak pernah merasa bosan kok nungguin kamu," jawab Garo sambil mengecup kening istrinya. Padahal mereka baru aja turun di bandara mereka akan pulang kembali ke Jogja. Tentu banyak orang yang melihat sikap manis Garo ini.
Garo dan Alesha menggunakan waktu penerbangan untuk tidur.
Semalam sehabis makan malam romantis di kapal terapung tentu mereka terbawa suasana, sehingga setiba di kamar hotel mereka terus berperang.
"Seandainya kita enggak pakai kontrasepsi dan jadi baby, dia benar-benar jadi anak kapal pesiar ya Yah," goda Alesha saat jeda peperangan.
"Nanti kita bikin anak di lokasi lain Yank," kata Garo sambil berpikir mereka akan pergi kemana lagi ya trip berikutnya?
"Memang Mas pengen jalan ke mana lagi?"
"Saat ini belum kepikiran sih." Begitu percakapan tadi malam sehabis mereka berperang untuk ke dua kalinya.
\*\*\*
"Alhamdulillah ya Yank. Tiba juga kita di Jogja." Garo mengucap syukur setelah selesai mengambil semua barang mereka dari conveyor bagasi.
Garo langsung menuju pintu keluar tempat taksi bandara berada dan mereka langsung naik ke Sedayu.
Kalau tidak mau bikin kejutan pasti mereka akan dijemput oleh mobilnya Putra atau mobil milik mereka sendiri.
Sekarang mereka sudah fresh, sudah cukup tidur dan cukup tenaga.
"Kita mau makan di mana Yank?"
__ADS_1
"Di rumah aja lah. Pasti banyak makanan dirumah mommy kok. Begitu sampai Indonesia kangennya ke Jingga menggebu-gebu nggak seperti waktu masih di Bangkok Mas."
"Yups bener banget," kata Garo menyetujui pendapat istrinya.
Tanpa membuang waktu mereka langsung masuk ke taksi.
"Kunci rumah ada kan Yank?"
"Adalah pasti. Walau pun sama mbak Dwi juga ada tapi yang di tas ku tetap ada koq Mas," Alesha memberitahu Garo kalau dia ada kunci cadangan yang selalu standby di tas miliknya.
Nanti mereka tetap bisa masuk rumah. Mbak Dwi kan selalu di rumah utama di belakang . Tiap hari dia bersihin rumah Alesha saat Jingga tidur agar rumah tetap bersih.
\*\*\*
"Wah Mbak Lesha udah pulang," kata beberapa pegawai nursery.
Alesha langsung menempelkan jarinya ke bibir agar para karyawannya diam.
Para karyawan membantu Garo menurunkan barang-barang dan membawa ke rumah Alesha.
"Langsung masukin aja Mas," kata Alesha pada beberapa pegawai yang membawakan barang-barang milik mereka.
Garo dan Alesha langsung mandi dan pakai baju santai di rumah baru mereka bersiap untuk ke rumah Putra.
\*\*\*
"Assalamu'alaykum," sapa Garo. Dia melihat putrinya sedang makan siang bersama Putra dan Ririen.
"*Tum a yam*," kata Jingga cepat sambil teriak. Jingga langsung berlari dan Garo berdiri di lututnya agar bisa langsung memeluk tubuhnya.
"Wah anak Ayah lagi maem ya?"
"Maem ma Ah tiy," Jingga berkata : Iya aku lagi maem sama Yanktie.
Garo menggendong Jingga sambil terus menciuminya. Dia menghampiri Ririen dan Putra lalu salim pada kedua mertuanya.
"Kok pulang cepat?" kata Putra.
__ADS_1
"Kangen sama Jingga Dadd. Enggak kuat rasanya lama pisah ama dia."
"Hari ini kan masih weekend?" Putra tahu buat Alesha dan Garo weekend market tak ada daya tariknya sama sekali!
"Enggak Dadd, nggak apa apa. Kami kan nggak butuh weekend market yang umum. Kami lebih butuh pasar tanaman." Garo berkata alasan mereka pulang saat weekend.
"Buat kami itu sudah biasa. Kalau soal barang umum kami bisa dapat di Asiatique, juga kan ada di Phuket weekend market."
"Kalau cuma barang seperti itu kami nggak butuh. Lebih baik ngumpul di hari Sabtu besok bersama yang keluarga lain di sini."
'*Sesuai dugaanku*,' batin Putra.
Tentu saja semua akhirnya senang Garo dan Alesha telah tiba dengan selamat.
"Bagaimana liburannya. Happy?" tanya Ririen.
"Enggak!" Jawab Alesha cepat. Tentu semua kaget mendengar jawaban Alesha. Mereka mengira pasti karena Alesha kangen pada Jingga
"Loh kenapa?" Ririen bertanya kaget.
"Enggak happy, karena super happy Mom. Mas Garo dia bikin kejutan. Ternyata disana dia sudah siapin team buat bikin foto prewedding kami."
"Gila kan dia, eh maaf," Alesha langsung menutup mulutnya karena telah menyebut kata kasar yang tak boleh didengar Jingga.
"Jadi kalian benar-benar bikin foto prewed di sana Mbak?" Leona tak percaya dengan kejutan kakak iparnya itu.
"Iya Dek aku juga nggak nyangka. Dari hari pertama tiba besoknya itu sudah foto prewed. Kamu nggak akan percaya melihat foto kita yang lagi snorkeling."
"Itu pengalaman pertama kami snorkeling, tapi hasil fotonya seakan kami tuh sudah profesional. Sudah mahir dan biasa melakukan hal itu."
"Untuk dimasukkan sebagai foto prewedding keren banget deh."
"Memang team fotografternya waktu di Phuket itu beda banget."
Alesha membiarkan Jingga tak mau mendekat dirinya. Tadi Jingga hanya dicium sekilas karena anak itu tak mau turun dari pangkuan dan pelukan Garo malah sekarang yang nyuapin adalah Garo karena begitu ayahnya datang dia tak mau disuapin oleh Ririen.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
__ADS_1