JINGGA DARI TIMUR

JINGGA DARI TIMUR
PEMUTUSAN PERJODOHAN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Belum pulang kerja, tadi dia bilang sepulang kerja mau nengok temannya yang sedang sakit di rumah sakit Panti Rapih,” jawab mbak Prapti



“Wah sayang sekali ya dia tidak ada, padahal ini berkaitan dengan perjodohan antara Fitri dan Garo,” sesal bu Ratna pelan.



“Lha kamu enggak kasih tau lebih dulu kalau mau kesini, kan aku bisa pesankan ke Fitri supaya dia ada di rumah,” jelas mbak Prapti.



“Ya enggak apa apa Mbak Mas, sama aja kan kalau aku sampein ke Mas dan Mbak? Karena aku yakin Fitri enggak akan mau ketemu ama aku,” balas bu Ratna membuat Garo serta bude Prapti dan pakde Cipto bingung.



“*Ono opo tho De*?” tanya pak Cipto bingung.



“Gini Mas dan Mbak. Saat kami pulang dari sini, pertama kali Garo tau kalau dia dijodohkan dengan Fitri, malam dia ke ALKID. Tengah malam disana dia melihat Fitri sedang disana dengan teman-temannya ngerokok. Bahkan Fitri melihat koq Garo saat menghampiri Fitri disana, jadi bukan asal tuduh. Mbak bisa tanya Fitri apa benar Garo melihatnya tengah malam itu. Awalnya saya tidak percaya,” bu Ratna menarik nafas panjang.



“Saya berharap kita bisa besanan. Tapi Garo mencari ibu anak-anaknya bukan sekedar punya istri. Dia mencari perempuan baik-baik,” jelas bu Ratna.

__ADS_1



“Jadi intinya kamu mau bilang anak saya bukan perempuan baik-baik?” bude Prapti langsung memotong dengan amarah.



“Jangan marah dulu Mbak, saya belum tuntas bicara. Garo akhirnya memberikan saya photo yang dia buat di rumah makan seminggu kemudian, tapi saya tetap berpandangan baik, buktinya saya sering kesini dan ngobrol dengan Mbak dan Fitri kan? Saya tidak terpengaruh dengan photo tersebut koq,” lanjut bu Ratna lagi.



“Namun pandangan saya ke Fitri berubah sejak hari Sabtu siang lalu. Mbak dan Mas tanyakan ke Fitri langsung apa yang dia kerjakan di hotel Kimora kamar 407 hari Sabtu lalu,” tegas bu Ratna.



“Maaf, saya pernah kesini resmi untuk meminta agar Garo dijodohkan dengan Fitri, maka saat ini pun saya datang resmi untuk membatalkan rencana perjodohan Garo dengan Fitri. Karena saya melihat sendiri di dalam kamar 407 tersebut. Sayang karena emosi saya lupa bikin photo sebagai bukti. Namun Fitri pasti tau apa yang saya maksud,” akhirnya lega sudah, bu Ratna plong saat sudah memberitahu fakta tersebut.


\*\*\* 




“Sengaja, biar kamu dengar langsung,” jawab bu Ratna.



“Ceritain, koq Ibu bisa tau?” 



“*Isin ibu crito, intine ibu liat karena ibu masuk ke kamar, Fitri wis wudho le*” tukas bu Ratna, dia bilang dia malu untuk cerita lengkap, intinya ibu melihat karena ibu masuk kamar, dan saat itu Fitri sudah tak berbusana.


__ADS_1


“Astagfirullaaaaah, *koq iso tho* bu?” Garo sampai bengong, gimana bisa ibunya masuk kamar Fitri.



Ratna menceritakan sekilas cara dia menerobos masuk kamar 407. Dia sangat shock dan tanpa persiapan sehingga lupa membuat foto-foto saat Fitri di kamar itu.



Garo bersyukur, dia terbebas dari perjodohan dengan Fitri. “Sekarang Ibu tak perlu repot ngejodohin aku yo, nanti pada saatnya kan aku yo bakal *rabi*,” kata Garo. Bakal rabi \= akan menikah.



Ratna akhirnya pasrah. Tak lagi dia akan mencampuri urusan jodoh putra tunggalnya itu.


\*\*\* 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.



![](contribute/fiction/6433798/markdown/10636434/1676221820489.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.


__ADS_2